KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 188


Pagi hari saat Sampai di An najah, Syaif langsung menuju ke pendopo tempat Kiai biasa menemui semua tamu nya, Di sana sudah ada Kiai Jakfar menunggu Karena sebelum berangkat Ibu nafisah sudah menelfon terlebih dahulu, jika Syaif akan datang.


" Assalamualaikum "


" Waalaikum salam " Jawab Kiai Jakfar, lalu Syaif bersalaman dengan Kiai Jakfar.


" Duduk lah " Ujar Kiai Jakfar mempersilahkan Syaif duduk.


Syaif pun duduk di hadapan Kiai Jakfar.


" Kiai mohon maaf mengganggu Kiai " Ujar Syaif pelan


" Tidak apa apa, saya sudah tahu kedatangan mu nak , tadi mama mu sudah menelfon "


" Saya sebenarnya tidak pantas Kiai datang kesini mencari Sandy, tapi saya sadar bahwa kesalahan saya terhadap Sandy membuat semua menjadi saling menyakiti hati dan menjadi beban fikiran untuk Zidan dan Raesa "


" tidak ada yang harus di salah kan, manusia itu semua akan bertemu dengan apa yang nama nya masalah, akan tetapi setiap apa yang Allah berikan kepada kita itu akan berbeda beda, hanya saja manusia banyak yang tidak menyadari nya bahwa dengan adanya ujian dan cobaan dari Allah , itu akan meninggikan derajat kita dan akan ada hikmah yang luar biasa" jelas Kiai Jakfar


" Mungkin dengan kejadian Zidan sakit sampai seperti ini lah saya di sadarkan Kiai sekarang diman Sandy Kiai ?"


" Sebenarnya saya sudah berjanji ke pada Sandy untuk tidak mengatakan kepada siapapun tempat diman dia tinggal, bahkan waktu pergi Abdullah putra Kiai Malik saja tidak saya beritahu karena Sandy benar benar ingin pergi dari kehidupan kalian berdua ,sekarang Sandy berada di Kota C dia tinggal bersama putra ku membantu mengurus pesantren. Sebaik nya kamu cepat pulang, nanti saya akan suruh dia untuk pergi menemui Zidan "


" Terimakasih Kiai, saya akan kembali hari ini juga ke rumah sakit Karena keadaan Zidan kritis "


" Nak maaf apapun yang akan terjadi di dalam hidup mu, kamu harus bersabar dan ikhlas menerima kenyataan bahwa apa yang Allah kirim kedunia ini hanya sebuah titipan dimana titipan itu akan di ambil lagi oleh sang pemilik nya "


" Terimakasih Kiai saya sudah paham. arti ikhlas yang sesungguhnya Raesa lah yang memenangkan semua ini , dia yang selalu ikhlas dengan setiap ujian dari Allah "


" Pergilah nak "


" Baik Kiai Assalamualaikum "


" Waalaikum salam "


Setelah bersalaman dengan Kiai , Syaif langsung pergi meninggalkan pesantren.


Syaif menangis merasa banyak hal yang di lakukan kepada Raesa, Wanita yang sangat di cintai nya telah di sakiti sesakit sakit nya , dengan perlakuan kasar yang Syaif lakukan dan penyiksaan batin yang Syaif berikan , membuat Syaif beristifar terus menerus, perasaan nya merasa sangat bersalah.


" Seandainya waktu bisa di ulang kembali, aku ingin memperbaiki semuanya , sehingga Raesa tidak tersiksa dengan semua ini" Serunya dalam hati Syaif


Pak Yono melihat dari kaca Spion, begitu tidak tega melihat tuan nya menangis seperti anak kecil yang di marahi orang tuanya.


" Tuan maaf, yang sabar Insyaallah semua akan di mudah kan "


" Terimakasih Pak Yono, tapi selama ini saya selalu menyakiti hati Raesa pak, dia sampai kurus seperti itu saya sangat menyesal pak, mungkin Raesa benci terhadap saya "


" Saya tahu pak, maka dari itu saya sangat menyesal dengan yang saya lakukan "


" Tuan,perbaiki hubungan tuan, saya yakin tuan kembali bahagia seperti dulu "


" Iya Pak doakan seperti itu ya "


" Amiin semoga semua menjadi lebih baik tuan "


Akhirnya Pak Yono membiarkan Syaif beristirahat, mengingat Perjalanan yang sangat jauh Pak Yono melajukan mobilnya dengan begitu kencang, Setelah beberapa jam kemudian mereka sampai, pak Yono membangunkan Syaif yang sedang tidur, Setelah Syaif terbangun mereka keluar dari mobil dan langsung masuk kedalam rumah sakit, menuju ke depan ruang ICU di sana Raesa,Ibu Nafisah,Nando, dan juga Fatma sedang duduk menunggu.


" Bagaimana kabarnya Zidan ma "


" Zidan baik-baik saja Nak, Dokter bilang nunggu pemeriksaan selanjutnya tetapi sidang belum boleh keluar dari ruang ICU menunggu sampai benar-benar keadaannya membaik "


" Tapi Zidan belum Sadarkan lan ma "


" Zidan memang belum sadar, tetapi keadaannya sudah lebih baik itu yang di katakan dokter, temui Raesa bujuk dia untuk makan karena dia mulai kemarin tidak mau makan "


Lalu Syaif menghampiri Raesa, yang sedang duduk di lantai rumah sakit, melihat keadaan Raesa sungguh sangat Ibu dia terpukul dengan keadaan Zidan, yang belum juga siuman, Syaif duduk di dekat Raesa dan memeluknya, Raesa hanya mematung dia tidak berkata apa-apa.


" Aku minta maaf mungkin selama ini aku selalu menyakitimu, aku selalu menyakiti Zidan bahkan aku selalu berbuat kasar kepadamu, Aku sangat sangat menyesal dengan semua apa yang kulakukan kepadamu, aku tahu aku sangat bersalah Aku tahu aku banyak melukai banyak hati, tetapi apa aku salah jika ingin berubah menjadi Ayah yang lebih baik untuk Zidan, aku mohon Maaf kan aku, aku mohon kamu melupakan semua kekejaman ku kepadamu, memang sulit melupakannya tapi aku hanya minta kebaikanmu kepadaku untuk memaafkan ku yang sudah berbuat kasar kepadamu Ayo makan ,Mama bilang kamu belum makan sama sekali Zidan tidak akan senang jika mamanya seperti ini, kamu wanita kuat yang aku tahu Ayo bangunlah, aku yakin kamu bisa melewati ini semua " Ujar Syaif pelan, sambil meneteskan air mata melihat keadaan Raesa yang sangat sedih sekali.


" Aku tidak pernah marah seperti apapun perlakuan mu terhadap ku aku terima mas, aku hanya ingin bahagia bersama kamu dan Zidan, Aku lelah dengan semua ini, karena tidak bisa menjadi istri yang kamu inginkan, aku yang bersalah dengan semua ini , aku yang menyakiti banyak hati, ini semua gara gara aku " Ujar Raesa sedih di dalam pelukan Syaif.


" Tidak, kamu tidak bersalah,kamu yang selalu terluka dengan perlakuan ku, selama ini aku tidak memberikan kebahagiaan kepadamu dan Zidan, aku memang egois Aku tidak mau menerima kenyataan bahwa Allah Sedang mengujiku dan kamu, aku mohon Maafkan aku, lupakan semuanya Aku ingin menjalani hidup lebih baik lagi tidak menyakitimu dan juga tidak menyakiti Zidan "


Tak lama kemudian Sandy Datang.


" Assalamualaikum " Sapa Sandy


" Waalaikum salam " Jawab semuanya


" Sandy kamu sudah datang " Tanya Ibu Nafisah terkejut, karena Syaif benar benar membawa Sandy untuk Zidan


" Bagaimana keadaan Zidan ? "


" Belum sadar sampai sekarang, maaf kan aku Sandy sudah memusuhi mu " Ujar Syaif Lalu memeluk Sandy


" Tidak ada yang perlu dimaafkan karena kalian tidak bersalah , akulah yang bersalah dalam hubungan kalian aku menjadi orang ketiga diantara Kalian, sekarang semoga semuanya lebih baik lagi aku tidak mau menyakiti banyak hati lagi, baik kamu dan Raesa juga yang lain Ayo aku temui Zidan mungkin dengan kedatangan ku Zidan akan cepat sadar "


Sedang Raesa tetap duduk bersimpuh di lantai, kepalanya menunduk tidak peduli dengan kedatangan Sandy, yang sudah berada di dekatnya yang Raesa fikirkan saat ini adalah kesembuhannya Zidan.