KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 38


Di Cafe Nanda menunggu Kaila, setelah beberapa menit kemudian Kaila datang menemui Nanda, Kaila melihat wajah sedih Nanda


" Jangan bilang kamu di tolak "


" Aku di tolak tapi aku juga di berikan pilihan atau syarat jika aku sanggup maka dia akan menerima ku" Ujarnya sedih


" Syarat apa Nan? "


" Pertama aku harus berhijab kedua aku harus menjadi muslimah yang sesungguhnya ketiga aku harus di pesantren sampai lulus. baru Azam akan melamarku " Jelas nanda pada Kaila yang membuat Kaila terkejut.


" Haaaa yang bener tu ustad bilang gitu? trus kamu mau aja dengan syarat nya " Tanya Kaila dengan wajah penasaran menunggu jawaban sahabat nya.


" Belum aku putuskan karena aku juga masih mau berfikir " Jawab Nanda penuh kecewa


" Oke kamu jangan sampai stres dan harus menerima keputusan nya dengan baik, biarkan semua waktu yang menjawab, kamu sekolah saja yang fokus. Jika kamu adalah jodohnya suatu saat nanti kamu pasti bisa bersamanya, lagian kita masih kecil masih kelas satu hampir kelas dua" ujar Kaila menasehati sahabatnya.


" Ayo kita pulang" Ajak Nanda lemas , Kaiila pun faham pada ajakan sahabat nya lalu mereka pulang meninggalkan Cafe itu.


Di lain sisi Azam baru sampai di rumahnya , perasaan bersalah berkecamuk didalam hati nya, Azam masuk kedalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur nya.


" Ya Allah ampunilah hamba yang telah menyakiti hati Nanda" Seru Azam sambil menutup matanya dengan kedua tangannya, yang di fikirkan Azam saat ini adalah takut Manda marah dan tidak pulang kerumah nya, karena sudah di tolak cintanya. tapi Azam takut untuk menghubungi menanyakan kabar Nanda. Akhirnya azam memilih untuk diam , memikirkan yang telah terjadi. Sebenarnya Azam suka dengan Nanda, tapi karena umurnya yang masih muda jadi azam merasa tidak pantas untuk menjawab cinta Nanda, seandainya Nanda memilih untuk menerima syarat dari Azam, maka Azam akan bertanggung jawab melamar nya setelah lulus sekolah nanti.


Tok tok tok ada suara ketukan pintu yang membuat Azam terkejut karena sedang melamun, Azam membuka pintunya


" Assallamualaikum


" Wa alaikum salam " Jawab Azam


" Maaf ada yang bisa saya bantu bapak" Tanya Azam pada tamunya yang datang


" Saya mau mengantar kan surat " Ujar sang tamu


" Mari bapak masuk duduk dulu" Azam mempersilah kan tamunya untuk masuk


" Surat apa bapak?"


" Alhamdulillah ini yang saya tunggu tunggu " Ujar Azam


" Terimaksih bapk sudah nengantarkan surat ini"


" Sama sama bpk permisi dulu assalamualaikum "


" Wa alaikum salam "


Lalu tamu itu pergi. Azam masuk ke kamarnya lagi dia sangat bahagia karena di percaya oleh pesantren sebagai pembimbing.


" Mungkin ini satu satunya jalanku, menutup hati ku biar aku tidak berdosa, karena harus bertemu dengan Nanda, karena aku juga sebenarnya suka padanya. kalau dia jodohku insyaallah pasti aku bertemu lagi" Seru Azam dalam hatinya.


Tak lama kemudian ustad Malik datang, Azam yang mengetahui kedatangan Abah nya langsung keluar dari kamar menjawab salam Abah nya.


" Assallamualaikum "


" Wa alaikum salam " Jawab Azam


" Abah ada kabar baik, saya dapat panggilan dari pesantren an najah tugasnya menjadi pembimbing disana Abah" Tutur Azam


" Alhamdulillah puji syukur pada Allah " Ujar Ustad Malik merasa bahagia dengan kabar berita itu.


" Kapan berangkat ke jawa tengah "


" Satu minggu lagi Abah"


" Jangan lupa besok pamit pada Raesa dan nanti Abah yang ganti lagi di sana " Ujar ustad Malik.


" Baik Abah saya akan pamitan kepada kak Raesa " Jawab Azam


Syukur mendalam karena Allah sudah memberi kan ridho kepada Azam untuk mengabdi di sebuah pesantren terkenal.