
Sandy berjalan cepat sekali, karena Sandy merasa takut bertemu Raesa, Sandy langsung masuk ke kamar nya lalu istirahat sambil menghidupkan alarm karena takut tidak terbangun.
Sedang kan Raesa baru selesai sholat dan langsung membersihkan zidan dan Raesa mengganti popok nya, ibu Peni pengasuh pribadi Zidan datang ke kamar Zidan.
" Assalamualaikum Mbk Raesa "
" Waalaikum salam mbk Peni "
" Mbk Raesa biar saya yang menggantikan popok Zidan "
" Tidak apa apa mbk biar saya saja, sekarang kan hari minggu, mbk Peni sudah sholat ? "
" Sudah mbk tadi berjamaah sama tuan Sandy"
Ujar Ibu Peni yang membuat Raesa diam dan merasa heran
" Mbak Peni tidak bercanda kan? terus nanti kalau bacaan nya salah kalian bagaimana sholat nya " Ujar Raesa cemas , karena Raesa merasa Sandy belum bisa apa apa
" Mbak Raesa salah, tadi tuan Sandy membaca ayat ayat nya sungguh fasih mbk, kita di buat kagum" Ujar Ibu Peni menjelaskan, Raesa merasa heran dengan perubahan sikap Sandy
" Kalau menurut mbk Peni dia belajar dari mana?"
" Lah tuan Sandy bilang belajar dari ustad Malik "
" Baik lah mbk Peni, karena Zidan sudah selesai saya bersihkan saya mau ke kamar dulu"
" Baiklah mbk Raesa".
Raesa pergi meninggalkan kan kamar Zidan lalu masuk ke kamar sendiri, Raesa mengambil Hp di atas meja nya
Tut tut tut telfon tersambung
" Assalamualaikum Ustad " Sapa Raesa pada seseorang yang di telfon
" Waalaikum salam Raesa , ada apa nak Raesa pagi pagi sudah menelfon, tidak biasanya "
Ujar seseorang yang di telfon yang tak lain adalah ustad Malik
" Maaaf ustad boleh saya bertemu Ustad " Tanya Raesa
" Boleh nak, datang saja ke masjid, saya hari ini ada di masjid "
" Terimakasih ustad insyaallah sebentar lagi saya berangkat kesana, assalamualaikum "
" Waalaikum salam saya tunggu Raesa "
Raesa meletakkan Hp nya di meja kembali, karena ini hari minggu Raesa berniat mengajak Zidan jalan jalan di temani Peni tentunya. Raesa bersiap siap setelah beberapa menit kemudian Raesa langsung ke kamar Zidan.
" Mbk Peni hari ini kita jalan jalan ya bertiga dan sarapan di luar saja " Ujar Raesa
" Ya udah kita berangkat sekarang "
Raesa menggendong Zidan keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah menuju meja arah bik ijah yang sedang menyiapkan makan di meja makan
" Bik Ijah mama dimana?"
" Di taman belakang nak "
" Baik lah saya ke mama dulu ya "
" Iya nak "
Lalu Raesa pergi ke taman belakang menemui Ibu Nafisah yang setiap pagi duduk di taman sambil berjemur
" Mama " panggil raesa
" Heei cucu oma " Ujar Ibu Nafisah sambil menggendong Zidan
" Mama Raesa pamit keluar dulu membawa Zidan dan mbk Peni, pulang nya mau langsung kerumah ibu ma "
" Pergilah nak dan hati hati di jalan ya "
" Makasih ma , oh iya ma vitamin nya jangan lupa di minum"
" Siap anak mama yang cantik"
" Ma berangkat dulu assalamualaikum "
" Waalaikum salam "
Zidan langsung di ambil oleh Raesa dari Ibu Nafisah, lalu pergi ke keluar dari rumah menuju ke mobil yang sudah di sediakan. Zidan duduk di belakang bersama Peni karena Raesa sudah mengubah mobil nya menjadi kamar di belakang. Demi kenyamanan Zidan jika bepergian dan siap dengan berbagai macam mainan. Setelah menempuh beberapa menit, Raesa sampai di masjid tempat ustad Malik mengajar. Lalu Raesa turun dan menyuruh Peni menunggu di mobil
" Mbak Peni tunggu disini ya, kalau jenuh boleh nanti keluar tapi jangan jauh jauh , saya bertemu ustad Malik dulu"
" Baiklah mbk "
Lalu Raesa masuk ke dalam masjid menuju tempat biasanya ustad Malik beristirahat setelah mengajar
" Assalamualaikum ustad " Sapa Raesa
" Waalaikum salam" Jawab ustad Malik
" Duduklah nak "
Raesa duduk di depan ustad Malik , setiap ada masalah Raesa selalu bercerita kepada ustad Malik, karena ustad malik memang dekat dengan Raesa dan menganggap anak, mulai dulu sejak Raesa berteman dengan Azam