
Hari yang di tunggu tunggu oleh Sandy kini sampai juga. Mereka Semua sudah bermalam di hotel dekat pesantren An najah . Setelah semua siap keluarga Sandy . Keluarga Ibu Nafisah . Keluarga Raesa semua berangkat dengan menggunakan tiga mobil. Tetapi tidak dengan Raesa, karena Raesa sudah berada di pesantren.
Di pesantren Raesa sedang di rias di kamar Nanda dan Fatma. Perias yang di pesan oleh pesantren sudah merias Raesa. Nanda menemani Raesa, entah apa yang membuat Raesa tiba tiba menangis. Nanda yang melihat nya terkejut begitu juga Fatma
" Kakak kenapa ? " Tanya Nanda cemas
" Apakah kakak tidak sedang menghianati kakak mu. Karena kakak telah menikah lagi nan? " Tanya Raesa dengan mata berlinang air mata
" Kak buka lembaran baru semua yang telah terjadi ini adalah taqdir. Kakak kenapa menangis ? bukan kah kakak yang selalu mengajari aku untuk menjadi wanita tegar " Nanda memeluk Raesa
Perias itu pun ikut bersedih melihat Raesa yang menangis
" Maaf mbk Raesa air matanya di tahan dulu ya. ini sudah hampir di mulai loh" Ujar sang perias
Raesa menghapus air matanya dengan tisu. Nanda dan Fatma masih menemani nya . Meski Fatma tak banyak bicara . karena Fatma tidak tahu persis kejadian saat Raesa di tinggal oleh syaif.
Tiba tiba Hp Raesa berbunyi. Nanda cepat cepat mengangkat nya.
" Assalamualaikum Nanda "
" Waalaikum salam Ma "
" Nak cepat lah Kita sudah di Masjid " Ujar Ibu Nafisah
" Baik ma kita segera ke masjid" Jawab Nanda
" Cepet ya nak Assalamualaikum "
" Waalaikum salam "
Hp di matikan . Nanda menghampiri Raesa
" Masih lama kak?" Tanya Nanda
" Sudah selesai Nan"
" Kita di tunggu di Masjid kak" Ujar Nanda
" Kakak gugup Nan " Ujar Raesa sambil memegang tangan Nanda .
" Kakak sama fatma ya. Nanda segera menyusul kak" Ujar Nanda
" Fatma tolong tas kakak di bawa ya. dan Handphone nya masuk kan tas kakak" Ujar Raesa
Merekapun melangkah menuju ke Masjid tempat yang cukup Jauh melewati Dalem kiai Jakfar. sesampai nya di Masjid Raesa duduk di dekat Ibu Vely dan Ibu Nafisah juga Ibu ani. sedang kan Sandy duduk di antara santri laki laki Jarak mereka agak berjauhan sehingga Sandy tidak dapat melihat ke arah Raesa.
" Apakah sudah siap " Tanya kiai Jakfar melangkah mendekati Raesa
" Siapa Kiai"
" Baik lah saya akan memulai nya. Nanti kalau sudah sah . Kamu boleh maju ke depan ya duduk dekat Suami kamu "
" Nggih Kiai" Jawab Raesa
Kiai memanggil Sandy untuk duduk di depan kiai Bapak Anas. Bapak Samuel dan Nando duduk di samping Kiai
" Bisa di mulai " Tanya kiai
" Bisa kiai " Jawab Sandy
" Bismillahirohmannirrohimsaya
Saya nikahkan engkau, Muhammad Sandy Samuel bin Samuel fathullah dengan Raesa Nadra Bilkis Humairoh binti Anas Amrullah dengan maskawin cincin 2 gram dan Membaca surat Al Kahfi " Ucap Kiai Jakfar terdengar jelas dan di jawab oleh Sandy
" Saya terima nikahnya Raesa Nadra Bilkis Humairoh binti Anas Amrullah dengan maskawin yang di sebut tunai.
" Bagaimana saksi?"
" Sah sah " Jawab semua penghuni Masjid An najah
Setelah itu Sandy membaca surat al kahfi dengan suara lantang. sehingga santri mendengar nya. Setiap bacaan yang di baca sungguh sempurna . Kiai jakfar kagum dengan kepintaran Sandy .
Tak terasa Raesa menangis entah dia bahagia atau sedih. Kiai jakfar memanggil Raesa untuk duduk di dekat Sandy
Raesa bersalaman dengan Sandi mencium tangan Sandy . Setelah itu menyalami Kiai Bapak Samuel Pak Anas .
Sandy memasangkan Cicin pernikahan nya di jari Raesa.
Kiai memberikan arahan kepada Raesa dan Sandy . Setelah semua selesai . para santriwati dan santri laki laki di persilahkan makan semua sudah mendapat jatah sovenir. Tugas azam sudah selesai dia merasa tanggung jawab nya untuk acara pernikahan Raesa dan Sandy sudah selesai. Azam berharap masalah pribadi nya bisa di bicarakan dengan kiai. Dan mendapat ridho dari kiai