KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 44


Setelah menempuh beberapa menit ustad malik dan azam sampai, mereka langsung masuk seperti yang di perintahkan bik Ijah , dan langsung menuju ke ruang keluarga.


" Assalamualaikum " Sapa ustad Malik


" Wa alaikum salam " Jawab Pak Anas dan Ibu Nafisah


" Ustad alhamdulillah ustad datang " Ujar bu Nafisah


" Mohon maaf ibu Nafisah kami di telfon bik Ijah,


bik Ijah bilang sedang ada berita kecelakaan nak Syaif dan nak Raesa"


" Iya ustad, apa yang harus kita lakukan" Tanya Pak Anas sedih sambil menangis


" Bersabar Pak Anas Ibu Ani dan keluarga Ibu Nafisah, Allah sayang terhadap hambanya yang di uji yakin lah semua pasti ada hikmahnya. Setiap manusia sudah punya taqdir sendiri sendiri. Dan mengenai kematian Allah sudah mencatat terlebih dahulu kapan akan mati, jadi kita pasrahkan semua pada Allah. Perbanyak berdoa dan mengaji semoga masih di beri keselamatan oleh Allah sehingga nak Syaif dan Raesa di temukan dalam ke adaan selamat dan di mudahkan pencarian nya " Jelas ustad Malik


" Amiin, ustad benar kita harus berfikir jernih, kita tidak boleh larut dalam kesedihan yang perlu kita lakukan adalah mencari mereka entah kita temukan dalam ke adaan hidup atau mati, tapi semoga Allah masih panjangkan umur mereka " Suara bu Nafisah pelan sambil mengusap air matanya.


" Mari kita ke bandara bersama sama, kita temui bagian informasi, dan menanyakan kabar yang sebenarnya nya " Ustad Malik memberikan saran dan akhirnya mereka mengikuti saran ustad Malik


Ibu Nafisah, Ibu Ani, Pak Anas juga ustad Malik dan Nando pergi ke bandara, sedang ustad Azam di rumah menunggu, dan mau mencoba menenangkan Nanda yang masih menangis histeris.


" Nanda berhenti lah menangis ayo ambil wuduk " Ujar Azam pada Manda tapi Nanda tetap menangis


" Kak Raesa dan kak Syaif adalah orang yang di sayang Allah, ibadah mereka selalu tepat waktu jadi percayalah Allah punya rencana lain, terhadap apa yang terjadi saat ini " Jelas Azam lagi.


" Iya kak " Jawab Nanda singkat


" Ambil wuduk sana biar hati dan perasaan mu tenang, ayo kita mengaji bersama , bik Ijah dan yang lain, mari kita mengaji dan mendoakan kak Syaif dan Raesa, semoga Allah masih memberikan umur panjang pada kak Syaif dan Raesa " Setelah Azam mengajak berdoa bersama mereka menuju musholla lantai bawah setelah Nanda mengambil wuduk Nanda segera turun dan duduk bersama bik Ijah dan yang lain.


 


Mengaji bersama pun di mulai setelah selesai acara mengaji dan berdoa ustad Azam tetap meminta para pelayan rumah itu menemani Nanda.


 


" Ustad azam mau minum apa " Tanya bik Sumi


" Air putih saja bik " Jwab ustad Azam.


Lalu ustad Azam memberikan ceramah pada para pelayan itu, mengingat kan akan mati, mereka yang mendengar ceramah itu meneteskan air mata bahwa hidup harus memperbanyak amal ibadah.


Di lain sisi Ibu Nafisah dan ustad Malik juga Pak Anas masuk ke ruang informasi. Menanyakan mengenai kecelakaan pesawat itu , ternyata masih di lacak keberadaan nya. semua keluarga penumpang sudah banyak yang hadir di ruangan itu sama sama menunggu kabar. Setelah beberapa saat mendapat kabar mereka pulang dan menunggu hasil pencarian besok siang. keluarga Ibu Nafisah dan yang lain pun pulang semua dalam ke adaan berduka dan menangis.


Setelah beberapa saat mereka sampai di rumah, Ibu Nafisah langsung mempersilah kan Ibu Ani Istirahat di kamar tamu, sedangkan ustad Malik langsung berpamitan pulang begitu juga ustad Azam. keluarga itu akhirnya lebih tenang dengan di beri nasehat dari ustad Malik dan Azam.