
Minggu yang cerah kaila bersama nando sedang bermain basket di rumah kaila. nando yang tidak suka berteman dengan banyak orang apalagi nando terkenal cuek dan tidak punya teman di sekolah kecuali bersama nanda saja. Tetapi setelah nanda tidak ada kaila yang selalu menjadi teman nya .
" kaila, nando ayo susu nya di minum dulu nih" teriak ibu hasti
" lagi bentar tante" jawab nando yang lagi fokus bermain dengan kaila
" yes aku menang " teriak kaila yang membuat nando duduk lemas di bawah.
" curang kamu. aku lagi di panggil tante kamu malah merebut nya"
" sudah ayo ke mama kasian tu udah di buatkan susu entar keburu dingin "
Nando dan kaila menuju ke arah ibu hasti yang duduk santai bersama bapak firman
" tante sih panggil panggil nando kalah deh akhir nya"
" Loh kok tante pasti kamu yang kalah ke kaila " ujar ibu hasti sambil tertawa melihat nando dan kaila
" ma kasian deh cowok cowok kalah . kayaknya bukan cowok ma tapi banci hahahah" ujar kaila meledek nando
" kaila gak boleh gitu ah. Kebangetan bercanda nya" ujar bapak firman
" gak apa apa om nando dan kaila biasa seperti itu "
" oh iya kakak ipar mu hebat loh nan" ujar bapak firman
" maksud om? "
" Di dunia bisnis saat ini nama ibu raesa sangat terkenal. Dan di usianya yang masih muda sudah bisa mengalahkan pengusaha pengusaha lama, mama kamu tidak salah pilih " ujar bapak firman bangga
" tapi kasihan om apa lagi kakak masih muda dia butuh kebahagiaan, nando tidak tega melihat nya"
jelas nando sedih
" Kamu benar tidak mudah berjuang sendiri. Tapi kita tidak pernah menyangka di usia raesa yang terbilang muda masih 25 an dia sudah bisa bersaing dengan banyak perusahaan lain." ujar ibu hasti yang memang terjun di dunia bisnis
" doa nya om am tante kak raesa di jodohkan dengan saudara ku dari rusia. karena mama ingin ada sosok papa di kehidupan zidan "
" Amiin semoga berjalan lancar ya" jawab ibu hasti
" nan nonton yuk nanti malam ada film horor loh bagus" ajak kaila
" boleh tapi kamu yang traktir " ujar nando
" yang ngajak siapa?"
" aku "
" kenapa aku yang harus bayar "
" ya udah aku yang bayar " ujar kaila cemberut
" bercanda ah . ntar aku bayar deh punya kamu sekalian tiket nya" nando sambil mencubit pipi kaila
" terimakasih Nando ganteng heheheh"
ibu hasti dan bapak firman tersenyum melihat mereka yang selalu bercanda.
Jam menunjukkan pukul 13. 00 nando pun berpamitan untuk pulang karena harus sholat duhur
" Om tante nando permisi pulang dulu ya, soalnya masih mau sholat"
" sholat disini gak pa pa nando. om ada kok musholla di dekat kolam renang"
" maaf om soalnya harus dirumah oleh mama sekalian ada acara pengajian rutin akhir bulan"
" ya udah salam sama mama kamu ya " ujar ibu hasti
" baik tante. om assalamualaikum "
" wa alaikum salam "
" kaila nando berubah beneran ? " tanya bu hasti
" iya ma "
" hebat papa kagum anak itu " lanjut bapak firman
" semenjak kak raesa hadir di kehidupan keluarga tante nafisah, semua jadi berubah bahkan nanda sampai minta di pesantren " jelas kaila
" terus kaila kapan mau seperti nando?" tanya ibu hasti
" kalau mama sama papa sudah seperti keluarga ibu nafisah saya juga akan ikut seperti mereka " jawab kaila yang membuat kedua orang tua kaila diam .
Karena agama tidak pernah di terapkan oleh ibu hasti dan bapak firman pada kehidupan kaila. Pantas jika kaila tidak banyak tahu agama.