
Tak lama kemudian, mereka sampai dirumah bapak Kurni lelaki tua yang mau menjual sawah. Mereka mengetuk pintu rumah nya
" Assallamualaikum " Panggil Akmal
" Waalaikum salam " Jawab Pak Kurni
" Pak Akmal dan Ibu Amanda ada apa ya tumben main kerumah bapak ? "
" Kami ada perlu sama bapak"
" Monggo duduk bapak, ibuk"
" Terimakasih bapak"
" Ada keperluan apa pak Akmal ? "
" Kami mau bertanya sawah bapak , apa masih mau di jual pak yang dekat sawah saya ? " Tanya pak Akmal
" Iya Masih pak Akmal, soalnya saya mau ikut anak ke kota sudah capek ngurusin kerja sawah"
" Kalau begitu bos saya mau beli pak"
" Boleh boleh pak akmal" itu tiga hektar semua saya kasik 1M bagaimana? "
" 700 jt pak saya bayar cas " Ujar bu Amanda
" 850 sudah kalau mau, soalnya bapak mau jual semua itu "
" Baik pak saya telfon bos saya dulu" Ujar Amanda, lalu amanda menelfon raesa tak lama telfon diangkat
" Assalamualaikum Mbk Raesa "
" Waalaikum salam mbk Amanda , bagaimana apa sudah sampai?"
" Alhamdulillah mbk sudah sampai, mbk ini harganya pas 850 tiga hektar mau di berikan semua mbk, bagaimana mbk?"
" Oke terima saja mintak nomer rekening nya ya mbk Amanda saya langsung transfer "
" Baik mbk saya wathsap sebentar lagi nomer rekening nya" Ujar Amanda
" Assalamualaikum " Ujar Amanda lagi menutup telfon nya
"Waalaikum salam " Jawab Raesa di sebrang sana.
Lalu Amanda meminta semua surat surat tanah itu dan pembayaran pun di lakukan dengan di transfer
" Ibu Amanda pak Akmal untuk sertifikat nanti saya suruh desa urus semua nya"
" Baik pak kita percaya kok sama bpk"
" Monggo pak Akmal saya sangat berterima kasih karena pak Akmal sudah bantu saya mencari pembeli. nanti pak Akmal saya kasik komisi "
" Tidak usah pak terimakasih ini juga usaha buat saya, jadi tidak usah bapak memberikan kepada saya"
" Terimakasih pak Akmal kebaikan nya semoga allah membalas semua kebaikan bapak Akmal ya"
" Amiiin "
" Kalau begitu kami pamit pak" Ujar Amanda
" Terimakasih bu Amanda "
" Sama sama,mari pak assalamualaikum
" Waalaikum salam "
Lalu mereka pulang menuju rumah Amanda. Pak Yono karena sudah kelelahan dia tidur di teras rumah Akmal, dengan suasana angin sepoy sepoy pak Yono tertidur di kursi panjang yang terbuat dari rotan, sedang kan Amanda bersama Akmal masuk menuju ke kamar Rrdi adik pak Akmal yang sedang sakit parah karena terhanyut air sungai, wajah yang sudah rusak dengan tetap di bungkus kain kasa.
" Yah apa Ardi belum sadar dari amnesia nya"
" Belum bu "
" Semoga cepat sembuh ya yah kasian dia juga tidak bisa bertatap muka langsung,karna wajahnya yang rusak kasian sekali. coba kita ada uang pasti kita bisa bawa Dia kerumah sakit, kita masih harus cicil hutang kita"
" Sabar bun kalau kita sabar insyaallah ada jalan bukti nya sekarang mbk Raesa bantu kita bun"
" Iya ayah benar, tidak usah sadar amnesia nya bisa bicara kan sudah enak yah"
" Pasti nanti bisa bun "
" Baik lah Bunda mau masak dulu yah"
" Nener ayah dah kangen masakan bunda" Ujar pak Akmal mencium kening istrinya
" Sudah tua yah jangan kayak anak muda" Ujar Amanda lalu pergi ke dapur memasak.
Setelah selesai masak Amanda membangun kan Kesya dan Mery dan Akmal membangun kan pak Yono. Setelah cuci muka mereka makan bersama sama.
Malam harinya pak Yono Amanda dan Akmal membahas semua dari biaya material dan gaji kuliah bangunan nya Amanda mencatat dan akan melaporkan kepada Raesa untuk berbelanja pembuatan kandang ayam tersebut.
" Besok saya antar bu Amanda ke kota dan lusa saya kembali lagi dengan membawa semua kebutuhan nya"
" Saya sudah menghubungi pekerja nya Pak Yono "
" Baik pak cari yang banyak ya pekerja nya biar cepat selesai " Ujar pak Yono setelah semua di rapat kan dan hasilnya sudah di setujui mereka istirahat di kamar.