KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 132


Nando mencubit hidung Kaila dan menghibur nya.


" Ayooo bicara lah Kai


" Aku sudah bersalah. Jadi aku lebih baik diam, karena aku Nanda marah , karena aku Nanda kecewa , karena aku Nanda menangis" Ujar Kaila sedih


" Maafin aku Kai. Aku terbawa emosi " Jawab Nanda


" Hei kenapa semua bersedih. Ini kan hari Bahagia nya Nanda dan Nando ayo kita potong kue nya " Aisyah mencoba mengubah suasana menjadi tenang dan bahagia.


Merekapun mengikuti ajakan Aisyah. Tapi tidak dengan Azam yang memilih pergi meninggalkan Mereka semua.


Di sisi lain. Sandy merebahkan tubuh nya di ranjang, setelah pernikahan nya Raesa memilih tidur di kamar Sandy. Raesa takut kenangan masa lalu nya mengusik hidup nya.


" Bi maaf ya " Ujar Raesa duduk di sebelah Sandy yang tiduran di kasur.


" Untuk apa ? " Tanya Sandy pelan


" Belum bisa menuhi kebutuhan Abi. Karena Raesa takut saat melakukan dengan Abi fikiran Raesa ingat akan masa lalu itu. Jika di paksa kan kita sama saja dengan berzina Bi" Ujar Raesa dengan mata berkaca kaca.


" Umik maafin Abi ya . Sudah memaksa keinginan Abi tampa bertanya Apakah Umik sudah siap menerima Abi " Ujar Sandy bangun dari tidur nya dan memeluk Istrinya.


" Raesa sudah bilang sama Abi Raesa mulai mencintai Abi. Tapi perlu waktu untuk bisa kehubungan Intim nya. Jika Umik sudah siap tampa Abi meminta Umik yang akan meminta terlebih dahulu" Raesa membalas pelukan Sandy


" Umik maafin Abi ya"


" Bi yang perlu minta maaf itu Umik "


Sandy menahan dirinya untuk tidak lebih jauh berhubungan. Kemudian Sandy melepaskan pelukannya nya dan pindah ke sofa sebelah ranjang nya.


Raesa merasa sangat bersalah melihat Sandy sudah bernafsu ketika berpelukan dengan Raesa. Mungkin Raesa perlu pergi dari rumah itu. Dimana rumah yang menyimpan banyak kenangan. Tapi Raesa tidak bisa pergi karena keadaan Ibu Nafisah yang Sudah semakin tua. Dan menunggu Nando siap menangani semua.


" Abi Baju nya Umik siap kan ya buat besok kita ke Bali"


" Silahkan Umik yang siapkan " Jawab nya singkat


Raesa melangkah menghampiri Sandy.


" Umik jangan mendekat , Jika tidak kita akan berzina dan Abi bisa memaksa Umik , cepat siap kan apa yang ingin di bawa. Dan tolong Umik jangan dekat dekat dengan ku dulu . Maaf " Sandy membuat Raesa terkejut dan merasa bersalah.


Raesa duduk di lantai sambil menangis merasakan berdosa telah menjadi wanita durhaka.


" Ini yang aku takut kan Bi. Kenapa Aku berusaha tidak menerima Abi. Karena aku takut berbuat tidak adil dengan hubungan ini. Umik tidak menyesal menikah dengan Abi . Tapi Umik tidak bisa melakukan ini secepat mungkin. Hati ku sakit jika harus mengingat nya. Ampuni aku bi Maaf kan aku bi yang tidak sempurna ini " Raesa semakin terisak.


Sandy yang melihat itu menghampiri nya dan memegang tangan Raesa


" Maaf Maaf Maaf . Siap kan semua besok jam 6 pagi kita berangkat. Dan telfon Ibu Kalau Zidan akan tinggal disana dulu " Ujar sandy sambil menghapus Air mata Raesa.


Sandy berdiri dan melangkah keluar pergi dari kamar itu. Raesa masih merasa sangat bersalah apalagi setelah Sandy keluar dari kamar nya.


Raesa berusaha tegar dengan cobaan hidup nya . dia membereskan semua baju yang Akan di bawa nya.


Fikiran Raesa masih tertuju kepada Sandy . Dia yang tiba tiba pergi tampa memberitahu tujuan nya . Membuat Raesa cemas