
Akhir nya Azam bercerita tentang semua hubungan nya dengan Nanda . Ahmad yang mendengar kan menjadi merasa kasihan kepada Azam
" Sungguh besar cinta mu kepada Nanda. Tapi menurut ku kamu harus jujur, karena hanya dengan jujur kamu akan mengetahui kepastian nya . Apakah neng aisyah dan Kiai merestui kalian bersama dengan Nanda atau Kiai akan tetap berupaya menjodoh kalian " Jelas Ahmad yang memberi kan saran yang di fikir ada benar nya juga
" Kamu benar Mad semua nya harus berawal dari jujur. Tapi aku takut Kiai akan marah besar jika aku berterus terang. Dan akan membuat abah ku kecewa dan aku tidak mau iti terjadi" Ucap Azam yang membuat nya bingung
" Percayalah Aku Yakin semua pasti bisa di lalui. Kalau kamu tidak jujur dalam menyikapi masalah ini Nanda akan di ambil orang . Dan kamu akan menyelesal seumur hidup mu" Jelas Ahmad yang biasa di panggil Mad
" Ya nanti setelah pernikahan kak Raesa aku akan menemui Kiai . Sebelum Nanda berangkat ke kairo aku akan menyelesaikan semua nya " Ujar Azam sambil memegang bahu Ahmad
" Benar Dul Nanda itu orang kaya?" Tanya Ahmad penasaran. Yang selalu memanggil Azam Dul
" Iya benar Mad bahkan sangat kaya. Tapi dia tidak pernah menunjuk kan pada siapa pun siapa dia. Karena itu aku di buat gila memikirkan kan nya. Sebentar lagi akan ada acara besar besaran di pesantren ini. Yaitu pernikahan kakak Nanda dan sepupu nya yaitu kak sandy. Sampai sampai semua santri yang hampir 2 ribu ini mendapat sovenir dari keluarga Nanda Tapi mereka tidak sombong semua tertutup " Jelas Azam yang membuat Ahmad takjub mendengar cerita keluarga Nanda
" Semoga saja kamu di mudahkan melewati ini semua. Agar cinta kalian bisa di restui"
" amiin amiin amiin. Terimakasih ya Mad kamu teman yang bisa mengerti aku" Azam merasa lebih tenang dengan apa yang di hadapi nya.
Ternyata kehadiran seorang sahabat itu penting. Mungkin tidak bisa membantu materi tapi dia mampu memberikan solusi.
Di Cafe ARSA semua sudah berkumpul. Nando dan Kaila sangat bahagia sekali Karena bisa merayakan dengan teman teman nya.
Kaila menghampiri Nando yang tengah berbincang bincang dengan teman teman nya .
" Nanda coba hubungi kita kangen "
" Kai di pesantren tidak ada nama nya harus pakai Handphone, ada ada saja kamu "
" Masak sih Nan ?" Tanya Kaila tak percaya
" Ya iya lah yang namanya hidup di pesantren kita di ajari hidup apa ada nya, baju di batasi uang belanja di batasi, semua yang berkaitan dengan hidup itu ada aturan nya masing masing tentu nya yang berkaitan dengan ajaran agama " Jelas Nando sambil mencubit pipi Kaila.
" Faham faham Pak Ustad "
" Amin semoga aku menjadi ustad " Jawab Nando tersenyum
Kaila meninggalkan Nando dan teman teman laki laki nya . Sedang Kaila berkumpul dengan teman perempuan nya.
Mereka menikmati pesta tampa minuman keras atau alkohol. Semua menu hanya jus dan kopi. Tetapi mereka sangat bahagia