
Raesa mempererat pelukannya, merasakan hangat dekapan Sandy, cinta Sandy sudah di bukti kan dengan semua yang Sandy miliki. Laki laki yang rela berubah demi wanita Yang di cintai.
Raesa dan Sandy keluar dari kamar penuh saksi masa lalu yang kelam. Sandy meyakinkan pada satu hati yang membuat nya berubah.
" Abi seperti nya ini sudah waktunya sholat Ashar, ayo Bi kita sholat dulu , karena aku lapar sekali " Ujar Raesa manja
" Baiklah sayang kita sholat dulu, Umik mandi dulu ya, semua keperluan Umik sudah ada di kamar mandi " Ujar Sandy sambil mencium kening Raesa.
" Baik lah Bi , Raesa mandi dulu "
Lalu Raesa pergi meninggalkan Sandy, selesai Raesa mandi di ganti Sandy , kini mereka melakukan sholat berjamaah di musholla yang tersedia di kamar itu.
Tak lupa Sandy berdoa untuk sebuah kebahagiaan keluarga kecil nya.
Selesai berdoa mereka bersiap untuk makan bersama.
Mereka keluar dari kamar menuju kamar zidan, yang ternyata sudah tertidur bersama Bapak Samuel, Raesa dan Sandy tersenyum.
" Umik tahu tidak , dulu ayah sering kesini bersama om Fathullah, terkadang sampai seminggu, ayah itu banyak tahu tentang papi " Ujar Sandy
" Wah bener bi seperti itu , tapi ayah diam saja tidak pernah bercerita "
" mungkin ayah males saja untuk membahas nya "
Lalu mereka pergi menuju ke ruang keluarga yang sudah di tunggu Nanda dan Nando juga Fatma.
" Kak sudah dong bulan madu nya. Ni loh nungguin mau makan" Ledek Nando Senyum senyum
" Maaf kakak masih sholat " Jawab Raesa dengan senyum khas nya
" Hurry and eat, it's already afternoon. You must be hungry " ( cepat makan ini sudah sore. Kalian pasti lapar ) Ujar Ibu Vely yang tiba tiba datang dari arah belakang.
" Whether we eat, we should eat with mama "
( baik kita makan ,sebaik nya kita makan bersama ya mam ) Ujar Raesa menghampiri Ibu Vely
" Eat first dear, I want to accompany Zidan first okay "
( Makan dulu sayang , mama mau temani Zidan dulu oke ) Jawab Ibu Vely
" Oke mama "
Lalu mereka menuju keruang makan.
Di sisi lain ustad Malik sudah sampai di Pesantren An najah, Azam merasa heran melihat kedatangan ustad Malik yang begitu mendadak sekali.
" Assalamualaikum Azam "
" Entah lah Kiai Jakfar memanggil Abah, apa kamu membuat salah ?"
" Tidak Bah , beberapa hari ini saya juga sering di luar pesantren masih ada tugas dari Kiai juga "
" Kalau begitu Abah ketemu Kiai dulu, biar Abah istirahat nanti saja "
" Baik bah "
Ustad Malik berjalan menuju ke pendopo dimana tempat Kiai menerima tamu. sesampai nya di sana ternyata Kiai sedang duduk bercengkrama dengan Miftah putra pertama Kiai Jakfar.
" Assalamualaikum Kiai "
" Waalaikum salam Ustad Malik , mari silahkan duduk " Jawab Miftah dan Kiai Jakfar sambil mempersilah kan duduk
Setelah bersalaman Ustad Malik duduk berhadapan dengan Kiai dan Miftah.
" Bagaimana keadaan paman ? " Sapa Miftah
" Alhamdulillah sehat gus , gus Miftah sendiri bagaimana ? "
" Alhamdulillah sehat juga "
" Ustad Malik maaf sebelumnya, Jauh jauh saya suruh datang kesini, Saya selaku orang tua Aisyah tidak pantas sebenarnya bertindak atau melakukan ini, tapi mengingat masalah anak anak kita tidak sama dengan pemikiran kita , jadi kita tidak bisa memaksannya ustad " Ujar kiai
" Maksud Kiai ada apa dengan hubungan Neng Aisyah dan Abdullah?" Tanya ustad Malik heran dan cemas
" Aisyah tidak menginginkan pertunangan ini di lanjut ustad " Ujar Kiai Jakfar yang membuat Ustad Malik terkejut
" Maksud Kiai tali silaturahmi kita putus? " Jawab Ustad Malik kecewa
" Tidak ustad tali silaturahmi kita tetap, tetapi Aisyah tidak mau di jodohkan karena yang Aisyah ketahui juga Abdullah sedang punya janji pada Nanda, Abdullah punya janji akan melamar Nanda jika suatu saat Nanda mau berubah menjadi wanita muslimah dan Aisyah tidak mau mengecewakan Nanda begitu juga Abdullah harus memenuhi janji itu kasihan Nanda dia sudah rela berubah demi Abdullah meski sebenarnya Nanda tidak pernah punya hubungan selama ini " Jelas Kiai yang membuat Ustad Malik tidak menduga akan semua itu.
" Paman sepertinya kita harus memahami mereka, ini sudah bukan jaman siti nur baya, yang di jodohkan. intinya tetap berjalan di jalan Allah. tetapi tampa perjodohan. kenal langsung menikah. itu lebih baik jika sudah sama sama cocok. Dan ini kesalahan Kita, kenapa dulu kita tidak bertanya kepada Abdullah terlebih dahulu , punya pasangan atau tidak, eh malah kita main jodohin saja" Ujar Miftah sambil senyum
" Subhanallah Kiai kenapa saya tidak memahami tentang semua ini, padahal saya tahu dulu mereka memang sering bertemu ketika belajar mengaji " Ujar Ustad Malik
" Jadi mulai sekarang Abdullah saya bebas kan dari ikatan pertunangan ini. dan mulai sekarang Abdullah saya anggap sebagai keluarga saya sendiri. Biarkan Abdullah tetap di sini menjadi pembimbing dan membantu saya, sampai Nanda kembali dari Kairo "
Ujar kiai Jakfar meyakinkan ustad Malik
" Terimakasih Kiai semoga niat kita selalu di mudah kan " Ujar ustad Malik
Semua sudah jelas tidak ada ikatan pertunangan lagi antara Azam dan Aisyah. tetapi Aisyah harus berjuang lagi untuk cinta nya sendiri. Apakah Nando akan di terima oleh Kiai atau Aisyah di jodohkan dengan orang lain .