KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 226


Setelah di dalam Villa Sandy menyuruh mereka untuk duduk .


" Duduk lah dulu aku panggil dia " Ujar Sandy lalu pergi.


Di kamar Raesa duduk di sofa sambil mengaji, Raesa yang mendengar pintu di buka langsung menoleh , dan meletakkan Al Quran nya


" Abi sudah datang ? " Raesa menghampiri


" Iya Umik " Sandy mencium bibir Raesa


" Sudah siap " Tanya Sandy menatap Raesa


" Insyaallah asal genggam erat tangan ku aku siap menghadapi apapun " Jawab Raesa


" Pasti, Abi akan selalu ada untuk mu "


Sandy menggandeng tangan Raesa erat dan membawa nya keluar .


" Assalamualaikum " Sapa Raesa


" Waalaikum salam " Jawab Semua nya dan menoleh ke arah Raesa


" Raesa " Ibu Nafisah menghampiri Raesa


" Mama " Panggil Raesa


Ibu Nafisah memeluk Raesa dan menangis


" Mama baik baik saja bukan "


" Alhamdulillah Nak mama sehat , kamu sendiri "


" saya sehat ma "


" Kak Raesa " Sapa Nanda lalu memeluk Raesa dan menangis


" Maafin keluarga kita kak selama ini membuat kakak tersiksa dan terbebani" Ujar Nanda tidak bisa melanjutkan kata katanya karena bahagia.


" Kakak " Panggil Fatma yang masih berdiri di dekat Syaif .


" Fatma " Jawab Raesa


Fatma pun menghampiri Raesa.


" Kak, aku rindu kakak, maafin Fatma , bukan berniat menggantikan kakak di hati mas Syaif " Ujar Fatma terisak


" Hei kenapa harus minta maaf, jodoh adalah taqdir yang Allah tentukan pada setiap hambanya, kamu tidak perah punya salah sama kakak " Ujar Raesa memeluk Fatma penuh kasih sayang antara adik dan kakak.


" Kak bicara lah dengan Kak Syaif selesai kan masalah di antara kalian, saling memaafkan itu yang aku inginkan, bukan kah kita Saudara yang harus menyambung silaturahmi kita kembali " Ujar Fatma menatap Raesa


" Abi " Raesa menatap Sandy penuh rasa takut


" Umik demi Abi ya dan demi Semuanya "


Raesa mengangguk kan kepalanya , Sandy membawa Raesa ke halaman depan sedang Fatma membawa Syaif ke luar menyusul Raesa dan Sandy.


Setelah itu Sandy dan Fatma meninggal mereka berdua. Raesa tetap diam merasa enggan untuk bicara. Syaif yang melihat Raesa menunggu langsung berlutut di dekat Raesa.


" Maaf kan aku, yang selama ini membuat mu pernah terluka karena aku, membuat mu sakit karena aku, bahkan membuat kamu kehilangan Zidan, seandainya aku mengikuti kemauan Zidan sejak awal mungkin aku tidak akan kehilangan Zidan, aku dulu tidak pernah memberikan waktu kepada mu , aku egois , sungguh maaf kan aku " Ujar Syaif tulus dengan mata berkaca kaca


" Aku sudah memaafkan mu , meski aku belum bisa melupakan perlakuan mu, aku sudah ikhlas dengan. kematian Zidan meski kadang aku teringat setiap ucapan kasar mu kepada Zidan Saat Zidan membutuhkan Sandy , mungkin Allah ingin kita menyadari bahwa pernikahan yang hanya berniat karena takut hilang harta, maka Allah mengambil Zidan dari kita , kamu ingat pertemuan kita pertama hanya karena papi Samuel takut mengambil harta mu , Mama menjodoh kan mu dengan aku , sebagai pelarian karena takut harta kalian habis, dari sanalah aku belajar tapi aku diam, ini adalah pelajar hidup , setiap apa yang di niatnya salah maka akan berakhir tidak baik juga, tapi jika niat kita ikhlas seperti apapun masalahnya akan berakhir dengan baik juga, mungkin kita sudah saling jatuh cinta , tapi pada akhirnya kamu kehilangan kelembutan mu, kasih sayang mu kamu berubah menjadi orang yang pemarah, sekarang aku titip Fatma jangan sakiti dia, kita lupakan masa lalu itu yang membuat kita semua terluka , Berdiri lah kamu tidak pantas berlutut di bawah, hanya kepada Allah kita pantas seperti itu " Ujar Raesa menetes kan air mata


" Terimakasih kamu memberikan aku maaf , hanya itu yang aku ingin kan selama kamu pergi, meminta maaf, kita tetap menjadi saudara, itu pun jika kamu mengizinkan nya "


" kalau aku tetap menganggap Ibu Nafisah orang tua ku dan Nanda, Fatma juga Nando adikku, aku tidak pernah berubah "


" Sekali lagi terimakasih "


Lalu Raesa pergi meninggalkan Syaif, kemudia Syaif menyusul Raesa kedalaman. Raesa menghampiri Sandy dan duduk dengan Ibu Nafisah.


" Terimakasih Nak Raesa dan Sandy kalian mau memaafkan kami, sudah banyak masalah yang dalam hidup kalian karena kami, jadi maaf kan kami"


Raesa memegang tangan Ibu Nafisah .


" Mama kita lupakan semua, kita buka lembaran baru, jangan lagi menoleh ke belakang dan jadikan semuanya pelajaran untuk kita semua "


" Terimakasih kasih Nak "


" Syaif, Fatma, kita adalah saudara jangan ada lagi cemburu atau apa pun itu, kalian lanjutkan kebahagiaan kalian dan aku akan lanjutkan hidup aku, mungkin kita tidak akan di Indonesia lagi, aku lebih memilih di Rusia "


" Iya kak , kakak benar kita adalah saudara tidak perlu lagi bermusuhan"


Mereka sangat bahagia, keikhlasan kesabaran yang jika kita tanam kan akan berbuah kebahagiaan, manusia tidak akan pernah luput dari teguran ujian dari Sang Maha Pencipta, di sanalah Allah akan melihat sejauh mana menghadapi nya, Allah lebih suka dengan Hamba nya yang menghadapi ujian dengan kesabaran dan keikhlasan.


👌✋✋✋✋👍


Alhamdulillah akhirnya selesai juga Novel ku yang berjudul KU IKHLAS


Mungkin akan ada Novel KU IKHLAS 2 tapi untuk saat ini Author ke judul Novel lain dulu yaaa....


yang berjudul CINTA MU


Dan akan hadir KU IKHLAS 2 tanggal 30 juli oke


NB: Lihat halaman penting di bawah ini ya