KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 55


Jam menunjukkan pukul delapan pagi, Ibu Nafisah ustad Malik, Nanda ,Nando dan juga Sandy sudah berangkat menuju pesantren, di mana Nanda akan belajar ilmu agama disana.


Sedang Raesa di rumah saja bersama bik Ijah, di ruang keluarga bik Ijah yang memang sangat perhatian terhadap Raesa, bik Ijah merasa kasian karena di usia pernikahannya yang masih 3 bulan sudah menjadi janda.


" Nak Raesa tidak ingin makan sesuatu? "


" Tidak bik , Alhamdulillah Raesa tidak ngidam yang aneh aneh "


" Kalau non mau makan rujak atau pengen jus bibik buatkan"


" Tidak bik terimakasih, Raesa hanya ingin bibik disini nemenin Raesa " Ujar Raesa sambil tersenyum.


Wajah yang selalu ikhlas dengan setiap ujian dan kesabaran yang di miliki membuat keluarga bu nafisah juga menerima kecelakaan pesawat itu dengan lapang .


tok tok tok tiba tiba ada suara ketukan pintu


" Bik siapa yang datang ya?"


" Sebentar bik Ijah buka ya " Ujar bik ijah


bik ijah pergi menuju ruang tamu dan membuka pintunya


" Cari siapa mbak ? "


" Raesa nya ada bik" Tanya si tamu


" Ada , mari silakan masuk kami panggil mbak Raesa nya"


" Terimakasih "


Lalu bik ijah pergi memanggil raesa yang sedang merebahkan tubuhnya di Sofa.


" Nak Raesa ada tamu"


" Siapa bik? "


" Perempuan , bibik tidak pernah melihat nya"


" Baik bik Raesa keluar "


Raesa bangun dari tidur nya dia melangkah menuju ke ruang tamu di ikuti bik Ijah


Sesampai nya di ruang tamu Raesa melihat Anita yang datang


" Anita " Sapa Raesa yang membuat Anita terkejut karena sedang sibuk dengan Hp nya


" Aku sehat , kamu sendiri bagaimana ? "


" Mungkin kamu lihat aku sehat tapi hati aku sakit "


" Lebih sakit aku anita karena saat suamiku meningggal aku sedang hamil"


" Beruntung kamu memiliki hadiah dari Syaif dan aku tetap merasa sakit "


" Anita sudahlah,, mas Ayaif sudah meninggal, tolong maaf kan dia dan jangan di jadikan permasalahan lagi. meski kita sudah berdebat toh kita tidak akan bertemu mas Syaif lagi " Ujar Raesa sambil meneteskan air mata.


" Iya kamu benar bahwa kita tidak boleh berdebat tentang Syaif lagi, aku kesini hanya ingin mengucapkan turut berduka cita yang sedalam dalamnya. dan aku tidak akan lagi mengusik ketenanganmu, terimakasih " Ujar Anita lalu pergi meninggalkan Raesa,


Raesa yang melihat Anita pergi dengan wajah ketus nya membuat Raesa sakit hati, karena Raesa berharap Anita akan berubah setelah mas Syaif tiada, dan bisa menjadi sahabat nya lagi.


" Nak Raesa sabar ya" Ujar bik Ijah


" Iya bik " Jawab Raesa sambil menghapus air mata nya


" Siapkan wanita itu nak ? kenapa Nadanya sinis sekali " Tanya bik Ijah hawatir


" Sahabat ku bik dan mantan mas Syaif juga " Jelas Raesa pada bik Ijah


" Tapi kenapa masih ada wanita egois seperti dia nak padahal kan tuan Syaif sudah tiada"


" Namanya juga cinta bik pasti dia sangat kehilangan"


" Iya juga ya nak, bibik salut sama Nak Raesa yang


mempunyai hati penyabar, dan hati yang selalu ikhlas menghadapi ujian hidup"


" Bik karena Raesa yakin di balik semua ini akan ada Hikmahnya bik"


" Bener , makanya nyonya besar selalu bilang bersyukur punya menantu nak Raesa "


" Bibik raesa itu wanita biasa saja, cuma raesa mengikuti ajaran agama islam "


" Iya juga nak"


" Oh iya bik kita sholat duhur dulu yuk"


" Iya nak bibik siap siap dulu "


Raesa pergi ke kamar nya, dan bik Ijah juga pergi berganti baju dan berwuduk . Setelah siap semua mereka sholat berjamaah di musholla lantai bawah, begitu juga dengan Raesa.