KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 122


Nando sudah sampai di rumah. Setelah bertemu Ini Nafisah Nando duduk di dekat Ibu Nafisah


"Ma mana Kakak Aku kangen sama Zidan "


" Lagi nganterin kakak Sandy sama Om Samuel juga Tante Vely ke rumah Bu Ani dan pak Anas"


" Kapan mereka datang mah Kok aku nggak tahu" Ujar Sandy


" Kamu kan sibuk Mama juga nggak sempet bilang sama kamu. Kalau mau ada Om Samuel sama tante Vely. Sudah sana mandi ini sudah sore kamu belum sholat"


" Siap Mama sayang. Oh ya Ma kapan kita akan menyambut Nanda. Nanda kan sebentar lagi mau lulus"


" Setelah pernikahan kakakmu Nanda baru pulang. Sekarang dia masih belum bisa pulang kan ijazah nya juga belum keluar. Lagian untuk pendaftaran nya ke Kairo kan pakai online nggak usah repot-repot datang kesana terlebih dahulu"


" Iya juga sih Ma. Tapi nanti sebelum kita kuliah ma aku mau ikut kak Raisa dan Kak Sandy ke Rusia dulu. Kita mau jalan-jalan soalnya kita juga udah lama nggak pergi ke Rusia. Kasihan loh tante sama Om di sana cuma berdua saja"


" Boleh terserah kalian mau berapa hari di sana yang terpenting begitu Masuk kuliah kalian sudah ada di Indonesia dan untuk Nanda nanti dia harus berangkat ke kairo bulan agustus awal" Ujar Ibu Nafisah pada Nando


" Alhamdulillah kita bisa jalan-jalan juga. Tapi Mama ikut kan ? Soalnya mama juga udah lama nih nggak kemana-mana ayo dong ma ikut sama kita"


" Terus perusahaan yang urus siapa? " Ujar Ibu Nafisah


" Iya juga ya ma , ah terserah mama lah"


" Sudah sana kamu ini mau ngobrol terus sama mama. Ini loh udah jam berapa kamu belum sholat ashar Ayo cepet sana mandi dulu Lalu Sholat"


Nando pun meninggalkan Ibu Nafisah menuju kamar nya untuk menunaikan kewajiban nya.


Bapak Samuel mengajak Sandy dan Raesa dengan mengendarai mobil sendiri Bapak Samuel membawa mereka menuju perumahan elit yang tengah jadi pembicaraan di kalangan konglomerat.


Setelah beberapa menit dan sekitar mobil berjalan satu kilo dari pos satpam. Mobil yang di kendarai keluarga Bapak Samuel berhenti.


" Had reached" ( susah sampai) Ujar Ibu Vely


" Whose house is this mom?" ( rumah siapa ini mami) Tanya Sandy heran


" Here are your wedding gifts " ( ini hadiah pernikahan anda berdua ) Ujar Ibu Vely yang membuat Sandy terkejut


" Maaf papi tidak memberi tahu kalian masalah rumah ini. Papi rasa ini cara papi buat membuktikan kalau papi menerima Raesa sebagai menantu papi. Karena papi merasa tidak enak kepada Adik Nafisah. Biar pun Raesa sudah di anggap putri oleh adikku tapi dia akan menjadi tanggung jawab mu . Dan Papi memberikan rumah ini buat tempat istirahat kalian jika hari sabtu dan minggu" Jelas Bapak Samuel


Sandy memeluk Bapak Samuel kemudian memeluk Ibu Vely


" Maaf kan Raesa pa ma . Raesa tidak bermaksud tidak patuh pada kalian . Tapi mama Nafisah sudah memberikan hidup baru untuk Raesa. mohon di maaf kan" Ujar Raesa dengan mata berkaca kaca


" Sudah saya papa sama mama memahami . Apalagi Mama Nafisah adalah adik kita , saya tahu dia wanita yang sangat baik. Dan Sandy betah tinggal di rumah itu " Ujar Bapak Samuel sambil memeluk raesa yang terlihat sedih.


" kenapa hanya bersedih ayo kita lihat di dalam nya"


Ajak Bapak Samuel


Mereka masuk kedalam rumah yang begitu besar itu Tidak kalah besar nya dengan rumah Ibu Nafisah.


Terdapat ruang tamu yang begitu luas dan ruang keluarga juga dapur dan meja makan yang modern . ada taman dan kolam renang anak dan dewasa semua sudah tertata rapi dengan di lantai bawah terdapat 4 kamar tidur dan di lantai 2 terdapat 3 kamar tidur dan di lengkapi Musholla yang begitu luas di lantai satu.


" Ya Allah papi mami terimakasih "


" Sudah jangan bersedih. Oh iya zidan kakek punya sesuatu untuk Zidan " Ujar Bapak Samuel membawa zidan masuk ke ruangan yang bersebelahan dengan ruang keluarga.


Pintu di buka betapa senang nya zidan melihatnya dan meminta turun. Raesa juga terharu dengan kebaikan Bapak Samuel. Didalam ruangan yang terdapat bermacam macam mainan. Seperti area bermain saja.


" papa mama terimakasih ini sangat berlebihan " Ujar Raesa


" Kamu akan menjadi bagian dari hidup anak ku . Jadi papa tidak akan membuat kamu dan Zidan seperti orang asing di keluarga ini"


" oke papi and mami kita harus ke rumah tante. ini sudah mau Maghrib. Biar kita tidak terlambat untuk sholat"


" Baik bapak ustad Sandy hahahah" Bapak Samuel tertawa melihat Sandy yang sudah banyak berubah menjadi lelaki yang sangat baik .


Kunci rumah itu di serah kan kepada Sandy setelah itu mereka pergi meninggalkan rumah mewah itu.