KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 215


Sandy merasa lelah setelah seharian mengantar Raesa berbelanja, bayangan wanita yang selalu marah membuat Sandy tersenyum, Karena Sandy sangat hafal jika awal menstruasi Raesa pasti pemarah, Teringat masa masa indah yang membuat Sandy tersenyum sendiri di kamar nya.


" Hari ini adalah hari nano nano, marah, malu,bahagia, Raesa kamu bikin aku bersemangat


mendapatkan mu "


Setelah berganti baju Raesa langsung kekamar Ibu Vely, Raesa berjalan cepat sekali seakan takut bertemu Sandy, teringat saat Sandy mengatakan aku menstruasi, Raesa benar benar malu.


Raesa duduk di dekat Ibu Vely, Tiba tiba tangan Ibu Vely bergerak, Raesa tersenyum senang sekali melihat nya.


" Mommy Come to realize we are expecting mom to be aware, please help me realize, here I come, if I don't mean anything it's better to go home "


( mami Ayo sadar lah kita mengharap mami sadar, tolong mami sadar , ini aku sudah datang , jika aku tidak berarti apa apa lebih baik aku pulang )


panggil Raesa sambil memegang tangan Ibu Vely.


" Mom miss you, don't leave mom again Raesa "


( mami rindu kamu , jangan tinggalkan mami lagi, berjanji lah ).


Raesa mengangkat kepalanya, betapa bahagianya Raesa ternyata Ibu Vely sudah membuka matanya , Raesa menangis melihat Ibu Vely yang sudah sadar .


" Mom, have you regained consciousness? Thank God, God willing, I will stay with my mother until she recovers " ( mama sudah sadar ? Terimakasih tuhan , insyaallah aku tetap bersama mami sampai mami pulih )


" thank you my child, where is your husband, mommy miss, you haven't been coming for a long time, even though you promised to come, see me every month"


(terimakasih anak ku, di mana suami kamu , mami rindu , kalian lama sekali tidak datang , padahal kalian janji untuk datang , melihat ku setiap bulan).


Deg deg deg


Raesa terkejut dia mematung, apapun ini , Ibu Vely ternyata benar benar tidak menginginkan perpisahan itu, kasih sayang Ibu Vely kepada Raesa begitu dalam, waktu yang sudah cukup lama membuat dia tersadar dalam keadaan tidak menyadari , bahwa Raesa telah berpisah dari anak nya.


Raesa bangun untuk menjawab nya , tapi di lihat lagi keadaan yang belum pulih , masih perlu perawatan dokter, Raesa menjadi tidak tega untuk menjelaskan nya " Aku harus bersandiwara lagi " seru Raesa dalam hati.


" Mom rest first, I'll call Papi and Sandy "


(Mami istirahat lah dulu, aku akan memanggil papi dan Sandy) Ujar Raesa bingung.


Akhirnya Raesa keluar dan berlari menelusuri lorong rumah itu yang hampir 10 meter keruang utama.


" Ada Nak " Tanya Bapak Samuel panik


" Papi , cepat mami sudah sadar " Ujar Raesa dengan nafas yang ngosngosan.


" Aapaaaa, alhamdulillah anak ku , Ayo temui Mami mu " Ujar Bapak Samuel


Mereka berlari lagi ke ruang Ibu Vely, Bapak Samuel yang melihat Ibu Vely sudah sadar langsung memeluk nya Erat,


"baby you've regained consciousness, I miss you, why did you sleep so long "


( sayang kamu sudah siuman, aku rindu kamu , kenapa kamu tidur lama sekali ) Ujar Bapak Samuel sambil meneteskan Air matanya .


" where our child I miss, please call Sandy "


( dimana anak kita aku rindu, tolong panggil Sandy )


" Papi will call him " ( papi akan panggil dia )


Bapak Samuel langsung menelfon Sandy setelah terhubung Bapak Samuel menyampaikan bahwa Ibu Vely sudah sadar, Sandy yang mendengar itu langsung berlari dari kamar nya menuju ke kamar Mama nya ibu Vely.


" Mommy " Panggil Sandy langsung memeluk Ibu Vely


" Mom I miss mom " ( mami aku rindu mami ) Ujar Sandy menangis bahagia


" apparently I did not realize it has been more than four years, god how you tortured taking care of me, look at your wife, she got thin " ( ternyata aku tidak sadar sudah empat tahun lebih, tuhan betapa kalian tersiksa merawat ku, lihat istri mu , dia sampai kurus)


Sandy dan Bapak Samuel terkejut, mereka tidak menyadari ternyata setelah informasi kabar Sandy bercerai itu sangat membuat sock Ibu Vely sampai dia tidak menyadari jika Sandy dan Raesa sudah tidak bersama lagi , dan sudah banyak yang Raesa alami.


Mereka saling Pandang , Tapi Sandy tidak ingin ada kebohongan di rumah itu, Sandy sangat takut kehilangan ibu nya , dia hanya ingin yang terbaik tapi kenapa harus kabar itu yang dia akan dengarkan , kabar dimana Sandy sudah benar benar bercerai dengan Sandy.


Sandy sangat amat menyesal , karena Sandy lah yang tidak bisa mempertahankan pernikahan nya dulu, sampai mama nya sendiri harus tersiksa karena kehilangan Raesa.


Ibu Vely tersenyum dan mengulurkan tangan ke Raesa, Raesa tidak kuasa menahan tangisnya , merasa bersalah atas semua nya.


Raesa memeluk Ibu Vely, tidak mampu berbicara apa apa, karena dia bingung atas semua yang akan di hadapi nya saat ini , jika jawaban nya adalah cerai maka Ibu Vely akan kembali sakit , jika berbohong ibu Vely terselamatkan, Raesa masih bingung mengatakan itu semua.


" Mommy, I don't want to cover up a mistake, actually we have............ " ( mami, aku tidak mau menutupi sebuah kesalahan , sebenarnya kita sudah .....)