KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 69


Siang itu Nanda dan Fatma pergi kesuatu acara pengajian rutin tahunan, yang di selenggarakan oleh santri pondok pesantren an najah tiap tiap kecamatan, nanda dan fatma pergi ke acara pengajian tersebut dengan membawa mobil sendiri


" Yang pasti kita bertemu dengan teman teman kita Fatma"


" Iya Nan aku rindu mereka semua"


" Banyak gak yang di daerah ini menjadi santri di an najah ?"


" Sepertinya ada 80 an sih Fatma"


" Eah bakal seru nih"


" Nanti juga ada penggalangan dana untuk panti asuhan dan pesantren "


" Kalau ingat waktu aku di panti asuhan, kalau sudah ada yang memberikan sumbangan baju dan makanan kita senang sekali, kita merasa ada yang memperhatikan kita. Padahal kita tidak tahu orang tua kita tapi ibu panti asuhan yang menjaga kita dia bagaikan pengganti ibu kita " Ujar fatma dengan mata berkaca kaca


" Sudah jangan menangis anak pintar" Ujar Nanda


" Kamu lagi ledekin aku ya?"


" Bukan ledekin cuma jangan pernah menyesali apa yang Allah berikan pada kita , karena itu adalah jalan hidup kita, yang Allah sudah berikan pada kita. intinya IKHLAS kan saja oke"


" Bener juga toh allah sudah memberikan aku ibu yang baik dan saudara yang baik, makasih Nan" Ujar Fatma menangis


" Mulai deh nangisnya "


" Oke gak nangis lagi" Fatma menghapus air matanya


Di pintu setiap santri yang datang di sambut oleh panitia pengajian,dan yang paling di depan berdiri sosok lelaki tampan yang tak lain adalah Azam, Nanda seakan tak bisa melangkah kan kakinya terasa berat sekali. Nnanda malu bertemu Azam tapi Fatma dia langsung menggandeng tangan Nanda, dan menarik tangannya .


" Assalamualaikum ustad" Sapa Fatma di ikuti Nanda pelan tapi tetap menunduk, membuat Azam juga salah tingkah


" Waalaikum salam, maaf mohon isi nama karena kami ingin mencatat siapa saja yang hadir , dan untuk penggalangan dana mohon di isi berapa yang ingin di sumbangkan"


" Baik ustad " Jawab Fatma , tidak dengan Nanda dia lebih banyak diam, setelah mengisi buku hadir Nanda mengambil cek yang sudah di siapkan dari rumah titipan dari ibu Nafisah dan Raesa.


" Ini dari kami dan titipan dari mama dan kak Raesa ustad" Ujar Nanda mengulurkan cek yang sudah di tuliskan disana Azam mengambilnya dan mencatat nya


" Terimakasih mbk Nanda" Ujar Azam


Fatma yang melihat Azam dan Nanda seakan mereka tidak saling kenal , padahal mereka sedang punya perasaan tapi Nanda memilih untuk tidak menyapa Azam kecuali kepentingan pesantren


" Ustad, kita masuk dulu" Pamit Fatma masuk ke dalam aula di ikuti Nanda, Azam melihat kepergian Nanda begitu temannya juga melirik Nanda dan Fatma, karena Nanda adalah santriwati yang terkenal cantik dan banyak diam. Setelah semua berkumpul acarapun di mulai dari acara awal sampai akhir Nanda dan Fatma mengikuti dengan khusuk setelah jam makan siang Nanda dan Fatma memilih untuk makan di luar di teras aula itu.


" Nan kamu kenapa sih mulai tadi diam aja, kenapa tidak menyapa kepada ustad Azam bukan kan ini di luar pesantren , jadi kamu bebas menyapanya"


" Fatma dia adalah seorang ustad jadi saya tidak pantas menyapa atau berbicara sok dekat. kecuali aku ada keperluan masalah pesantren, aku menghormati dia , apalagi dia sudah di jodohkan dengan neng Aisyah, mana aku berani menyapa nya"


" Tapi jodohkan allah yang atur ngapain kamu gak berusaha mendapatkan nya" Ujar Fatma menatap Nanda


" Fatma kamu itu kenapa sih , dia sudah janji waktu itu, tapi aku sudah lupakan dan aku tidak berharap lagi padanya, jadi mulai sekarang jangan bahas lagi oke" Ujar nanda dengan mata berkaca kaca, Gatma jadi tidak tega melihat nya.