
Pagi hari di kantor raesa dan amanda sibuk mempersiapkan berkas untuk rapat dan mempersiapkan jadwal raesa selama satu minggu karena amanda mau pulang ke kampung untuk satu minggu.
" mbk raesa ini sudah siap semua. jadi mbk raesa tinggal cek jadwal nya di sini. semua sudah saya kirim ke email mbk raesa"
" makasih mbk manda "
" sama sama mbk. Maaf ya mbk saya sampai minta cuti seminggu. soalnya kesya kangen ayah nya. dan kebetulan kesya libur. karena kelas 3 sedang ujian akhir"
" tidak apa apa mbk. ini juga cuti mbk masih banyak belum di ambil. suatu saat saya pasti sampai ke desa mbak "
" di tunggu loh. apa gak ingin melihat bisnis nya yang sudah maju pesat" ujar amanda
" saya tidak kefikiran itu mbk , toh ada adik ipar mbk yang sudah sangat pintar dalam mengurus nya tentunya dalam pengawasan suami mbk"
" iya mbk, sebenarnya uang yang dari mbk raesa hasil dari bagi hasilnya saya kumpul kan mbk buat operasi wajah adik. karena Mas akmal sangat ingin adik nya benar benar sembuh" ujar amanda sedih
Raesa menjadi iba mendengar nya, mungkin bagi keluarga sederhana seperti amanda uang untuk operasi wajah sangat sulit di dapat kecuali mengumpulkan uang bertahun tahun lamanya. tidak seperti raesa yang bertemu dengan keluarga kaya dan bisa memiliki banyak uang. tapi ada kekurangan dalam hidup raesa di tinggal pergi suami.
" mbk apa pernah ke dokter menanyakan berapa biaya operasi nya?" tanya raesa pelan
" kalau di negara kita belum ada yang bisa mengembalikan seperti semula mbk. tapi saya lihat di onlien dirumah sakit terkenal di korea selatan. untuk biayanya bisa mencapai 700 jutaan mbk. dari mana saya dapat kan itu . tabungan yang dari hasil pemberian mbk raesa masih punya 75 juta . "
" sabar mbk insyaallah kalau kita ikhlas menghadapi ini pasti dapat jalan keluar nya. "
" amiin ia mbk raesa terimakasih dukungan nya"
" sama sama mbk. "
" mbk saya ke ruangan saya dulu. mau cek laporan dulu"
" baik lah mbk manda selamat bekerja"
amanda keluar dari ruangan raesa menuju meja kerjanya. sedangkan raesa sibuk dengan berkas yang di serahkan oleh amanda.
Di sisi lain nando yang sibuk dengan ujian akhir nya selesai juga mengerjakan soal soal ujian akhir nya.
" alhamdulillah selesai juga " ujar nando lalu keluar dari kelas nya
saat sedang berjalan menuju parkir kaila memanggil nando dengan kencang sekali.
" nandoooo tungguuuu"
nando menoleh dan menggeleng kan kepalanya. kaila yang sudah berdiri di hadapannya masih sibuk mengatur nafas nya.
" kamu fikir aku ini anak kecil seenaknya saja rambut ku di berantakin gini"
" hampir sama " jawab nando cengingisan
" kamu ya bikin aku marah saja"
" sekali kali pakai jilbab kayak nanda biar cantik gak kayak anak cowok yang pengen pacaran hahahaha "
nando meledek kaila
kaila langsung memukul mukul bahu nando dengan wajah kesal
" tapi bicara masalah hijab kita selesai ujian kelas pesantren tempat nanda yu ndoo"
" boleh sekalian kejutan ulang tahun nya juga kan " ujar nando
" oh iya kan tanggal 3 juni pasti dia senang kalau kita datang tampa memberi kabar" ujar kaila
" tapi kai aku kasihan kepada nanda . karena azam sudah di jodohkan dengan putri pemilik pesantren nya. nanda sangat terpukul aku tidak bisa berbuat apa apa " ujar nando sedih teringat akan nanda
" mmmmm jangan hawatir selama ada kaila tidak akan ada yang bisa memisahkan mereka. kecuali tuhan sih hehehe"
" emang punya rencana apa?" tanya nando penasaran
" ada deh nanti pasti kamu akan tahu. aku juga mau mikir hahahaha "
nando menjadi kesal karena di buat penasaran saja . tak sengaja pipi kaila di cubit karena gemes
" auuuuuw sakit nando " ujar kaila memukul lengan nando .
" maaf kai gak sengaja"
" sudah pulang sebagai hukuman nya antar aku pulang" ujar kaila langsung masuk ke mobil nando.
nando hanya tersenyum dan menggeleng kan kepalanya
" dasar bocah aku belum setuju main naik saja"
lalu Nando masuk ke mobil nya dan menjalankan nya . kaila adalah cewek aktif mulut nya tidak mau berhenti berbicara sehingga nando tersenyum terus mendengar nya.