KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 42


Jam 12 siang Syaif dan Raesa sudah siap untuk berangkat ke bandara, mereka sangat bahagia akhirnya bisa jalan jalan berdua ke luar negeri. Raesa berpamitan kepada Ibu Nafisah, begitu juga dengan Syaif, Ibu Nafisah menangis mencium pipi menantu nya itu. Raesa memeluk Ibu Nafisah begitu juga Syaif


" Mama jaga kesehatan ya " Ujar Raesa


" Pokoknya kalo mama kesulitan masalah kantor, mama tinggal saja, biar Syaif yang urus kalau sudah datang " Ujar Syaif hawatir terhadap Ibu Nafisah.


" Mama tidak apa apa sayang jangan hawatir, cepat berangkat sekarang nanti telat ke bandara nya. Bapak Yono sudah siap mengantar kalian"


" Baik ma kita berangkat, assalamualaikum "


" Wa alaikum salam hati hati ya " Mereka naik ke dalam mobil, dan melambaikan tangannya begitu juga Ibu Nafisah melambaikan tangannya ke pada Syaif dan Raesa. Mobil sudah keluar dari pintu gerbang, Ibu Nafisah sudah masuk kedalam rumahnya.


Sore hari di rumah Azam, ustad Malik berangkat kerumah Ibu Nafisah untuk menggantikan Azam mengajar, sedang kan Azam dirumah mulai berkemas kitab kitab dan baju yang akan di bawa nya, tiba tiba ada ketukan pintu, Azam keluar dan membuka pintunya.


" Assalamualaikum " Sapa tamu tersebut


" Wa alaikum salam maaf mencari siapa ? " Jawab Azam dan bertanya kepada sang tamu.


" Saya Kaila, teman Nanda " Jawabnya yang ternyata Kaila


" Ada apa ya ? " Tanya Azam heran


" Boleh saya duduk ? " Ujar Kaila yang membuat Azam merasa tidak nyaman karena bukan muhrimnya, tapi Azam mempersilah Kaila duduk di teras nya yang sudah di sediakan kursi.


" Apa yang membuat Kaila kesini ? "


" Maaf kak Azam, kita memang sebelumnya tidak kenal, tetapi saya tidak mau melihat teman saya sedih, karena perasaan nya ke kak Azam yang di abaikan, bahkan kak Azam tidak berpamitan pada Nanda, sedangkan Nanda merasa bersalah , Nanda takut kak Azam berhenti mengajar karena Nanda, karena sudah lancang mengutarakan perasaannya, sehingga kak Azam berhenti, itu yang di fikirkan Nanda saat ini " Jelas Kaila singkat tapi membuat Azam memikirkan semua yang di katakan Kaila.


" Baik lah kak karena sudah jelas saya terimakasih, sudah di jelaskan dan kak azam mau menemui saya, Nanda sangat mencintai kakak dan dia sekarang banyak diam dan termenung, sebenarnya saya kesini tampa memberi tahu Nanda, saya takut jawaban kak Azam berbeda, yang ada Nanda pasti marah " Ujar Kaila


" Titip Nanda ya insyaallah kalau kita jodoh pasti akan di pertemukan "


" Tapi apa kakak punya perasaan juga terhadap Nanda?"


" Saya memang punya perasaan, tapi Nanda masih muda dan saya tidak mau berpacaran, islam tidak menganjurkan untuk hal seperti itu, sekali aku mengutarakan cinta maka saat itulah harus menikah, semoga Nanda faham " Ujar Azam menjelaskan lagi


dan Kaila pun faham dengan apa yang di jelaskan oleh Azam.


" Kak Kaila minta maaf ya sudah mengganggu kak Azam "


" Iya tidak apa apa "


" Kalau begitu Kaila pulang assalamualaikum "


" Wa alaikum salam "


Kaila melangkah pergi meninggalkan rumah Azam, dan naik kedalam mobilnya. Sedangkan Azam masuk lagi kedalam kamarnya dan duduk di tempat tidur nya .


" Ya Allah ampunilah hamba sudah membuat seorang gadis menangis karena hamba ya Allah " Seru Azam dalam hatinya


Azam merasa kasihan dengan Nanda, karena sudah membuatnya terluka. Dan menolak nya ,tapi Azam lebih berdosa jika harus menerima nya kecuali Azam bisa menikahi nya langsung.