
Setelah sholat ishak mereka pergi ke ruang keluarga, tiba tiba ada bik Ijah yang datang menghampiri.
" Tuan syaif ada ustad Azam dan ustad Malik di ruang tamu" ujar bik ijah sopan
" Oh iya bik kita kesana " Jawab Syaif yang membuat Nanda cemas dan hawatir takut Azam mengadu pada kakaknya.
" Bik buatkan kopi ya ustad malik suka kopi kalau ustad Azam saya tidak tahu jadi buatkan teh saja" Perintah Raesa pada bik Ijah
" Baik nak " Jawab bik Ujah lalu pergi.
Setelah itu Raesa dan Ibu Nafisah menuju ruang tamu menyusul Syaif, Nanda dan Nando masuk ke kamar masing masing. Beda dengan Nanda dia masuk karena takut Azam mengadu pada kakak nya.
" Ah biar lah kak Azam melapor pada kakak ku, aku sudah siap" Seru nya dalam hati lagi
Di ruang tamu ustad Nalik menyampaikan tentang Azam yang akan di ganti lagi oleh ustad Malik sendiri.
" Maaf nak Syaif, saya mau meminta ijin Azam tidak mengajar ngaji lagi disini " Ujar ustad Malik.
" Loh kenapa pak ustad apa nanda bikin salah atau keluarga kami kurang baik ? " Tanya Syaif
" Mohon maaf bapak Syaif, saya ada panggilan mengajar di pesantren " Jawab Azam
" Tapi nanti saya yang akan menggantikan Azam disini " Ujar ustad malik memperjelas semuanya.
" Kami sangat berterima kasih karena sudah membantu kami " Ujar Syaif .
Sedang Raesa permisi menuju ke kamar nya mengambil uang untuk membayar Azam. Setelah itu Raesa kembali ke ruang tamu dan duduk kembali di dekat Syaif.
" Azam ini terimalah" Raesa memberikan amplok ke Azam.
" Tidak usah kak saya ikhlas mengajar ngaji disini"
" Saya mohon terimalah karena kami tidak mau seperti ini, " Ujar Raesa memohon pada Azam. dengan terpaksa Azam menerimanya
" Terimakasih banyak kak"
" Wa alaikum salam " Jawab semua keluarga Ibu Nafisah.
Ustad Malik dan Azam meninggalkan rumah Ibu Nafisah, setelah sampai ustad Malik dan Azam langsung istirahat ke kamar masing masing.
Azam adalah anak yang taat beribadah meski di besaran tampa ibu tetapi ustad Malik bisa membesarkan sendiri dengan didikan di pesantren meski tidak kuliah tetapi Azam menjadi seorang ustad yang sering mengisi acara di resepsi dan acara acara ke islaman.
Di kediaman Ibu Nafisah Raesa merasa rindu pada kedua orang tua nya, karena sudah beberapa minggu tidak main kerumah ibuknya, jam menunjukkan pukul sepuluh malam, raesa menghampiri syaif keruang kerjanya, yang sedang sibuk mempersiap kan semua berkas untuk di alih kan pada Ibu Nafisah selama Syaif di luar Negeri.
" Mas aku rindu sama ibuk dan ayah " Ujar Raesa yang membuat Syaif terkejut dengan kedatangan istrinya
" Eh sayang maaf sampai tidak menyadari kedatangan istri tersayang ku ini " Ujar Syaif mencium kening Raesa
" Kita memang sudah lama tidak menjenguk Ibuk dan Ayah, oke malam ini kita kesana dan bermalam disana " Ujar Syaif yang membuat Raesa senang.
Raesa dan Syaif keluar dari ruang kerjanya dan pergi kekamar mengambil tas, setelah itu mereka berangkat kerumah ibu ani. Karena jarak yang sangat dekat tidak sampai 10 menit mereka sampai.
" Assallamualaikum " Ucap Raesa sambil mengetuk pintu rumah ibuk nya, dan tak lama kemudian pintu terbuka
"Wa alaikum salam.... Raesa nak Syaif " Jawab bu ani terkejut karena anakny datang malam malam, Raesa pun bersalaman dengan ibunya begitu juga Syaif.
" kenapa malam sekali kesini, kalian tidak apa apa kan?"
"Tidak apa apa bu, oh ya ayah mana bu?"
" Masih di musholla nak sholat " Ujar bu Ani, tapi tak lama kemudian bapak Anas keluar dari musholla,
Syaif dan Raesa langsung bersalaman kepada ayahnya.
" Bagaimana keadaan kalian, ayah sangat rindu" Ujar pak Anas memeluk Raesa dan Syaif.
" Alhamdulillah sehat, malam ini kita mau bermalam disini " Ujar Raesa
" Ya udah istirahat ini sudah malam, kita lanjut besok ngobrol nya " Ujar pak Anas.
Syaif dan Raesa pun masuk ke kamar nya dan istirahat.