KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 214


Raesa menunggu dengan sabar, Raesa menghampiri penjaga di pintu kamar itu .


" Sorry can you leave us, because I'll take care of myself " ( maaf bisakah anda meninggalkan kami, karena saya akan menjaga sendiri saja ) Ujar Raesa pada penjaga di pintu itu


" good if that's what you want" ( Baik jika itu yang anda inginkan ) Penjaga itu langsung pergi meninggalkan Raesa sendirian di kamar itu.


Raesa duduk di kursi sebelah ibu Vely dan langsung mengaji di dekat nya, Raesa tahu jika ibu Vely sudah sadar tapi belum bisa bergerak.


Di ruang depan Penjaga itu berpapasan dengan Sandy, Sandy langsung bertanya kepada mereka , karena yang seharusnya menjaga mama nya tetapi malah ada di luar.


" Who looks after mama why are you staying ? "


( siapa yang menjaga mama kenapa kalian tinggal )


" sorry sir your wife is looking after her " ( maaf tuan istri anda yang menjaga nya ) Jawab penjaga itu.


Sandy langsung tidak bertanya lagi, mendengar ucapan istri Sandy langsung mengucapkan Amin di dalam hati nya.


Sandy melangkah pergi menuju ke ruang Ibu Vely, pelan pelan Sandy membuka Pintu nya, dilihat Raesa Sedang mengaji.


" Lama aku tidak mendengar suara ini, Ya Allah izin kan lah yang mempunyai suara memgaji ini menjadi milik hamba lagi ya Allah dan hamba tidak akan melepaskan nya lagu demi apapun itu " Seru Sandy dalam hati nya .


Sandy menutup Pintu kamar itu pelan pelan, lalu Sandy pergi , dia yang sengaja melihat dari jarak jauh tidak bisa berbuat apa apa ,karena bagi Sandy bisa melihat Raesa ada itu sudah membuat nya bahagia dan jauh lebih baik " semoga ada kejutan besar yang bisa membuat ku bersatua" Dalam hati Sandy.


Waktu demi waktu hari demi hari. hingga tidak terasa sudah satu minggu Raesa berada di Rusia, Raesa seorang wanita yang merasa harus bertanggung jawab untuk pemulihan Ibu Vely, setiap hari Raesa memilih selalu berada di dekat Ibu Vely, bahkan dia tidur di kamar itu, dan setiap malam juga Sandy selalu melihat nya dari pintu meski mengintip seperti maling saja.


Bapak Samuel merasa iba melihat ketulusan Raesa merawat Ibu Vely istrinya. Dan juga tidak tega melihat Sandy yang terus terusan memikirkan nya, Bapak Samuel selalu marah atas apa yang Sandy lakukan kepada Raesa, marah karena mencerai kan nya.


Bapak Samuel menghampiri Raesa dan duduk di dekat Raesa yang sedang mengaji. merasa dirinya sangat menutup diri dari Sandy, Bapak Samuel akhirnya mempunyai cara bagaimana dia harus mendekatkan Sandy dan Raesa.


" Raesa Papi mohon bantuan mu , pergilah carikan baju untuk mami Vely semua keperluan dia juga sudah habis , jadi belanjakan ini nak " Ujar Bapak Samuel memberikan kertas catatan untuk Belanja, yang seharusnya pelayan nya yang pergi, dengan terpaksa Bapak Samuel menyuruh Raesa .


Lalu Bapak Samuel menelfon Sandy untuk mengantar Raesa berbelanja.


" Baik lah Papi"


Lalu Raesa pergi keluar dari ruangan Ibu Vely, dia langsung menuju ke teras rumah, dimana Sandy sudah duduk di mobil, Raesa dengan terpaksa duduk di sebelah Sandy, karena mobil yang di pakai Sandy hanya bisa di gunakan berdua saja yaitu mobil yang di sebut Lamborghini.


Raesa duduk dengan tidak banyak bicara, Sandy hanya mengikuti alur. Tak lama kemudia mereka sampai di sebuah Mall besar , Raesa di antar oleh Sandy membeli kebutuhan Ibu Vely.


" Biar aku yang akan mencari nya " Ujar Sandy


" Tidak perlu, kamu cukup dorong troli itu " Jawab Raesa singkat tapi pelan.


" Umik ini bagus cocok buat Umik " Ujar nya yang membuat Sandy menutup mulutnya karena tampa sengaja kata kata itu keluar dari mulut Sandy.


Raesa menoleh sedang Sandy langsung berbalik arah merasa malu , Wajah Sandy merasa panas dan merah, malu sungguh malu yang di rasakan satu ini, Akhirnya Sandy berbalik lagi dan menghampiri Raesa yang masih terkejut dengan ucapan Sandy.


" Maaf, Tidak sengaja " Ujar Sandy menunduk


" Hati hati jika berkata , aku sudah tidak sudi dengan ucapan itu " Ucapan itu begitu ketus, tapi Sandy menganggap itu hanya hukuman buat Sandy yang selama ini menyiksa batin Raesa.


Sandy akhirnya diam tidak menjawab apa apa, sebenarnya Raesa merasa sakit mengucapkan kata kata yang kurang baik, tapi dua harus melakukan, agar Sandy tak berharap banyak dari Raesa.


selesai belanja Raesa langsung ke kasir, setelah itu Sandy langsung menyodorkan uang untuk membayar nya.


Mereka tetap tidak banyak bicara, Di perjalan pulang Sandy dengan fikiran nya sendiri, sedangkan Raesa memikirkan Ibu Vely. Tak lama kemudia mereka sampai Raesa membuka pintu mobil nya ketika hendak turun Sandy menarik tangan hingga Raesa duduk kembali.


Raesa yang merasa dirinya di rayu Sandy dia merasa marah,dan menampar Sandy . Sandy pun terkejut tapi tetap Sandy diam tidak berkata apa apa.


" Apa maksud mu menarik aku lagi , kamu berharap aku kembali ? ooo maaf Itu salah besar, kamu fikir aku memikirkan mu , perasaan itu sudah hilang , dan ingat jangan seperti ini lagi " Ujar Raesa marah , yang memang sering sekali marah sejak bertemu Sandy.


" Maaf jika aku salah tapi aku hanya tidak ingin kamu malu jika kamu keluar dalam ke adaan seperti ini " Ujar Sandy pelan yang membuat Raesa tidak mengerti maksud Sandy.


" Kamu sudah gila ya , emangnya kita melakukan apa seenaknya saja jika berbicara " Ujar Raesa kesal.


" Kamu datang bulan, baju mu ada darah nya , Aku tidak mau pelayan ku melihat mu seperti itu" Ujar Sandy menunduk merasa malu mengatakan itu.


Raesa terkejut pandangan nya kedepan tidak berani untuk melihat Sandy karena sudah salah sangka.


" Maaf ......terimakasih "


" Diam lah di mobil Aku ambil sesuatu dulu untuk menutupi baju mu" Ujar Sandy lalu keluar.


Tak lama kemudia Sandy kembali membawa jaket, dan memberikan kepada Raesa.


" Pakai lah, di ikat kan di pinggang mu "


" Terimakasih,sekali lagi maaf sudah menuduh mu "


" Tidak apa apa, aku pantas mendapatkan hukuman ini , aku tidak perlu marah karena kamu yang berhak marah, cepat turun , pembalut mu masih ada di lemari bawah tempat biasa di simpan " Ujar Sandy langsung turun


" Kamu masih ingat semua itu padahal sudah lama kita tidak bersama" Seru dalam hati Raesa.