KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 163


Ustad Malik masih berbincang bincang dengan Pak Anas, Ibu Ani dan Nanda, mereka masih menanyakan banyak hal kepada Ustad Malik . Sedang kan Raesa di biarkan Sholat dan mengaji di musholla.


" Sementara waktu bawalah Raesa ke An Najah, biarkan dulu dia tenang dan meminta petunjuk kepada Allah, Insyaallah Raesa akan memberikan jawaban yang akan membuat Syaif dan Sandy tidak bermusuhan. Mereka adalah saudara jadi sebaik nya biar kan Raesa tenang dulu, dan Nanda kamu dan Nando harus menjelaskan semua nya kepada Syaif tentang semua yang terjadi karena saya yakin, lambat laun Syaif akan menerima semua ini, masalah hukum pernikahan antara Sandy dan Raesa tetap sah itu menurut saya , Karena Raesa menikah dengan Sandy setelah 3 tahun Syaif meninggal. dan Itu pun sudah benar benar di nyatakan meninggal dan surat kematian dari pesawat yang dia kendarai dulu sudah keluar. Tapi banyak hukum di negara kita, tinggal kita pasrah kan kepada Raesa bagaiman dia akan menjalani nya. Bertahan bersama Sandy atau berpisah dari Sandy saya tidak ikut campur masalah pribadi mereka. Intinya disini saya hanya Mau menasehati saja " Jelas ustad Malik yang merasa kasihan melihat Raesa yang sudah di anggap anak oleh ustad Malik.


" Ustad saya permisi dulu. Mau menemui mama di rumah sakit dan ingin menceritakan semua nya kepada Kak Syaif, Apa sebaik nya ustad juga ikut kerumah sakit. karena saya yakin ustad di butuhkan oleh keluarga saya " Ujar Nanda


" Baik lah saya ikut dengan mu Nanda , tapi sebaik nya kita sholat magrib dulu, karena sebentar lagi akan magrib"


" Bagaimana kalau berjamaah di sini saja ustad, sekalian berdoa bersama untuk masalah anak saya " Ujar Pak Anas


Ustad Malik pun menyetujui. beberapa menit kemudian Azhan magrib berkumandang. mereka pun melakukan sholat berjamaah di musholla yang tersedia di rumah Pak Anas dan Ibu Ani.


Selesai sholat Ustad Malik dan Nanda pergi kerumah sakit, dengan mengendarai mobil sendiri sendiri. Tak lama kemudian Nanda sampai begitu juga Ustad Malik.


Mereka langsung menuju ke ruang Ibu Nafisah. Sesampai nya disana Ibu Nafisah baru siuman Syaif yang Nando menjaga nyaa. Ibu Nafisah memandangi wajah Syaif dan memeluk nya mereka menangis melepaskan rindu antara anak dan ibu.


" Maaf kan mama Nak , waktu itu kamu sudah di nyatakan meninggal karena jasad mu sudah tidak di temukan lagi. Hanya tersisa baju mu saja Nak" Ujar Ibu Nafisah menagis pilu sambil memeluk Syaif


" Ma Syaif tidak pernah menyalahkan mama, bisa kembali lagi ke dalam keluarga ini Syaif sudah bahagia " Ujar Syaif menghapus Air mata Raesa.


" Assalamualaikum " Ustad malik dan Nanda


" Waalaikum salam " Jawab Syaif dan Nando


" Ustad Malik " Sapa Syaif.


" Bagaimana kabar mu Nak "


" Alhamdulillah sudah sehat ustad " Jawab Syaif menyalami ustad Malik.


" Nanda dimana kak Raesa mu? kenapa tidak Ikut dengan mu? " Tanya Syaif kecewa karena Raesa tidak datang bersama Nanda.


" Kak, Ikhlas kan kak Raesa " Ujar Nando


" Apa maksud mu, aku disuruh mengikhlas kan Raesa dia milik ku kami sudah berjanji akan saling mencintai " Ujar Syaif marah


"Kak tapi ini tidak sama dengan yang kakak mau , Taqdir berkata lain kak " Ujar Nanda


" Kakak harus menerima kenyataan, bawah setelah kakak di nyatakan meninggal 3 setengah tahun lalu, membuat kami semua menjadi kasian pada kak Raesa jika harus melewati hari tampa kebahagian, dan kami fikir Kak Raesa pantas bahagia. apalagi ada anak kakak yang butuh kasih sayang seorang Papa, maka mama menikah kan kak Raesa " Ujar Nanda menjelaskan semuanya.


Syaif yang mendengar itu merasa tubuh nya di hantar batu besar bahkan rasa sakit yang di cakaran harimau tidak terlalu sakit di banding kan ucapan Nanda yang mengatakan Raesa menikah .


" Kalian semua sedang bercanda kan " Ujar Syaif dengan suara marah


" Tidak Nak Nanda benar , mama yang salah telah menikah kah Raesa " Jawab Ibu Nafisah yang masih terbaring lemas, dengan meneteskan air mata. Dia tidak berdaya lagi, tidak penyesalan yang harus di sekali, karena semua adalah kehendak yang kuasa, atas semua taqdir nya.


" Kalian tega kenapa kalian mengambil Raesa dari ku, dan memberikan pada orang lain " Ujar Syaif menangis duduk di lantai .


" Nanda tadi kamu bilang anak , apa aku punya anak , Mana anak ku, mana anak ku " Tanya Syaif Lalu pergi berlari keluar.


" Nando kejar kakak mu, dia butuh seseorang untuk di ajak bicara " Ujar ustad Malik


Nando mengejar Syaif yang lari keluar dari kamar Ibu Nafisah.


" Ustad Kenapa ini terjadi " Ujar Ibu Nafisah tetap menangis.


" Sebaik nya Ibu harus tenang, Allah sayang terhadap keluarga Ibu Nafisah, jadi harus lapang dalam menghadapi ini semua." Ujar ustad Malik


" Terimaksih Ustad sudah Mau membantu kami memberikan nasehat nasehat , dimana Raesa saat ini "


" Ma kakak Raesa ada di rumah Pak Anas , biar kan Kak Raesa tenang dulu ma"


" Sandy ? "


" Kak Sandy masih belum ketemu keberadaan nya karena Fatma yang mencari nya bersama Peni "


" Kasian anak itu , yang tidak tahu menau tentang hidup Raesa dan syaif akhirnya ikut menderita "


" Ibu Nafisah jangan hawatir soal Sandy , Insyaallah kalau Sandy baik baik saja. Saya tahu Sandy dia penyabar orang nya, meski sakit hati dia memilih lari kepada Sang Maha Pencipta "


Ibu Nafisah masih sangat sedih, tapi keberadaan Ustad Malik sangat membantu menenangkan hati mereka semua.