KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 213


Pesawat pun mendarat di bandara moskow Rusia, Raesa yang tidak banyak bicara selalu menjaga jarak dengan Sandy, Sandy pun mengikuti keinginan Raesa lebih memilih Diam tidak berkata apa apa.


Tak lama kemudian mobil yang di kendarai mereka berdua masuk ke area halaman rumah Sandy.


Pintu di buka sebuah pelayanan istimewa mereka menyambut Raesa, Bapak Samuel sudah menunggu di teras rumah.


" Assalamualaikum papi "


" Waalaikum salam Sayang "


Raesa menyalami Bapak Samuel, Bapak Samuel menangis melihat Raesa


" Terimakasih sudah mau datang , kemana saja diri mu Nak kenapa meninggal kan kita begitu lama " Ujar Bapak Samuel sambil memegang tangan Raesa


Raesa yang melihatnya ikut menangis, merasa banyak menyakiti hati Bapak Samuel dan Ibu Vely.


" Maaf Papi, Raesa terpaksa pergi karena Raesa tidak di perjuang kan " Jawab Raesa pelan sambil melirik Sandy


" Istirahat lah terlebih dahulu, nanti sore baru bertemu mami Vely " Ujar Bapak Samuel tersenyum bahagia.


" Bibik antarkan Nyonya Raesa kekamar nya "


Perintah Sandy pada pelayan rumah itu, Raesa pun mengikuti pelayan itu , rumah yang tidak berubah penataan nya, Ketika sampai di depan sebuah kamar yang di buka oleh pelayan itu , Raesa tidak cepat masuk , Mata mulai berkaca kaca, tapi Raesa menahan nya karena takut Sandy melihat nya.


" Nyonya beristirahat lah , jika memerlukan sesuatu silahkan telfon kami, dan kami tunggu jam 1 siang untuk makan siang"


" Baik bik terimakasih "


Pelayan itu langsung pergi Raesa masuk dan menutup pintu kamar itu.


" Ya tuhan kenapa tidak ada yang berubah dari isi kamar ini , kenapa penataan bantal dan selimut ini masih tetap disini , apa kamar ini belum di bersihkan sama sekali " Setelah melihat tempat tidur yang masih seperti waktu Raesa disana , Raesa langsung membuka lemari pakaian yang besar itu


" Oh tidak Baju baju ini masih tetap tersimpan disini, apakah keluarga ini benar benar masih mengharapkan aku " Ujar Raesa sedih


Setelah melihat lemari pakaian Raesa langsung masuk ke kamar mandi, lagi lagi Raesa di kejutkan dengan barang barang milik nya yang masih utuh , Sabun dan semua milik Raesa masih tertata Rapi. dan kimono yang tergantung di kamar mandi, Raesa berlari menuju ke tempat tidur nya dan duduk , dia menangis sejadi jadinya, merasakan kenangan indah bersama Sandy membuat Raesa sakit dalam hati nya, jika harus mengingat semua itu.


Di sebelah kamar Raesa, Sandy merebahkan tubuhnya, Sandy memejamkan matanya, teringat semua yang di lakukan kepada Raesa, menyakiti dan meninggalkan nya .


" Aku pantas mendapatkan hukuman ini , aku sudah melepaskan mu padahal aku pernah berjanji untuk menjagamu" Seru Sandy dalam hati.


" Aku harus menjaga jarak jika tidak aku akan menyiksanya " Ujar Sandy lirih


Jam sudah menunjukkan jam 1 siang selesai sholat Dhuhur Raesa keluar menuju ruang makan, disana sudah menunggu Bapak Samuel tapi tidak ada Sandy, karena Sandy berusaha menghindar dari Raesa.


" Makan lah Sayang , setelah ini kita akan menemui Mami vely" Ujar Bapak Samuel tersenyum.


" Baik papi "


Mereka pun makan , tapi Raesa masih mencari sosok Sandy yang tidak ikut makan bersama. Setelah selesai makan Raesa di ajak ke kamar khusus ibu Vely.


Pintu di buka di sana berdiri dua pelayan yang menjaga Ibu Vely 24 jam bergantian.


Raesa melangkah mendekat, seketika Raesa tidak bisa menahan tangis nya melihat Tubuh Ibu Vely yang sangat kurus dan di penuhi alat alat di badannya.


Raesa mencium kening ibu Vely dan duduk di dekat nya sambil memegang tangan Ibu Vely.


" Assalamualaikum mamma, I miss mamma, here I come mamma, wake up sorry I'm already dead right you, mamma I know you still keep giving mom" (Assalamualaikum mami,aku rindu mami, ini aku datang mami, bangun lah maaf kan aku sudah meninggal kan mu , mami tahu pemberian mami masih aku simpan).


Raesa mencoba menghibur . membangunkan Ibu Vely, tiba tiba Air mata Ibu Vely mengalir , Raesa dan Bapak Samuel terkejut dan bahagia


" papi lihatlah mama menangis" ujar Raesa senang


" Pasti mami mendengarkan mu berbicara nak " Ujar Bapak Samuel


" Semoga seperti itu pap"


Lalu Raesa berbisik di telinga Ibu Vely


" Mom if my arrival becomes a medicine for you, then I will take care of you, but if you still don't want to wake up, then I will go away from you" ( mami jika kedatangan aku menjadi obat untuk mami , maka aku akan menjaga mami , tapi jika mami tetap tidak mau sadar , maka aku akan pergi jauh dari mami ) Bisik Raesa di telinga Ibu Vely