
Saat Tangis Raesa pecah dan terisak, Sandy menghentikan membaca Al Quran nya , Sandy menoleh ke belakang nya, betapa terkejut nya Sandy melihat Raesa yang duduk bersandar di dinding sambil menangis.
" Assalamualaikum " Sapa Sandy
Raesa terkejut dengan suara Sandy
" Waalaikum salam "
" Kapan datang ? "
" Sejak tadi "
" Gimana keadaan kamu" Tanya Sandy mendekati Raesa dan memeluk nya.
Raesa diam saja, dia hanya terisak
" Sudah jangan menagis, aku yakin kamu bisa melewati ini semua " Ujar Sandy
Raesa diam saja, dia merasa tidak tahu harus berkata apa. Sandy mencium kening dan bibir Raesa. lalu melepaskan pelukan nya dan menjauh dari Raesa.
" Umik jangan menagis kamu terlihat jelek jika menagis, Umik Aku mohon jangan menagis " Ujar Sandy yang menahan tangisnya karena tidak ingin terlihat lemah di depan Raesa.
" Aku berusaha untuk tidak menagis, tapi tangis ku datang sendiri " Jawab Raesa menghapus air mata nya.
" Panggil Aku Abi, Umik untuk sekali ini saja " Ujar Sandy seperti memelas, Raesa menatap Sandy heran.
" Abi kenapa ? " Tanya Raesa mencoba tersenyum
" Umik cantik sekali meski senyuman itu hanya mencoba menenangkan hati ku" Jawab Sandy
" Umik maaf kan aku , Umik tidak perlu pergi , tetap di sini, kasian Zidan dia butuh Umik, Aku tidak akan egois, Aku sudah memikirkan semua nya, dan mulai saat ini detik ini Aku akan Ikhlas kan Umik untuk meraih cinta yang lama hilang, dengan ku awali bismillahirohmannirrohim Aku talak Umik " Ujar Sandy tegas tapi dengan rasa sakit yang mendalam yang seprti di iris belati tajam di dalam hati nya.
Raesa terkejut mendengar semua itu, jujur dalam hati Raesa sudah sangat mencintai Sandy, yang begitu banyak kenangan di antara mereka.
Raesa menunduk kan kepalanya betapa dia ingin menjerit mendengar kata talak dari mulut lelaki yang di cintai nya.
" Apakah sampai disini saja perjuangan mu untuk mendapatkan hati ku, apakah hanya itu cinta mu ,apa memang aku tidak pantas di cintai dan mencintai, sehingga aku gagal lagi dan sakit lagi untuk yang ke dua kali nya. Atau memang aku sangat pantas berganti lelaki satu ke lelaki yang lain ? " Suara Raesa semakin keras sambil menangis.
Sandy yang mendengar kata kata Raesa merasa tidak tega dan bersalah.
" Cukup jangan kamu mengatakan seperti itu lagi. kamu wanita sempurna yang aku temui. Tapi aku tidak mau mengecewakan banyak hati. Tante, zidan dan juga Syaif , kamu boleh kembali kepada nya , aku tidak akan melarang mu"
" Kamu fikir sebuah perasaan bisa di paksa, kamu lebih mengenal ku dari pada Syaif, Bahkan dalam 3 tahun kamu menunggu ku , dan sekarang sedikit pun kamu tidak memberikan aku kesempatan, kenapa kamu hadir jika kamu menyerah dalam hitungan detik, aku yang menginginkan kamu memperjuangkan aku, sekarang melepas ku begitu saja. Aku bukan boneka yang bisa di lempar kesana kemari, aku lelah mengikuti kemauan kalian " teriak Raesa yang merasa lelah dengan hidup nya.
Sandy mendekati Raesa merasa sakit dalam hati Sandy telah mengatakan talak, kepada Raesa.
" Jangan mendekat kita tidak ada lagi ikatan . aku tidak mau berbuat dosa hanya dengan perasaan cintaku yang salah ku berikan" Ujar Raesa marah
" Maaf kan aku, aku tidak bisa berbuat apa apa, aku hanya ingin Saudara ku bahagia. Seandainya di antara aku dan Syaif kamu suruh berjuang mendapatkan kan mu kembali, maka akan aku lakukan. tapi aku tidak ingin orang lain sakit hati "
" Sudah cukup, aku tidak mau mendengarkan apa apa lagi dari mu, Assallamualaikum "
Raesa pergi dalam keadaan marah, sakit hati untuk yang kedua kali nya . Tapi saat ini Raesa sangat terpukul. karena sebenarnya Raesa sudah mencintai Sandy dan takut kehilangan Sandy.
Sesampai nya di mobil Raesa langsung duduk sambil menghapus air mata nya. Pak Anas tidak bisa berbicara apa apa, Pak Anas merasa tidak tega melihat Raesa.