KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 212


Malam hari di rumah kediaman Raesa, Sandy sudah datang dan langsung menuju ruang makan, terlihat Ibu Ani sangat sibuk mempersiapkan nya sendiri, sedangkan Raesa masih tetap berada di dalam kamarnya, Setelah selesai menghidangkan makanan di meja Ibu Ani langsung mengetuk pintu kamar Raesa


" Raesa bangunlah nak ada sandi di sini kita makan bersama-sama "


Pintu pun terbuka, Raesa langsung duduk di dekat Pak Anas.


" Assalamualaikum " Sapa Sandy


" Waalaikumsalam " Jawab Raesa singkat sambil menunduk.


" Nak Sandy mari silahkan makan "


" Iya Ibu " Sandy pun makan tidak ada pembicaraan di antara mereka.


Selesai Makan, Raesa langsung masuk lagi ke kamar , Sandy memahami apa yang Raesa rasakan.


" Bapak Sandy permisi dulu, besok sore saya jemput Raesa untuk berangkat ke rusia"


" Iya nak , mohon untuk memahami keadaan " Ujar Ibu Ani


" Iya ibu Saya sudah mengerti , mari Ibu Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam "


Setelah bersalaman dengan Ibu Ani dan Pak Anas Sandy masuk kedalam mobil nya dan pergi.


Ibu Ani masuk kedalam kamar Raesa , Raesa yang melihat Ibu Ani langsung bangun dan memeluk nya .


" Ibu kenapa harus bertemu lagi bu " Ujar Raesa menangis


" Nak kamu yang selama ini selalu mengikhlas kan sesuatu yang terjadi , jadi apapun yang hari ini kamu hadapi itu bukan kebetulan terjadi, tapi itu memang sudah di atur oleh Allah, kamu dengar apa yang di katakan Sandy yang di derita oleh Ibu Vely, dia sangat menyayangi mu nak sampai dia sakit begitu lama , meski tidak ada cinta lagi untuk Nak Sandy, tapi masih ada rasa kemanusiaan di hati mu nak, pergilah dan buat Ibu Vely menemukan hidup nya kembali" Ujar Ibu Ani menasehati Raesa.


" Aku takut Ibu , aku takut hati ku masih mencintai nya , aku tidak sanggup lagi menderita berulang kali ibu, lebih baik Raesa hidup sendiri sampai Raesa mati " ujar Raesa yang terlihat pasrah


"Nak jangan mengatakan itu lagi, di dunia ini sudah di atur hidup nya oleh Sang Maha Pencipta nya , kamu sebenarnya lebih tahu dari pada ibu, tapi kenapa kamu terlihat pasrah dan tidak ikhlas Nak menghadapi ini semua "


" Ibu Raesa mau mengaji dulu, mintak petunjuk apa yang terbaik dari semua masalah ini "


" Nah itu baru Raesa yang tidak pernah menyerah pada suatu keadaan "


" Terimakasih ibu, selama ini ibu yang selalu menguatkan aku "


" sudah ambillah wuduk dan mengaji lah "


" Assalamualaikum mama " Sapa Aisyah yang langsung memeluk Ibu Nafisah


" Waalaikum salam Nak, mama kangen kalian "


" Kita juga kangen mama " Jawab Aisyah dan Nando


Nando dan Aisyah langsung masuk di dalam ruang tamu Semua pelayan menyambut Aisyah.


" Terimakasih sudah menyambut kedatangan kami " Ujar Nando dan Aisyah.


" Hei kak Nando , Mbak Aisyah " Sapa Nanda yang baru turun dari lantai 2.


" Nanda , Azam bagaimana kabar kalian "


" Alhamdulillah sehat Mbk " Jawab Nanda lalu memeluk Aisyah


" Kakak sama Fatma " Tanya Aisyah


" Ah lagi pacaran tu,,, kalau tidak di panggil mana mau keluar " Ujar Nanda sambil tertawa


yang lain pun ikut tertawa karena Syaif lebih sering di dalam kamar jika sudah tidak ada acara di luar .


Di kamar Syaif masih mencumbu Fatma, entah yang membuat Syaif sangat mencintai Fatma, perasaan yang di miliki membuat Syaif takut melakukan sebuah kesalahan lagi, Fatma menikmati cembuan Syaif .


" Sayang Udah dong , aku capek ayo keluar, kita menunggu Nando ,hari ini dia mau datang "


" Sebentar sayang Aku masih ingin menikmati tubuh mu ini "


tiba tiba ada ketukan pintu, Fatma tersenyum senang, sedang Syaif merasa kecewa karena hampir memulai peperangan nya .


" Ah mengganggu saja siapa sih, cepat buka pintu nya aku mau ke kamar mandi, lihat senjata ku siap beraksi ini " Ujarnya setengah kesal , lalu masuk kekamar mandi , Sedangkan Fatma memakai hijab nya, setelah rapi Fatma keluar membuka pintu nya .


" Hei kakak ipar kenapa di kamar terus sih adik nya datang pada gak tahu, mana Kakak " Ledek Nando


" Itu di dalam masih di kamar mandi "Jawab Fatma


Nando main masuk saja. sedang Fatma memeluk Aisyah dan langsung pergi menuju ke ruang keluarga lantai dua , mereka duduk dan berkumpul, mereka saling meledek, Ibu Nafisah menangis menyaksikan kebahagiaan itu, yang sudah lama hilang.


" Terimakasih ya Allah sudah mengembalikan kebahagiaan dirumah ini " Serunya dalam hati , dan langsung masuk kekamar nya.