KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 73


Satu minggu berlalu Nanda dan Fatma bersiap kembali kepesantren, Nando yang sudah menunggu di mobil untuk mengantarkan mereka berdua, Nanda dan Fatma berpamitan kepada Raesa dan Ibu Nafisha juga Sandy


" Ma, kak Raesa , kak Sandy berangkat dulu ya" Pamit Manda lalu bersalaman begitu juga Fatma


" Hati hati ya di jalan " Ujar Ibu Nafisah


" Iya Ibu, assalamualaikum " Jawab Fatma


" Waalaikum salam " Jawab ibu Nafisah dan Raesa juga Sandy.


Fatma dan Nanda masuk kedalam mobil lalu mobil itu pergi meninggalkan rumah mewah itu.


Nanda dan Fatma sangat bahagia karena sudah mau kembali kepesantren karena masih sangat pagi jalanan masih belum begitu ramai.


" Kakak Nando mau lewat mana ini , sepertinya kita ke arah lain ? " Tanya Nanda heran


" Sudah kamu jangan banyak tanya aku sopirnya" Jawab Nando sambil tersenyum


" Kak serius loh ini kan jalan ke rumah ustad Malik" Ujar Nanda lagi heran


" Lebih tepat nya lagi ustad Azam ganteng" Ledek Nando, yang membuat Nanda mencubit pipinya


" Auw sakit Nan" Ujar Nando mengadu kesakitan


" Ngapain kita kesana kak?"


" Ustad Azam mau bersama kita kepesantren, aku yang mengajak nya, soalnya aku males sendiri bawa mobil , apalagi isi nya cuma perempuan semua yang cerewet cerewet " Ledek Nando lagi yang membuat Nanda terkejut dan salah tingkah


" Perasaan yang mulai tadi banyak cerita kak Nando deh " Ujar Fatma sambil tertawa


" Ah sudah jangan berdebat aku mau pindah ke belakang saja " Ujar Nanda yang duduk di samping Nando. lalu pindah ke belakang lewat sebelah Nando


" Kamu udah besar main lewat disini "


" Tapi muat kok kak "


" Tapi seru loh nan kalo ada ustad azam kan lumayan bisa PDKT lagi heheheh " Ujar Fatma membuat Nanda melihat ke samping


" Fatmaaa mau aku turun kan disini atau masih mau lanjut " Ujar Nanda sedikit menggoda Fatma


" Sudah bicara nya kita sudah sampai " Ujar Nando


Nanda menjadi salah tingkah dia hanya menunduk tidak berani memandang . Azam yang menunggu sejak tadi, sudah siap di teras Rumahnya.


" Assalamualaikum ustad"


" Oke lah kak Azam ayo kita berangkat , oh iya ustad Malik kemana?"


" Abah masih ke masjid , tadi saya sudah berpamitan kalau hari ini akan kembali "


" Baiklah kita berangkat " Ujar Nando


Nando dan Azam naik ke dalam mobil kali ini azam yang membawa mobilnya, sekilas azam melihat Nanda yang sangat anggun dengan busana nya yang berwarna navi yang serasi dengan hijab nya. Tapi azam cepat cepat menghindari tatapan lewat kaca spion nya itu karena takut Nanda mengetahui nya


" Assalamualaikum ustad " Sapa Fatma lantang


" Waalaikum salam " Jawab Azam


" Kak Nando nanti sampai di indomart berhenti dulu ya, Manda mau beli air kak, kita lupa belum beli air sekalian sama snack kasian Fatma nanti bingung kalau tidak makan snack" Ujar Nanda tetap menunduk, sibuk dengan Hp nya karena Nanda memang menghindari bertatap muka dengan Azam


" Oke siap bos" Jawab Nando


Mobil di lajukan dengan santai, Nando berbicara panjang lebar dengan Azam. Tapi tidak dengan Nanda lebih banyak diam, sedang Fatma tidur pulas karena jam 2 Fatma sudah bangun lebih awal dari Nanda, membantu bik ijah menyiapkan sarapan untuk makan sebelum berangkat ke pondok.


" Nanda sudah sampai pergilah membeli apa yang ingin kamu beli, tolong aku belikan permen saja ya" Ujar Nando


Lalu Nanda turun tapi tidak dengan Fatma dia masih tertidur di kursi paling belakang


" Nando saya beli obat dulu, soalnya maag saya lagi kambuh mulai kemaren, kalau tidak di sediakan obat takutnya nanti kambuh lagi " Ujar Azam


" Apa tidak ke dokter aja kak Azam"


" Tidak usah cukup beli obat di indomart sudah bisa di atasi " Jawab Azam, lalu turun masuk ke indomart setelah memilih apa yang akan di beli zam langsung ke kasir, Nanda juga sudah di kasir


" Nanda, apa kah kamu tidak suka saya ikut naik mobil mu ? " Tanya Azam pelan


" Ah tidak ustad, sama sekali tidak marah, malah saya berterimakasih karena ustad bisa bantu kak Nando bawa mobil nya" Nanda meyakinkan Azam, tapi Nanda tidak melihat sama sekali wajah Azam


" Tapi mulai tadi kamu tidak berbicara sama sekali, membuat saya merasa kurang nyaman"


" Maaf ustad saya hanya menjaga sebuah aturan bahwa seorang wanita yang tidak ada hubungan apa apa maksud saya saudara itu di larang berbicara banyak apalagi kita bukan muhrim " Ujar Nanda tetap menunduk


" Kamu benar, terimakasih untuk sebuah pengertian mu, biar aku yang bayar "


" Maaf ustad biar saya bayar sendiri"


" Untuk kali ini tolong jangan di tolak"


" Baik lah " Jawab Nanda, lalu Nanda pergi terlebih dahulu membawa barang belanjaan nya sedang Azam masih membayar nya , setelah itu Azam menyusul nya masuk kedalam mobil.