
Sore hari setelah sholat Maghrib berjamaah Raesa dan Sandy menunggu Ibu Ida dan Komang untuk makan bersama.
Mereka duduk santai di ruang tamu. Tak lama kemudia ada suara Bell pintu berdering. Sandy melangkah menuju pintu dan membuka nya
" Selamat malam tuan Sandy " Sapa Ibu Ida yang sudah paruh baya itu.
" Ibuk Sandy kangen sama ibuk " Ujar Sandy senang. lalu memeluk Ibu Ida
" Ibu juga kangen Nak Sandy "
Lalu mereka di persilahkan masuk. Raesa yang mengetahui kedatangan Ibu Ida dan Komang langsung bersalaman dengan Ibu Ida
" Raesa " Ujar Raesa dengan senyuman manisnya.
" Ibu Ida, aduh cantik ya istri tuan Sandy " Ujar Ibu Ida kagum
" Bik duduk sini sama Raesa " Ajak Raesa pada Ibu Ida.
Lalu Ibu Ida duduk begitu juga dengan Komang.
" Taun muda bagaimana keadaan Tuan sama Nyonya di sana ?" Tanya Ibu Ida
" Sehat Bik"
" Saya mau makan malam sama Bibik, ini istri saya mintak bibik makan disini"
" Terimakasih Non sudah mau ngajak saya makan bersama. tapi maaf Bibik tidak bisa ngajak makan Non sama Tuan muda makan di rumah "
" Tidak apa apa bik saya bisa bertemu Bibik sudah senang sekali"
" Ia bik yang terpenting bibik sehat " Lanjut Raesa
" Mang besok pagi Antar kita ke pasar ikan ya. Aku mau masak gurami bakar kesukaan Istri ku"
" Baik tuan tapi harus pagi tuan jam 6 . Biar dapat ikan yang masih segar"
" Baik lah. Oh iya lupa, ayo makan dulu keburu dingin masakan nya"
" Terimakasih tuan " Ujar ibu Ida dan Komang
" Sama sama "
Mereka menuju ke arah meja makan. setelah duduk mereka memulai makan malam nya. tampa bicara seperti yang biasa Sandy dan Raesa lakukan.
Di sisi lain di pesantren Aisyah menemui Nanda di kamar nya, Fatma Dan Nanda yang tiba tiba di datangi Aisyah terkejut. Tidak biasanya Aisyah ke kamar santri, jika dia butuh bisa memanggil nya ke dalem ( rumah ).
" Neng sedang apa " Tanya Fatma
" Bertemu kalian"
" Kenapa tidak kita saja yang di panggil Neng " Ujar Nanda
" Tidak apa apa Nan, aku mau bicara kepada mu "
" Neng maaf jika menyangkut ustad Abdullah, saya tidak mau membahas nya "
" Nan ini bukan ustad Abdullah tapi tentang aku. Masalah mu dengan ustad Abdullah dia sendiri yang akan menyelesaikan nya dengan Abah "
" Lantas apa yang membuat Neng Aisyah sampai menyempatkan untuk ke kamar ini. Rasanya tidak sopan Neng . Seharusnya kami yang di suruh menghadap Neng Aisyah "
" Benar Neng kami rasa tidak sopan jika putri guru kita sampai masuk mencari kita " Ujar Fatma
" Nan, Fatma, Ini masalah Nando !" Ujar Aisyah diam
" Kenapa dengan Kak Nando Neng apa dia bikin masalah Neng?" Tanya Nanda hawatir ?
" Eeee tidak tidak Nan, kakak mu tidak buat masalah, tapi diaaas" Aisyah tidak melanjutkan kata kata nya
" Kata kan Neng ada apa?" Nanda semakin penasaran saja.
" Nando menembak ku " Ujar Aisyah
" Aaapaaaaa ???????????"
Fatma dan Nanda tak percaya. mereka sama sama terkejut dan berpandangan.
" Kalian Kenapa terkejut, ini beneran tidak berbohong loh " Ujar Aisyah
" Neng jangan di percaya ya, kakak Nando pasti bercanda" Ujar Nanda lemas. Karena malu dengan tingkah kakak nya
" Dia serius Nan " Jelas Aisyah meyakinkan Nanda
" Boleh saya pinjam Handphone Nang Aisyah?"
" Boleh, tapi aku belum membalas nya apa yang di katakan" Ujar Aisyah menatap Nanda , sambil memberikan Handphone nya
" Sebentar Neng saya telfon dia saya akan marahi dia Neng sudah lancang mengganggu Neng" Ujar Nanda dengan emosi
"Jangan marah Nan, kasian dia"
" Iya Neng "
Lalu Nanda menelfon Nando, perasaan Nanda sangat marah karena Nando telah berani merayu Putra Kiai nya.
Tut tut tut tut tut
" Assalamualaikum Aisyah cantik " Sapa Nando yang dikira Aisyah
" Cantik cantik , mulai kapan jadi tukang gombal, mulai kapan suka merayu wanita, mulai kapan jadi cowok playboy haaaa. aku gak mau kakak seperti itu lihat Nanda kak, disini Nanda menuntut ilmu demi masa depan Nanda supaya mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan Barokah di dunia maupun di akhirat kak" Ujar Nanda memarahi Nando
Nando hanya mengeleng geleng kan kepalanya
" Hei adikku sayang, aku beneran mencintai Neng mu itu, kenapa mengatakan itu kepada ku, yang playboy siapa" Jawab Nando
" Kakak masih belum ngaku juga, kalau sudah ada Rere apa harus ada Neng Aisyah? " Ujar nya marah
" Rere sudah pergi Nan, dia sudah pindah ke luar negeri untuk selamanya " Jelas Nando yang membuat Nanda terkejut dan merasa bersalah menuduh kakaknya nakal
" Kamu tahu kan, kakak tidak pernah main main dalam berhubungan. Pernah kamu lihat aku bersama wanita lain sebelum aku di tinggal Rere? Aku memang mencintai Aisyah sejak dia kerumah, waktu aku jemput ke rumah ustad Malik, salah jika kakak suka sama Aisyah, dan aku yakin Aisyah juga suka terhadap ku" Jelas Nando
" Maafin Nanda kak, sudah salah faham"
" Tidak apa apa, kamu kapan aku jemput ? "
" Mungkin sepuluh hari lagi kak "
"Sampaikan salam untuk Aisyah, maaf kakak tidak mau bicara , karena aku tahu kita bukan muhrim dia pasti tidak mau bicara juga " Ujar Nando
Aisyah tersenyum mendengar nya karena semua pembicaraan Nando dan Nanda terdengar nyaring sekali.
" Ngapain harus sampaikan ke Neng Aisyah, ini dia di dekat ku lagi dengar suara Kakak" Ujar Nanda tertawa terkekeh kekeh
" Kamu ngerjain aku ya, coba tadi aku bilang kalau aku hanya main main sama Aisyah, pasti kamu akan di pukul sama Aisyah Karena kakak nya sudah berbohong " Ledek Nando yang membuat semua tertawa.
" Sudah kak, perjuang kan, tidak boleh berbicara dengan wanita bukan muhrimnya"
" Oke oke assalamualaikum "
" Waalaikum salam "
Lalu Nanda memberikan Handphone nya kepada Aisyah. Nanda tersenyum melihat Aisyah