KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 181


Setelah Zidan benar benar tertidur, Raesa keluar dari kamar nya menuju ke kamar Syaif, Kamar yang pernah mengukir kenangan indah yang sekarang mungkin tidak seperti dulu lagi.


Raesa masuk kedalam kamar, terlihat Syaif sedang duduk di Sofa kamar itu sibuk dengan Handphone nya.


" Kenapa lama sekali , dimana tanggung jawab mu untuk mengurus suami " Tanya Syaif dengan nada tidak baik


" Aku sedang mencari baju ku , yang hilang entah kemana mas" Jawab Raesa pelan sambil duduk di tempat tidur Syaif.


" Aku sudah membakar nya , karena aku tidak mau kamu memakai barang yang pernah dia sentuh "


" Kamu keterlaluan mas. hanya baju saja menjadi permasalahan "


" Pantas jika aku marah karena kamu milik ku. sampai kapan pun kamu milik ku " Jawab Syaif dengan nada pelan tapi penuh amarah sambil duduk di dekat Raesa.


" bersikap lah yang lembut mas , biar aku bisa mencintaimu seperti Syaif yang dulu bukan pemarah dan egois "


" Kamu pikir melupakan semuanya itu mudah? kamu sudah disentuh oleh dia, Kamu sudah tidur bersama dia, bahkan kamu sudah mencintai dia, aku sakit dengan keadaan seperti ini, kamu tahu aku berubah karena semua yang kamu lakukan kepadaku, Seandainya saja ketika aku datang kamu masih sendiri, mungkin aku akan menjadi seseorang yang seperti dulu lemah lembut dan mengerti. Tapi sekarang aku tidak akan lagi seperti itu, aku akan mempertahankan milik ku , karena kau yakin dia akan datang untuk mengambil mu dari ku " Ujar Syaif marah


" Mas jika setiap hari hanya seperti ini marah dan marah , aku tidak tahu mas ? Apa aku sanggup hidup selamanya dengan mu, perubahan mu bukan hanya 50% tapi kami sudah berubah hampir 80 %, manusia akan ada yang namanya ujian, dimana hamba nya akan di uji ke sabarannya, dan ke ikhlasan nya dalam menerima ujian, tidak perduli seberapa banyak ujian itu datang, jika kita berpasrah ke pada Allah, dan kita menerimanya dengan lapang dada, insyaallah akan datang yang nama kebahagiaan, dimana sebuah duka tidak lagi mampu menyapanya, karena kuat nya kita dengan ujian itu " Jelas Raesa dengan mata


berkaca kaca.


Syaif yang duduk di dekat Syaif langsung memeluk Raesa , dan menciumi wajah Raesa, Syaif ******* bibir perempuan yang saat ini sudah tidak punya hasrat sama sekali, Raesa diam membiarkan Syaif menggerayangi tubuh nya. Raesa sekarang sudah mati rasa sejak kejadian itu. dia hanya pasrah membiarkan Syaif menyetubuhi nya. Sakit yang di rasakan ketika tangan dan kaki di ikat, sakit saat dirinya seperti wanita yang di perkosa, melakukan dengan sangat kasar.


Di lain tempat Nanda yang sudah beberapa bulan di kairo tidak pernah berjalan jalan, karena Nanda lebih fokus pada pelajaran nya. tapi hari Nanda sedang sedih , banyak hal yang di fikirkan Nanda tentang kabar Raesa dan Syaif telah kembali, Setelah mendapat telfon dari Fatma beberapa jam yang lalu.


" Kak kenapa harus menyiksa kak Raesa, dia sudah banyak menderita selama ini , dia sudah banyak berjuang demi keluarga kita " seru Nanda


Tiba tiba Handphone nya berdering, Nanda melihat panggilan masuk nya. Ternyata nomer tampa nama, Nanda mengangkat nya.


" Assalamualaikum " Sapa si penelfon dari seberang


" Waalaikum salam, maaf dengan siapa " Tanya Nanda


" Apa saya mengganggu mu "


" Tidak , tapi maaf saya tidak mengenal anda "


" kamu tidak perlu mengenal mu , aku sudah ada di hati mu "Ujar penelfon itu


Nanda terdiam, dan akhirnya menyadari


" Alhamdulillah ternyata , Masih ada cinta untuk ku "


" Siapa bilang ustad ada di hati ku " Ujar Nanda yang tidak ingin merusak hubungan nya dengan Aisyah.


Karena Nanda sampai saat ini belum mengetahui bahwa hubungan Aisyah dan Azam sudah berakhir. Bahkan Aisyah yang sering memberi kabar tidak pernah bercerita jika sudah tidak ada hubungan apa apa . Bagi Aisyah membuat kejutan itu hal yang menyenangkan untuk Nanda kelak jika sudah lulus di Kairo.


" Kenapa harus malu untuk mengungkap kan perasaan, jika kenyataan nya masih aku yang ada di dalam hati nya" Ujar Azam menggoda


" Ustad jangan berlebihan merayu ku , jika hanya memberi harapan palsu, maaf saya tutup dulu "


" Tunggu tunggu, Aisyah sudah bukan tunangan ku " Ujar Azam cepat karena takut panggilan nya di tutup


Nanda tidak percaya dengan ucapan Azam, dia masih mematung tampa bicara


" Sejak kamu berhenti, Kiai sudah memutuskan bahwa aku tidak ada ikatan lagi, Neng Aisyah segala tidak memberitahukan semua ini " Ujar Azam melanjutkan bicara nya.


" Apakah kamu menyakiti hati Kiai ? Apakah kamu yang memaksa untuk putuskan pertunangan ini ? kenapa harus tega menyakiti Kiai " Ujar Nanda sedih seakan mempunyai salah yang begitu besar terhadap Kiai


" Telfon lah Neng Aisyah, tanyakan siapa yang membuat keputusan ini , ketika aku di panggil Kiai aku hanya diam , semua yang melakukan nya dan yang berkata jujur pada Kiai adalah Neng Aisyah " Jelas Azam meyakinkan Nanda


" Lantas bagaimana tanggapan Kiai tentang kita , pasti kita di salah kan "


" Tidak Nan, kamu jangan berprasangka buruk , Kiai memberikan syarat padaku, biar sudah merestui hubungan ini dia mintak aku tetap di pesantren sampai kelak kamu siap aku nikahi " Ujar azam yang membuat jantung Nanda berdetak kencang.


" Apakah aku pantas menjadi istri seorang Abdullah, sedangkan aku perempuan yang belum begitu sempurna untuk diriku jadikan pendamping yang sholehah " Ujar Nanda dengan malu


" Kamu wanita pertama yang mampu membuat ku mencintai mu , saat pertama juga yang menyatakan cinta padaku , pantas atau tidak kamu adalah alzawjat almustaqbalia ( Calon Istri ) dan dari mu aku belajar Ikhlas dan sabar ketika menerima lelaki yang di cintai menjadi milik orang lain, Kamu ya kamu wanita sholehah ku "


" L E B A Y...... Ustad kok lebay , ngerayu santri nya " Ujar Nanda tersenyum


Mereka tertawa bahagia, sama sama diam tidak berkata apa apa, karena sama sama malu.


" Assalamualaikum alzawjat almustaqbalia "


" Waalaikum salam calon imam ku " Jawab Nanda menutup telfon nya dan tersenyum bahagia ...


" Ya Allah terimakasih atas kebesaran Mu , aku tahu Ikhlas ku akan berakhir bahagia " Seru dalam hati Nanda