
Suasana malam hari di pinggir pantai, terlihat lampu berkelap kelip, terlihat sangat indah sekali. Raesa duduk di teras kamar yang berhadapan langsung dengan lautan luas.
" Umik sudah malam, istirahat lah " Panggil Sandy dari dalam.
" Belum ngantuk Bi" Jawab Raesa
Sandy yang baru selesai mengaji, meletakkan Al Quran nya di atas meja kecil di kamar itu.
" Nanti masuk angin sayang " Ujar Sandy sambil mengambil kursi dan duduk di dekat Raesa.
" Raesa ingin menikmati lautan yang indah, Bi lihat lah batu karang di sana, sekeras kerasnya batu karang pasti akan habis di terjang ombak, maka dari itu Bi buat batu karang di hati Raesa hancur, dan bisa melupakan semua masa lalu Raesa " Ujar Raesa sambil memegang tangan Sandy erat.
" Insyaallah, Abi janji semua akan indah pada waktunya Umik" Jawab Sandy pelan sambil menatap mesra ke arah Raesa.
Perempuan yang ingin memperjuangkan cinta nya. Meski masa lalu nya selalu datang membayangi, setiap saat ketika sedang bersama ingin merajut cinta bersama Sandy.
" Bi boleh kah aku tidur di pelukan Abi malam ini" Tanya Raesa pelan
" Jika Umik yang menginginkan nya, Abi dengan senang hati melakukan nya" Jawab Sandy mencium kening Raesa.
" Bi berjanji tidak akan pergi meninggalkan aku, walau apapun yang terjadi" Ujar Raesa sambil menatap bintang di langit.
"Umik juga berjanji untuk tidak pergi meninggalkan Abi, jika suatu saat Umik akan pergi, buat hati ku membenci Umik, ambil cinta yang bersemayan di hati Abi, supaya Abi bisa lepas dari rasa cinta Abi yang sangat dalam ini" Ujar Sandy lalu mengangkat tubuh Raesa menggendong nya masuk ke kamar.
Raesa menatap Sandy penuh haru lelaki yang sabar menghadapi wanita yang masih mengingat masa lalu.
Sandy membaring kan tubuh Raesa di kasur empuk itu, mata Raesa menatap lekat Sandy.
" jika kita ke pantai di bagi hari, pasti suasana nya dingin Bi " Jawab Raesa memeluk Sandy yang sudah berbaring di samping nya.
" Ada aku yang siap memeluk mu sayang " Ujar Sambil mengelus elus pipi Raesa
" Terimakasih Bi " Raesa tampa malu mencium bibir Sandy.
Sandy terkejut melihat tingkah Raesa , tetapi Sandy sangat bahagia.
" Bi ucapkan doa itu Bi " Ujar Raesa dengan desahan manja, membuat jantung Sandy berdetak kencang
سْمِ اللهِ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
Artinya : "Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah aku dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang hendak Engkau kurniakan kepada kami.”(HR. Bukhari-Muslim)
Tampa berfikir panjang Sandy mencium tubuh Raesa. Gaun tidur yang di kenakan sudah lepas dari tubuhnya begitu juga Sandy, kini didalam selimut itu terjadi pertempuran kebahagian yang sulit di lukisan kan dengan kata kata.
Air mata Raesa mengalir deras di pipinya, Raesa memeluk erat tubuh suaminya. Sandy menghapus air mata Raesa, dan mencium kening istrinya
" Terimakasih kasih Umik, Doaku telah Allah kabul kan. Kenapa Umik menagis, apakah Umik menyesal melakukan nya " Ujar Sandy sambil mengelus kepala Raesa
" Umik bersyukur Bi saat memulainya Umi bisa melupakan semuanya, terimakasih Bi sudah bisa membawa ku melupakan semuanya"
" Tidur lah Sebelum subuh Abi bangun kan"
Raesa mengangguk kan kepalanya. Sandy tetap memeluk tubuh Raesa di dalam selimut nya.