
Di kediaman Ibu Nafisah, Raesa tetap mengaji menenangkan fikiran nya , tak lama kemudian Syaif datang . Tapi Syaif terkejut karena Raesa sedang menangis sambil mengaji , Syaif merasa terkejut dan langsung melempar jas nya ke sofa, dan memeluk Raesa dari belakang, yang membuat Raesa terkejut atas kedatangan suaminya, Raesa meletakkan Al Quran nya
" Ada apa sayang ?" Ujar Syaif cemas
" Mas !! Raesa bertemu Anita" Jawabnya dengan suara yang masih menangis, Syaif terkejut karena Anita sudah datang menemui Raesa
" Kapan Anita kesini? apa yang dia katakan ?? dan apa yang anita lakukan sehingga kamu menangis " Tanya Syaif penuh cemas dan marah karena Syaif takut anita mengancam Raesa.
" Mas apa yang harus aku lakukan? aku bingung mas?"
" Bingung apa sayang? kamu tidak bersalah dalam hal ini"
" Tapi Anita mintak aku melepaskan dirimu "
" Sekarang aku bertanya padamu apa kamu ikhlas ingin melepaskan aku untuk sahabat mu ?"
" Jika dengan aku ikhlas bisa membahagiakan hati seseorang KU IKHLAS melakukan nya mas, mungkin Allah memberi jalan ini untuk ku" Ucapnya sambil menangis mempererat pelukannya.
" Yakin kamu ikhlas ? "
" Insyaallah mas aku ikhlas berbagi " Ujarnya lagi
" Tapi aku tidak " Ujar smSyaif singkat
" Kamu boleh menyuruh ku apa saja tapi tidak untuk menikah dengan Anita"
" Tapi dia terluka mas"
" Islam memang tidak melarang menikah lebih dari 1, tapi mas tegas kan sekali lagi kalau aku tidak mau "
" Meski pun itu aku yang meminta apa mas akan menolaknya ?"
" Iyaa aku tidak peduli lagi dengan apa yang kamu pinta " Ujar Syaif marah sambil melangkah menuju jendela kamarnya, di susul Raesa
" Sekali lagi mas tidak akan mengikuti kemauan mu, dalam islam sudah jelas tidak boleh melawan kepada suami , dan hari ini kamu melawan ku demi sahabat mu yang mau merusak hubungan kita " Ujar Syaif sangat marah, yang membuat Raesa duduk bersimpuh di lantai memeluk kaki suaminya, dan memohon maaf atas kelancangan nya memaksa menikah dengan Anita.
" Mas ampuni Raesa sudah lancang memaksa mu, Raesa janji tidak akan seperti ini lagi, Raesa ingin menjadi istri yang patuh pada suami " Ujar Raesa sambil menangis. Syaif menjadi kasihan terhadap istrinya.
" Bangun lah dan ber janji lah bahwa kamu tidak akan meminta ini lagi dari mas"
" Iya mas, maaf kan Raesa " Jawab Raesa memeluk suaminya erat.
" Sudah ini sudah jam 6, kita bersiap untuk sholat, hapus air matanya aku tidak mau istriku sering menangis untuk hal yang tidak penting " Ujar Syaif tegas karena Syaif merasa Raesa sudah terpukul dengan hal yang di lakukan Anita.
Syaif sangat marah pada Anita , Syaif memang harus membawa Raesa pergi untuk sementara waktu karena itu yang akan membuat Raesa tenang.
Akhirnya Raesa dan Syaif bersiap untuk sholat berjamaah di musholla bersama keluarga. Selesai bersiap siap mereka menuju musholla menemui Ibu Nafisah dan adik adiknya. sholat berjamaah pun di lakukan selesai sholat dan ngaji bersama mereka duduk sambil menunggu waktu ishak tiba.
" Nando kakak titip mama sama Nanda ya jaga mereka " Ujar Syaif pada Nando
" Emang kakak mau kemana tumben berpamitan " Ujar Nando
" Mas mau kemana?" Tanya Raesa juga merasa heran
" Kakak mu mau jalan jalan dulu, kasian kak Raesa nya belum pernah di ajak jalan jalan " Jawab Ibu Nafisah pada Nanda dan nando, sedang Raesa terkejut dengan apa yang di rencana kan mertua nya
" Mama kenapa Raesa tidak tahu?"
" Kejutan nak mama sengaja tidak bilang ini pada kalian"
" Iya sayang karena mas rasa ini akan membuat mu lebih tenang nantinya" Ujar Syaif juga.
Lain lagi dengan Nanda yang hanya tersenyum tidak banyak bicara, karena memikirkan Azam yang memberikan syarat yang tidak mungkin di lakukan oleh Nanda, karena Nanda juga tidak mau berpisah dari mamanya Ibu Nafisah. pesantren adalah tempat dimana Nanda tidak bisa berbuat apa apa dan akan di kurung tampa ada kebebasan, itu menurut Nanda.