
Hari ini adalah hari dimana perasaan akan bercampur aduk, ada yang bahagian ada yang sedih, dan ada yang sangat terluka.
nanda merapikan hijab nya dia dia berusaha tegar menghadapi semua nya . karena tidak ingin fatma tahu kesedihan nya.
" nanda enak ya kalau sering di ajak neng aisyah, isa jalan jalan" ujar salah satu teman sekamar nanda
" dina kalau aku boleh memilih enak di pesantren. aku sebenarnya tidak suka dengan acara jalan jalan" ujar nanda sambil memasang bros kupu kupu kesukaan nya
" tapi kalau aku pasti suka. capek di pesantren terus hehehehe"
" aku berangkat dulu ya. fatma nanti baju aku tolong di ambil ya. aku jemur tadi di lantai 3" ujar nanda
seorang nanda yang kaya raya lebih suka menjadi wanita sederhana mencuci pakai sendiri dan setrika baju sendiri. tidak seperti anak anak kaya lainnya lebih memilih bajunya di bawa ke jasa laundry saja.
Di dalem kiai semua sudah berkumpul aisyah sudah bersama nanda masuk ke dalam mobil bersama dengan kiai jakfar dan sopir kiai. sedang azam naik mobil lain bersama dengan saudara kiai jakfar. selama perjalanan nanda banyak diam kecuali aisyah yang mengajak bicara terlebih dahulu.
" nanda rumah kamu dengan rumah ustad Abdullah kan sudah dekat, kamu boleh nanti mampir ke rumah kamu " ujar aisyah memulai pembicaraan
" tidak usah neng, biar tidak merepotkan neng aisyah dan kiai" ujar nanda pelan
" tidak apa apa kalau kamu mau mampir ke rumah kamu. nanti sesudah acara bertemu keluarga Abdullah kamu dan aisyah bisa kerumah kamu di antar sopir" ujar kiai jakfar mengizinkan
" ngih kiai "
" keluarga kamu banyak membantu keluarga kita dari pembangunan yang dulu tidak layak pakai sekarang sudah sangat bagus. dan santri an najah alhamdulillah bertambah banyak. biar aisyah sekalian jenguk mama kamu"
" ngih kiai" jawa nanda simpel
" benar nanda nanti aku ikut kamu biar bisa ketemu ibu nafisah"
" baik neng"
" oh iya ini ada nomer ibu nafisah sebaiknya kamu telfon dan sampai kan bahwa kamu akan pulang "
ujar aisyah
" baik neng"
aisyah mencari kontak ibu nafisah setelah ditemukan aisyah menelfon ibu nafisah . dan memberikan pada nanda
tut tut tut tut tut
" wa alaikum salam mama" jawab nanda
"nanda ya ?"
" iya mama, bagaimana ke adaan mama?"
" alhamdulillah sehat nak"
" ma nanda sekarang menuju ke kota zzzz insyaallah nanti mau mampir ke rumah ma bersama neng aisyah " ujar nanda
" mama senang sekali mendengar nya nak. Jam berapa nanti ke sini ? apa kah kiai mau bermalam atau langsung pulang nan"
" insyaallah jam 17.00 kita ke rumah ma. kiai nanti mau bermalam di hotel ma "
" nanda sampaikan kiai untuk hotel nanti langsung ke hotel permata ya. suruh antar ke azam .itu kan hotel kita. sampaikan kalau di suruh mama ya sama petugas hotel nya,"
" baik ma saya akan sampaikan "
" mama tunggu ya sayang "
" assalamualaikum ma"
"wa alaikum salam "
lalu nanda memberikan Hp aisyah
" terimakasih neng "
" sama sama nan"
" maaf kiai salam dari mama jenengan di suruh tilem neng hotel permata, milik keluarga kami"
" wa alaikum salam, terimakasih kebaikan mama kamu. nanti selepas sholat ashar kita kesana. biar Abdullah yang antar. kamu dan aisyah langsung pulang ke rumah kamu saja. biar bisa istirahat " ujar kiai jakfar
" baik abah, sebaik nya kita naik taxi saja abah, biar abah langsung ke hotel nanti .abah harus cepat istirahat perjalanan ini jauh Abah " ujar aisyah menasehati abah nya
" neng biar saya telfon kakak saya kita di jemput di rumah ustad Abdullah "
" baik lah nanda kamu atur saja jika memang lebih baik " aisyah tersenyum ke arah nanda.