KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 194


Malam hari Raesa yang memilih tidur di kamar Zidan dan di temani oleh Fatma juga Ibu Ani, Mereka semua beristirahat, meski bayangan Zidan membuat Raesa tidak bisa tidur , tapi Raesa berusaha Ikhlas dengan apa yang dia hadapi saat ini.


" Nak tidur lah " Panggil Ibu Ani membuat Raesa terkejut.


" Iya bu, Bu setelah selesai acara tuju hari Zidan bawa Raesa pergi dari rumah ini dulu bu , Raesa ingin menenangkan fikiran Raesa bu "


" Iya nak, apapun yang kamu mau, ibu akan menemani mu nak " Jawab ibu Ani yang melihat Raesa sangat sedih dengan kepergian Zidan.


Di Kamar Sandy merebahkan tubuhnya, kamar yang penuh dengan kenangan bersama Zidan dan Raesa, Sandy bangun dari tidur nya dan pergi kekamar mandi untuk berwuduk, setelah itu dia mengaji, mendoakan semua keluarga yang sedang bersedih semoga mereka di lapangkan dan Mau ikhlas menerima semua nya .


Tiba tiba pintu kamar Sandy ada yang mengetuk


" Masuk " Ujar Sandy


Pintu terbuka


" Kak , maaf Nando menganggu "


" Masuk lah Aku hanya mengaji "


Nando duduk di dekat Sandy yang masih duduk di atas sajadah nya.


" Ada apa Nan "


" Kak besok kakak bantu Nando ya mengurus semua nya untuk acara mengaji bersama di panti asuhan , mama mintak kakak urus di panti asuhan yang biasa kita datangi, seperti biara suruh memberikan uang pakai amplok saja kata mama biar mereka senang "


" Boleh , biar beosk pagi di bantu Azam juga, siapkan uang nya biar kakak yang urus "


" Baik lah kak "


Lalu Nando keluar dari kamar Sandy.


☆ Keesokan harinya, Azam datang kerumah Ibu Nafisah, Azam langsung menuju ke musholla bawah dimana Sandy sudah menunggu.


" Assalamualaikum kak Sandy "


" Waalaikum salam Zam "


Lalu azam duduk di dekat Sandy.


" Kak apa yang harus Azam bantu nih "


" Kamu masukkan uang ini 500 per amplok ya "


" Baik kak "


" Kakak tidak lagi membohongi ku kan sebenarnya saya tahu kakak ada di dalem Gus Miftah "


" Siapa yang bilang "


" Tadi malam Abah yang cerita "


" Maaf tapi kakak tidak berniat buat kamu bingung sudah pergi mendadak tampa kabar "


" Bukan hanya bingung kak tapi hawatir saja takut frustasi lalu bunuh diri hehehehe " Ledek Azam yang ingin menghibur Sandy


Tak lama kemudia Nanda dan Fatma datang, Nanda terkejut karena ada Azam di musholla.


" Assalamualaikum "


" Waalaikum salam " Jawab Sandy dan Azam


" Ada apa Nan " Tanya Sandy, sedang Azam menunduk kan kepalanya.


"Kak bisakah mengantar ku ke makan Zidan, Tangan ku kram kak "


" Kakak harus segera ke Panti asuhan, kamu sama Azam saja , Zam kakak mohon antarkan Nanda ya "


Azam dan Nanda sama sama terkejut, tapi bagi Nanda ini bukan waktu yang di ingin kan, Nanda pun pergi setelah mengangguk kan kepalanya.


" Kak kenapa harus saya "


" Pergilah mungkin Allah ingin mempertemukan kamu setelah lebih satu tahun tidak bertemu "


" Tapi kak ini bukan waktu yang tepat "


" Tetap atau bukan jika sudah kehendak Allah, apa mau di tolak "


Azam pun tidak dapat menolak nya, lalu Azam mengantar Nanda ke makan Zidan , tetapi Fatma bersama Nanda duduk di belakang


" Kak Azam berhenti di toko bunga dulu " Ujar Nanda pelan.


" baik " Jawab Azam singkat karena memang menjaga diri sebelum mereka di halal kan.


Setelah mobil berhenti Nanda dan Fatma turun membeli bunga, setelah itu langsung naik lagi ke mobil.


Mobil di jalan kan, tak lama kemudian Sampai, Azam menunggu di parkir pemakaman sedang Fatma dan Nanda langsung pergi ke makam Zidan


Setelah hampir 30 menit menunggu akhirnya mereka keluar dari area pemakaman dan langsung pulang, seperti biasa mereka sama sama diam tidak berkata apa apa.