KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
episode 107


Di pesantren an najah sedang ujian nasional. semua santri yang tidak mengikuti ujian di liburkan dan bagi kelas tiga sedang melaksanakan ujian nasional hari ke 3 . saat ini nanda tengah fokus pada ujian sekolah nya dia berharap bisa lulus dan kuliah di al azhar kairo.


tiba tiba pengawas ujian datang meski tidak nyontek tapi mereka semua takut. nanda melihat ke datangan pengawas seketika nanda merasa tidak konsentrasi dalam mengerjakan nya. karena ternyata pengawas nya adalah azam .


Nanda berusaha tenang . tapi tetap saja nanda merasa kesal. nanda memutuskan mempercepat mengerjakan soal ujian nya. karena merasa tidak betah di dalam kelas. setelah beberapa bulan tidak pernah bertemu sekarang bertemu azam lagi.


meski satu pesantren tapi jarak antara santri putri dan putra sangat jauh terpisah oleh sekolah SMA Di tengah pesantren itu.


" ngapain coba ikut jadi pengawas " seru dalam hati nanda " bikin hilang konsentrasi aja" nanda merasa sangat kecewa pertemuan yang tak di harapkan.


Bagi nanda sosok azam adalah lelaki yang hanya membuat sakit hati. karena semakin nanda berusaha melupakan nya nanda semakin tersiksa. tapi jauh tidak bertemu dengan azam adalah hal yang membuat nanda tenang tampa berusaha melupakan sudah dengan sendiri nya bisa tenang.


" nanda kenapa kamu melamun " panggil ustad azam yang sudah berdiri di sebelah kursi nya


nanda seketika terkejut tampa sadar kedatangan azam tidak di ketahui.


" sedang tidak enak badan ustad" jawab nanda datar


" apa soal ujian nya sudah selesai " tanya azam pura pura cuek


" sudah ustad " jawab nanda yang sebenarnya nanda ingin cepat cepat di suruh pergi


" kalau begitu ikut ustad Abdullah keruang kesehatan nanda. karena kamu besok masih ujian .jadi cepat periksa kesehatan mu" ujar kepala sekolah yang tiba tiba muncul.


nanda terkejut mendengar suara kepala sekolah nya. padahal nanda hanya ingin jauh dari azam . tapi malah azam yang di suruh untuk mengantar nya.


" baik bapak" jawab nanda pelan. semua murid jadi melihat nanda. dan panik mereka sangat dekat semua dengan nanda karena nanda anak yang baik. semua teman nanda sangat hawatir. tapi tidak dengan fatma. karena ruang ujian fatma berbeda.


" ayo masuk" perintah azam pada nanda sambil membuka ruang kesehatan


" saya tidak sakit" ujar nanda ketus


" sakit hati " jawab nanda singkat sambil melihat kearah jendela.


azam memperhatikan ke arah nanda. entah apa yang membuat mata azam berkaca kaca . batin nya tersiksa dengan pertemuan nya dengan nanda. seakan ingin melawan yang menghalangi nya. tapi tembok kiai jakfar sangat kuat sekali. azam melawan maka hancur hidup nya.karena menyakiti hati kiai nya.


bruk bruk bruk . suara hantaman keras ke tembok nanda menoleh nya. dan terkejut


" ya allah ustad " ujar nanda panik dan berlari menghampiri azam. tangan nya berlumuran darah


" apa yang kamu lakukan, ini cukup parah . ayo aku obati" ujar nanda hawatir sambil meneteskan air matanya


" tak perlu menyesali . semua sudah terjadi. kenapa kamu harus ikut jadi pengawas ujian. kamu tahu aku berusaha menjauh karena aku takut kita berdosa. " ujar nanda lagi sambil mengobati tangan azam dengan obat merah


azam hanya diam sambil menyandarkan tubuh nya di tembok.


" lihat ini sebaik nya kamu kerumah sakit . " ujar nanda lagi sambil menagis . tampa melihat kearah azam hanya fokus membalut tangan azam dengan kain kasa.


" sudah selesai kita pergi" nanda meletakkan kotak p3k di meja .


" seandainya dengan aku mati bisa menyelesaikan semua . aku ikhlas jika allah memanggil ku" ujar azam pelan nanda melihat kearah nya sambil melotot


" aku hanya seorang manusia biasa yang tak luput dari dosa, bahkan dengan membayangkan dirimu aku sudah berdosa. aku sadar akan semua ini. tapi kenapa kita tersiksa seperti ini . aku tahu allah menguji iman kita . tapi kenapa aku tidak mau menyadari nya. aku tidak pantas menjadi ustad. karena aku belum bisa jadi panutan yang baik. kamu salah bilang aku tegar . kamu salah jika mengira aku tidak tertekan. aku berdiri sampai saat ini karena masih berharap dan meminta ke pada Allah semoga kita masih di persatukan oleh allah. karena hanya allah yang akan mengubah segalanya . aku tegar sampai saat ini hanya demi kamu. karena aku yakin Allah akan memberikan jalan pada hubungan kita nanti. meski aku tidak tahu kapan akan berakhir kisah kita" ujar azam sambil menagis.


Nanda yang mendengar semua itu . menghapus air matanya


" kak. ayo kita keluar dari sini. kita berdosa disini berdua, kalau memang dengan doa akan mengalahkan segalanya maka aku akan melakukan itu meski aku harus bangun tengah malam untuk memohon jalan petunjuk terbaik hubungan kita aku ikhlas.ayo kita jalani kak "


nanda pun keluar dan langsung pulang ke pondok. sedang ustda azam masih di ruang kesehatan dengan mengunci pintu.