KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 217


Raesa tetap tidak banyak berbicara, ucapan Sandy membuat dia malu, Ibu Vely melihat kearah Raesa dan memegang tangan nya.


" go to sleep, accompany your husband "


( pergilah tidur temani suami kamu )


Ujar Ibu Vely membuat Raesa semakin tidak bisa berkata apa apa.


Akhirnya Raesa pun pergi, meninggalkan Ibu Vely, Raesa harus punya Cara agar bisa pulang ke indonesia , setidaknya menghindar dari kelingan Ibu Vely untuk mempercepat punya anak , Raesa bingung dengan keadaan itu.


Waktu berganti hari, minggu berganti bulan, dan sudah satu bukan Raesa berada di Rusia. karena melihat Ibu Vely sudah sangat membaik, dan hari ini Ibu Vely sudah mulai berjalan di rumah nya.


Raesa menemani Ibu Vely berjalan mengelilingi rumah itu, karena merasa harus berolah raga .


Sandy duduk berbincang bincang dengan Bapak Samuel.


Tak lama kemudia ibu Vely dan Raesa menghampiri Sandy dan Bapak Samuel.


" Hello honey good morning " Selamat pagi sayang . Sapa Ibu Vely kepada Bapak Samuel.


Mereka duduk dan mengobrol, Raesa memberanikan diri berpamitan untuk kembali ke Indonesia.


" mom sorry, I have to go back to Indonesia, my mother and father called " ( mami maaf , aku harus kembali ke Indonesia, ibu dan ayah ku menelfon)


Pamit Raesa yang membuat Ibu Vely terkejut apalagi Sandy , dia berharap Raesa tetap di sisinya. tapi ternyata Raesa harus pergi juga.


" I must be lonely. but before leaving mom wants to celebrate your wedding day which was delayed because you left and will get sick "


( pasti aku kesepian. tapi sebelum pergi mami mau merayakan hari pernikahan kalian yang sempat tertunda karena kalian pergi dan aku sakit).


Raesa dan Sandy terkejut, mereka saling Pandang, Tapi demi ingin cepat kembali ke Indonesia Raesa mengangguk kan kepalanya, Raesa langsung berpamitan karena merasa diri nya malu berada di antar mereka.


Raesa kembali ke kamar nya merebahkan tubuhnya di kursi, dia meraih Handphone nya lalu menelfon Ibu Ani.


Tut tut tut tut


" Assalamualaikum ibu " Sapa Raesa


" Waalaikum salam Nak , bagaimana kabar mu nak apakah ibu Vely benar benar sudah sehat "


" Iya Ibu, kabar ibu sendiri bagaimana "


" Ibu dan Ayah sehat sehat sehat saja "


" Alhamdulillah ibu kalau seperti itu "


" Nak kapan mau pulang , sebaik nya cepatlah menikah , tidak akan ada penghalang di antara kalian untuk melangkah lebih jauh ke jenjang yang serius "


" Bu maaf, aku tidak mau bu, aku takut "


" Nak, Ibu tahu kamu masih mencintai nya, karena Ibu adalah ibu mu yang tahu setiap kesedihan mu" Ujar Ibu Ani dari seberang, membuat Raesa terdiam


" Nak kamu masih di sana kan ? " Tanya Ibu Ani


" Iya Ibu , Ibu Raesa mau siapkan obat mami dulu, insyaallah satu minggu lagi saya kembali ke Indonesia ibu "


" Iya Nak , sehat selalu ya Nak"


" Iya Ibu, Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam "


Di sisi lain di rumah Ibu Nafisah, di kamar Nanda , sedang uring uringan Di temani Azam.


" Kamu kenapa zawjati ( istri )" Tanya Azam penuh perhatian


" Zuji ( suami )perut ku mual, aku lemas sekali" Jawabnya lemas


" Kita ke dokter ya " Ajak Azam


" Sebaik nya belikan aku Test Pack Zuji sayang " pinta nya Manja


" Apa iti Test Pack sayang " Tanya Azam heran


" Pergilah ke apotik cepetan, aku males mah kemana mana "


Akhirnya Azam langsung berlari keluar kamar , karena takut terjadi apa apa terhadap Nanda.


Azam menjalankan mobil nya dengan kecepatan tinggi, Tak lama kemudian Azam sampai di apotik dan langsung ke kasir.


" Permisi Mbak "


" Iya mas ada yang bisa kamu bantu "


" Saya mau beli Test Pack 1 "


pelayan Apotik itu langsung mengambil kan , dan Azam langsung membayar nya , setelah itu dia cepat cepat pulang.


Setelah perjalan sepuluh menit Azam sampai, dan langsung masuk ke kamar nya.


" Sayang ini aku sudah dapat, cepatlah minum obat ini" Ujar Azam yang membuat Nanda tertawa meskipun lemas tubuh nya


" Ya Allah kenapa tertawa sayang " Tanya Azam heran


" Tunggu sebentar " Ujar Nanda


Lalu Nanda masuk kekamar mandi, tak lama kemudian Nanda keluar dengan wajah ceria dan memeluk Azam.


" Sayang kenapa tertawa bahagia "


"lihat lah dua garis merah ini "


" Emang nya kenapa sayang " Tanya Azam heran yang tidak mengerti maksud Nanda


" Ya Allah kenapa tidak mengerti banget ya pak Ustad Abdullah ini " Ujar Nanda tertawa


" Iya kenapa sayang , jangan buat aku penasaran "


" Hamil "


Deg


" Aapaaaa hamil ?" Tanya Azam , Nanda pun mengangguk kan kepalanya


" Alhamdulillah " Ujar nya langsung berbalik memeluk Nanda


" Terimakasih Zawjati sayang , ini Hadiah yang paling istimewa yang Allah berikan, I love you " Azam menciumi Nanda


mereka sangat berbahagia karena mendapat kepercayaan oleh Allah untuk mempunyai anak.