KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 34


Malam itu Anita benar benar hancur, kedatangan nya dari luar negeri bukan mendapat kebahagiaan tapi awal kehancuran buat Anita.


Dia merasa sudah tidak punya tujuan hidup karena orang yang di cintai nya tampa sadar sudah di rebut sahabat nya sendiri.


Anita hanya bisa menangis di kamarnya merasa dirinya tidak ada teman bicara lagi.


" Saat aku sedih Raesa yang selalu menjadi sahabat yang mau mendengarkan semua keluh kesah ku, tapi saat ini Raesa sudah menghancurkan kan semua impian ku" guman anita dalam hati yang membuat nya semakin terluka.


Anita bangun dari tempat tidurnya dia mengambil tas dan kunci mobilnya, rumah Anita begitu sepi karena orang tua Anita masih berada di malaysia, Anita masuk kedalam mobilnya setelah itu Anita pergi meninggalkan rumahnya, melajukan mobilnya dengan kencang sekali. Tak lama kemudian Anita sampai di bar, fikiran Anita saat ini kacau dia mencari ketenangan di bar sampai fikiran nya menjadi tenang.


Sesampai nya di dalam Anita langsung duduk di sudut ruangan itu sambil memesan satu botol bir.


" Maaf nona mau pesan apa? " Tanya pelayan bar itu


" Bawakan satu botol bir padaku " Jawab Anita


" Baik nona " Jawab pelayan itu.


Lalu pergi mengambil pesanan Anita, setelah itu pelayan bar itu menuju ke arah Anita lagi


"Ini nona pesanan nya "


" Berapa ? "


" Satu juta delapan ratus nona " Jawab pelayan itu, Anita langsung memberikan uangnya . setelah pelayan pergi Anita langsung menuangkan pada gelas, lalu meminum nya.


" Mmmmm nikmat nya, aku benci mereka semua yang mempermain kan aku, hanya ini yang bisa menjadi teman ku " Ujar Anita berbicara sendiri sambil senyum senyum dan menangis.


Jam sudah pukul 2 dini hari, bar tempat Anita sudah mulai sepi dan segera mau tutup,tapi Anita hanya tinggal sendiri karena sudah sangat mabuk sekali, seorang pelayan beberapa kali menyuruhnya pulang tapi Anita tak menghiraukan kan nya, dan akhirnya tak sadar kan diri di di dalam bar itu.


" Halo selamat malam " Sapa manager itu


" Maaf dengan siapa ya ? ada perlu apa?" Tanya seorang dari sebrang sana, yang tak lain adalah Raesa.


" Maaf ibuk atau mbak, saya dari pelayan bar ingin memberitahukan bahwa teman atau saudara anda yang bernama Anita sedang tidak sadarkan diri di bar, dia mabuk berat " Ujar pelayan bar itu. Seketika Raesa lemas kerana terkejut, Raesa sangat hawatir dengan keadaan Anita.


" Dimana alamatnya bapak" Tanya Raesa


" Jln sumatra 5 bu " Jawab si pelayan lalu menutup teleponnya. Raesa membangun kan Syaif dengan mata berkaca kaca


" Mas bangun ayo jemput Anita di bar dia tidak sadarkan diri " Ujar Raesa sedih yang membuat Syaif juga terkejut.


" Apa yang Farah lakukan itu bodoh" Ujar syaif pada Raesa


" Tapi dia terluka mas " Suara Raesa sedih sambil meneteskan air mata. Syaif jadi tidak tega melihat Raesa lalu memeluk nya.


" Ayooo kita berangkat jangan menangis ya " Syaif merangkul Raesa lalu keluar dari kamar nya. Mereka keluar rumah menuju mobil, Syaif pun menjalankan mobilnya menuju tempat Anita.


Tiga puluh menit kemudian mereka sampai Syaif langsung masuk menuju ke dalam bar begitu juga Raesa, sampai di dalam Raesa langsung memeluk sahabat nya itu sambil menangis


" Maaf bpk ibu mohon segera di bawa, soalnya kami akan tutup " Ujar seorang pelayan


" Baik kita akan membawa nya , bisa bantu kami mengangkat nya ke mobil " Syaif meminta bantuan pada seorang satpam.


" Baik bapak mari kita angkat " Pelayan itu membantu Syaif membawa Anita ke dalam mobil. setelah itu Syaif berpamitan pada seorang yang membantu nya dan pergi meninggalkan bar itu.