KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 209


Di hotel Nanda dan Azam juga tidak pernah bosan melakukan itu tampa ada rasa malu mereka seperti anak muda yang lagi mabuk kasmaran.


" zuji ( suamiku) aku capek heheh, kita istirahat ya "


" zawjati ( Istriku) bertahan lah biar kita cepat punya Anak " Ledek Azam


" Tahu tidak Aku teringat kak Raesa saat ini "


" Dimana dia sekarang, benar benar hilang jejak " Ujar Azam melihat Nanda yang sedih


" Wanita hebat yang ikhlas di sakiti berkali-kali oleh kakak ku " Ujar Nanda menangis


" Kenapa menangis sayang " Tanya Azam memeluk Nanda


" kita cari kak Raesa yuk "


" Dimana kita akan mencari nya sayang "


" Entahlah Abi tapi aku sangat merindukan nya "


Akhirnya Nanda tertidur sambil menikmati suasana malam bersama Azam


Di kamar yang berbeda dan di hotel yang sama , Fatma sedang sholat berjamaah dengan Syaif. selesai sholat mereka langsung duduk di kursi Syaif tidur di pangkuan Fatma.


" Kak tidur lah besok kita harus berangkat pagi pagi sekali " Ujar Fatma mengelus kepala Syaif


" Sayang sekali lagi ya " Ujar Syaif manja Sambil mengusap bukit kembar Fatma


" Ya Allah suami ku , Apa yang sedang engkau minum, mengapa sampai meminta lagi, bagaimana jika aku menolak " Fatma berbicara dengan tersenyum sambil membelai Rambut Syaif


" Karena kamu, aku ketagihan, seberapa sering , jika aku masih kuat aku tidak perduli " Jawab Syaif sambil menarik Fatma hingga bibir mereka bersentuhan


" jika aku sampai tidak bisa jalan "


" Aku akan menggendong mu "


" Ah nakal " Ujar Fatma mencubit pinggang Syaif


Akhirnya Syaif berdiri dan langsung membuka semua baju yang kenakan oleh, Fatma tersenyum sambil melepaskan baju yang ia kenakan di bantu Syaif.


" Kita akan melakukan di kursi " Ujar Syaif sambil memangku Fatma.


Mereka sudah jauh di buay asmara, gigitan, kecupan ******* hanya di uraikan oleh sebuah desahan. setelah Syaif puas akhirnya mereka tertidur diatas ranjang, dengan pulas sekali.


 


☆☆☆☆☆☆ Bali Pagi Hari ☆☆☆☆☆☆


 


Udara yang sejuk sekali setelah turun hujan di malam hari , Raesa duduk di teras rumah nya bersiap siap untuk bekerja , Sambil menunggu Fitri lewat , setelah lima menit menunggu Fitri datang. Raesa pun langsung Naik ke atas motor dan berbonjeng kepada Fitri.


" Selamat Pagi Raesa " Sapa Pak wayan yang sudah menjadi kepercayaan bos besar hotel itu.


" Selamat pagi Bapak "


" Nanti setelah jam makan siang kita akan meeting , karena pemilik asli dari hotel ini akan cek semua keuangan, dan Bapak berharap kamu bisa menjelaskan secara detail rincian pemakaian dari hotel ini , dan Bapak berharap kamu bisa membuat nya bangga karena dia orang nya tidak pilih kasih, semenjak dia yang mengurus, semua harus jelas dan tidak mau nota yang bersifat tulis tangan, bapak berharap kamu paham maksud bapak dan meeting nanti kita di tunggu di villa nya " jelas Pak wayan, laki laki yang sudah 50 tahunan tapi suka godain perempuan termasuk Raesa yang suka di ajak kencan, tetapi pak Wayan adalah orang yang jujur dan disiplin juga baik.


" Baik bapak semaksimal mungkin saya akan jelaskan semua nya " Jawab Raesa sambil tersenyum.


"Baik lah Raesa saya permisi dulu "


Raesa pun mengangguk kan kepalanya, Setelah Pak Wayan benar benar pergi Raesa duduk dan mengambil semua berkas dan nota nota, dan files penting lain nya .


" Mbak mau ketemu bos besar ya ? "


" Iya Fitri, semoga saja aku bisa ya "


" Alah Mbk kan jago nya , kadang juga manager nya belajar ke mbk, ngapain harus takut "


" Iya sih, ya udah aku siapkan semua nya ya "


Raesa pun memasukkan semua berkas nya ke tas yang sudah di sediakan, yah pastinya Raesa butuh teman untuk membawakan Berkas itu.


Setelah jam makan siang Raesa langsung sholat terlebih dahulu, setelah itu kembali keruangan nya . Tak lama kemudian Pak Wayan datang.


" Raesa apa sudah siap? "


" Sudah Bapak, tapi saya kesulitan membawa berkas ini karena berat "


" Biar bapak yang bawakan kita akan berlima menghadap Bos besar kita "


Lalu Pak wayan membantu Raesa membawakan berkas itu .


Mereka masuk kedalam mobil disana ada Ibu putu manager hotel itu , ada bapak gede sekertaris Ibu putu. dan Bapak Wayan juga Raesa .


Mereka menjalankan mobil nya dengan kecepatan sedang, Semua fokus dengan Handphone masing masing , tetapi tidak dengan Raesa yang selalu santai jika mau meeting. karena pengalaman nya di perusahaan besar , membuat Raesa sudah terbiasa.


Tak lama kemudian Mereka masuk ke halaman villa pribadi pemilik hotel itu .


Raesa masuk mengikuti pak Wayan dan yang lain . lalu pak wayang mempersilahkan mereka duduk.


" Silahkan duduk, saya panggil tuan di dalam "


mereka semua menunggu, Tak lama kemudian Bos besar itu keluar dari kamar nya menuju ruang tamu .


" Welcome everyone, good afternoon " ( Selamat datang selamat siang) Sapa bos besar itu


Raesa langsung mengangkat wajah nya dan tampa sengaja Handphone Raesa terjatuh. seluruh tubuh Raesa gemetar , bibirnya tidak mampu bergerak dan berbicara, matanya terbelalak.