KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 79


Malam sudah sangat larut, Raesa tidak dapat memejamkan matanya,fikiran Raesa masih mengingat semua yang di bicarakan oleh Ibu Nafisah. Raesa menangis sambil melihat zidan


" Maafin mama nak, selalu menelantarkan kamu , semoga zidan menjadi anak sholeh ya sehat selalu " Ujar Raesa sambil mencium kening Zidan yang tertidur sangat pulas


Lagi lagi Raesa merasa sedang menyakiti syaif


" Mas Syaif aku rindu kamu mas, apa aku sanggup menerima kak Sandy sebagai pengganti kamu , aku bingung mas aku bingung " Isak Raesa raesa semakin tak bisa di tahan. Sambil melihat foto Syaif di dinding kamar zidan . Raesa melangkah menuju kamar mandi dia berwuduk dan mengambil Al Quran di lemari yang biasa menyimpan Al Quran , Raesa tahu dengan mengaji fikiran nya akan bisa tenang dan Raesa yakin Allah akan memberikan jalan keluar pada semua yang menimpa Raesa saat ini.


Di kamar Sandy juga tidak bisa memejamkan matanya Sandy melihat jam di dinding kamar nya sudah menunjukkan jam 2 dini hari . Sandy merasa takut bertemu Raesa di pagi hari saat sarapan bersama.


" Apa aku bisa menatap Raesa dan makan bersama satu meja, sedang tante sudah memberitahukan perasaan aku lewat tante " seru sandy bingung. Seperti biasa setiap jam 3 dini hari Sandy sholat tahajud.


Karena sebenarnya Sandy diam diam belajar agama kepada ustad Malik, sudah hampir 2 tahun lamanya karena Sandy merasa dirinya bodoh dalam urusan agama.


Sejak Sandy sudah memahami semua nya Sandy selalu istiqomah setiap malam sholat tahajud di kamar nya. Tampa mereka sadari penghuni di dalam rumah itu tidak menyadari perubahan Sandy.


Ya Allah tidak banyak yang hamba pinta


Hamba meminta Raesa jadi istri hamba


Jika Raesa jodoh hamba maka dekat kan lah


dan percepat lah mempersatukan kami


Jika rRaesa bukan jodoh hamba maka jauhkan lah


dan biar kan kami selalu menjadi saudara seperti


dulu ya Allah


Amin Amin amin


Sandy menangis didalam doa nya, tak terasa waktu subuh tiba dan suara azan dari musholla bawah di musholla para pelayan sudah terdengar. Akhirnya Sandy keluar dari kamar untuk sholat berjamaah bersama, karena Sandy merasa dirinya perlu hiburan dan teman . Sesampai nya di musholla bawah Sandy langsung masuk semua pelayan menoleh ke arah Sandy yang sudah rapi dengan baju koko warna navi dan sarung warna navi dan ber garis garis abu abu


" Assalamualaikum "


" Waalaikum salam tuan muda"


" Boleh tuan Sandy, wah senang sekali melihat tuan sekarang sudah mau jamaah "


" Saya malu pak Yono .biasanya saya sholat di kamar tapi saya fikir fikir saya butuh teman jadi saya sholat disini saja boleh kan"


" Tentu boleh tuan Sandy"


" Biar saya yang imami pak yono " Ujar Sandy yang membuat pak Yono terkejut


" Jangan hawatir pak Yono insyaallah saya bisa"


" Iya tuan silahkan "


Lalu Sandy mengimami nya semua pelayan sebenarnya was was takut Sandy tidak bisa, nanti sholat mereka tidak sah , tapi mereka berusaha yakin dan pada akhir nya ke hawatiran mereka menjadi kagum, selesai sholat Sandy berdoa semua masih mengikuti Sandy setelah selesai Sandy ber pindah duduk di teras musholla


" Ya Allah tuan Sandy hebat ya sekarang, belajar dimana? " Tanya bik Ijah


" Alhamdulillah ustad Malik yang membimbing saya bik "


" Saya sangat senang tuan, melihat perubahan yang tidak kita ketahui dan akhirnya tuan memberi kita kejutan. Subhanallah salut tuan muda "


" Ah biasa saja pak Yono bukan kah sudah kewajiban kita harus belajar agama "


" Iya tuan muda bener "


" Mulai saat ini tolong jangan panggil saya tuan muda , panggil nak sandy biar kelihatan akrab " Ujar Sandy tersenyum. para pelayan itu tersenyum senang


" Baik lah nak Sandy kalau itu yang di pinta"


" Bibik pamit dulu kita mau memasak"


" Baiklah bik, bpk Yono dan semua Sandy ke kamar dulu assalamualaikum "


" Waalaikum salam " Jawab para pelayan itu