
Selesai sholat subuh Raesa dan Sandy kembali ke kamar nya, begitu juga Nando dan Ibu Nafisah kembali kekamar untuk istirahat kembali.
" Umik jatah nya mana "
Tanya Sandy sambil memegang tangan Raesa
" Jatah apa Bi??? "
" Umik tadi setuju mau melakukan kewajiban Umik dulu "
" Ya sudah lakukan Biiii kenapa harus berpamitan wanita seumpama ladang Bi, jadi Abi pemilik nya. Abi bebas melakukan apa saja yang Abi mau. Umik ini milik Abi dari atas sampai bawah, jadi terserah Abi mau di mulai dari mana" Ujar Raesa membuat Sandy melihat nya dengan tatapan bahagia
" Sekarang sudah mulai berani ya sama Abi, lalu Abi di tangtang bisa melakukan dari mana saja, awas ya akan Abi buat Umik tidak bisa kemana mana " Ujar Sandy sambil memeluk dan menciumi wajah Raesa.
Raesa benar benar pasrah dan memilih memejamkan kan matanya. Setelah lama saling bercumbu, dua pasangan suami istri itu akhirnya melakukan kewajibannya.
Sandy merasa senang melihat Raesa yang tersenyum manis, Sandy bersyukur bisa membawa Raesa pergi jauh dari masa lalu nya.
" Bi cepat Mandi, Umik mau mandi juga , karena nanti Umik ada meeting di kantor"
" Jangan pakai mak up, lipstik juga, pakai yang warna tidak mencolok, Abi tidak mau istriku di pandang lelaki lain dengan nafsu" Ujar Sandy sambil memeluk tubuh Raesa.
" Baik Imam ku, Umik akan berdandan natural saja" Jawab Raesa tersenyum sambil mencium pipi Sandy
" Maaf jika Abi membuat mu merasa tertekan, tapi Abi takut di laknak oleh Allah jika tidak bisa menjaga Umik, apalagi berurusan dengan agama, Abi takut "
" Biiii kenapa mintak maaf, Umik malah suka Abi menjaga Umik dari siksa api neraka" ujar Raesa sambil menatap Sandy.
" Baik lah Abi mandi terlebih dahulu "
" Iya Bi Raesa tar lagi ganti Abi ya mandi nya"
Ujar Raesa .
Setelah mandi Raesa dan Sandy bersiap siap, lalu mereka berdua keluar dan menuju ke kamar Zidan . Sesampainya di kamar Zidan mereka mencium Zidan bergantian.
" Maaf mbk Raesa Baby Zidan nanti waktu nya imunisasi " Ujar Peni mengingat kan Raesa
" Ya Allah mbk Peni hampir lupa , makasih sudah di ingat kan , nanti jam 2 kita bawa Zidan ke dokter sulis" Ujar Raesa
" Nanti biar saya saja yang mengantar Zidan, jadi mbk Peni di rumah saja. Dan Umik nanti Abi antar ke kantor biar nanti jam 2 Umik jemput ke kantor"
" Baik tuan"
" Ngapain bilang terimakasih, aku papanya Zidan Umik " Ujar Sandy mencubit pipi Raesa. Peni yang melihat nya tersenyum bahagia melihat Raesa dan Sandy bahagia.
" Ya sudah mbk Peni nanti kalau sudah bangun tolong, cepat di bawa turun berjemur seperti biasa "
" Baik mbk Raesa "
Raesa langsung turun menuju ruang makan, terlihat Ibu Nafisah dan Nando sudah menunggu.
" Selamat pagi mama, Nando Assalamualaikum "
"Waalaikum salam "
" Kak Sandy besok ikut jemput Nanda ya " Ujar Nando
" Bukan hanya Sandy kita semua akan pergi " Jawab Ibu Nafisah
" Iya Nan mereka pulang dari pesantren harus orang tuanya yang menghadap Kiai. karena mereka akan berhenti selama nya "
" Aku fikir cukup aku sama kak Sandy " Ujar Nando tertawa
" Memang nya itu tempat apa an, mama sama kak Raesa besok yang akan menghadap Kiai "
" Iya ma sudah mengerti "
" Oh ya ma apa sekalian kita memberikan bantuan buat pembangunan sekolah yang baru di kerjakan " Ujar Raesa
" 1 M cukup untuk pembangunan itu ? "
" Sepertinya cukup ma"
" Ya sudah siap kan saja di pengeluaran keluarga "
" tidak usah ma, Raesa ambil di tabungan Raesa saja"
" Tapi Nak itu uang pribadi kamu"
" Tidak apa apa ma, itu hasil kerja keras Raesa buat hal kebaikan"
" Terserah Raesa saja"
" Nanti Sandy juga mau titip sumbangan nya Sandy transfer ke rekening Umik "