
Kini Sandy sudah sampai di rumah pemberian Bapak Samuel papa nya. Sandy membawa Zidan masuk ke dalam kamar nya, Zidan yang tertidur pulas di pandangi wajah nya.
" Zidan, Akhirnya Papa akan kehilangan mu nak begitu juga kehilangan Umik mu, Papa bingung harus berbuat apa, sungguh papa tidak sanggup kehilangan Umik mu dan kamu nak " Ujar Sandy sedih.
Di sisi lain, Raesa sudah sampai di rumah nya. Bertemu Ibu Ani dan Pak Anas, begitu bertemu Raesa langsung memeluk sang ibu nya dan menangis.
" Ada apa nak ? " Tanya Ibu Ani hawatir melihat anak nya sampai terisak
" Raesa kenapa ? Mana Zidan? ada apa nak " Tanya Pak Anas bingung
" Ibu, Ayah, dosa apa yang telah Raesa lakukan, sehingga ujian ini datang silih berganti, apakah tidak pantas Raesa bahagia?" Ujar Raesa tetap menangis tak bisa di hentikan.
" Ada apa nak istifar nak, kamu jangan berburuk sangka terhadap taqdir Allah , semua masalah pasti ada jalan keluar nya. Apa yang membuat mu menangis sampai seperti ini " Ibu Ani memeluk putriny.
" Ibu, Ayah, mas Syaif datang " Ujar Raesa pelan tetap menangis.
Pak Anas dan Ibu Ani yang mendengar nya menjadi terkejut setengah mati. badannya lemas , mereka seakan tak berpijak di bumi. memikirkan nasib Raesa yang baru saja bahagia kini harus mendapat cobaan .
" Nak dimana Syaif saat ini ? " Tanya Pak Anas pelan dia seakan tidak mampu bicara
" Nak kamu siap jika harus memilih " Tanya Ibu Ani
" Sakit rasanya Ibu jika harus aku pilih salah satu di antar mereka, tapi apakah ibuk tahu yang ku fikirkan saat ini, Sah kah hubungan ku dengan Sandy yang ternyata Syaif masih hidup , jika tidak sah maka aku menyakiti Sandy bu. atau sebaliknya jika perpisahan ku dengan Syaif sudah sah boleh menikah lagi , berarti aku dan Sandy bisa kembali , tapi bagaimana Syaif dan Ibu Nafisah Bu ? " Raesa tetap menangis mengingat kehidupan nya yang sulit.
" Ibu benar , bawa Raesa pergi bu. Jika Raesa tiada mereka akan dengan sendirinya bisa menerima kepergian ku. Tapi jika Raesa masih disini mereka akan saling menyakiti, mereka saudara bu, Raesa tidak mau mereka bermusuhan, Jika Zidan bisa mengobati hati Syaif yang terluka, maka aku akan tinggal kan Zidan untuk nya. Karena dia berhak atas anak nya " Ujar Raesa, Wanita lemah lembut dan selalu ada di saat orang lain membutuhkan nya.
Tiba tiba Handphone Raesa berbunyi, Raesa mengambil nya dari dalam tas nya. Raesa menatap layar Handphone nya, memejamkan matanya
" Ya Allah apa yang harus aku katakan pada Sandy Ibu " Ujar Raesa bingung, karena yang menelfon adalah Sandy
" Angkat Nak kasihan, dia tidak salah apa apa di dalam masalah mu. dia adalah laki laki yang mencoba membahagiakan mu nak tampa tahu Syaif hidup atau sudah mati " Jelas Pak Anas mengelus kepala putri nya
Raesa mengangkat telfon nya.
" Assalamualaikum " Sapa Sandy pelan
" Waalaikum salam " Jawab Raesa Lalu diam seakan tak mampu berkata apa apa.
" Umik... mungkin ini terakhir kali nya aku memanggil mu Umik, wanita yang selalu menjadi penyemangat Ku , wanita yang mengubah hidup ku , wanita yang membuat ku punya masa depan, wanita yang sudah menuntun aku kejalan yang benar, Umik ya Umik mungkin panggilan ini tak akan pernah bisa ku hapus dari dalam hati dan fikiran ku , karena kamu yang memulai nya manggil ku Abi dan aku memanggil mu Umik, jika Allah masih meridhoi hubungan ini aku berharap tidak ada paksaan dalam hati mu untuk mencintai ku. tidak ada paksaan untuk menerima ku, ku ingin dirimu memilih ku karena memang kamu mencintai ku " Ujar Sandy dengan suara menangis , Raesa tidak sanggup berkata apa pun, dia hanya menagis mendengar ucapan Sandy.
" Jangan menangis aku tahu kamu wanita kuat, bukan kah kamu yang mengajarkan aku banyak hal tentang hidup yang harus sabar dan Ikhlas, lihat dirimu sekarang jelek mukanya sembab, Ayo mana Raesa yang jika bersedih dia mengaji, sampai setiap malam mengaji, sampai sampai seorang pecandu minuman dan obat obatan terlarang bisa jadi sembuh karena suara mengaji mu, kamu lupa, kamu pernah menjadi wanita penyelamat dalam hidup ku" Ujar Sandy lagi , merayu Raesa yang masih menagis . hati Raesa sangat sakit mendengar kan nya , karena terlalu banyak kenangan antara Sandy dan Raesa.
" Aku wanita lemah tak mampu menjadi kuat , aku lelah, Aku capek " Ujar Raesa pelan
" Kamu hadapin semua ini , Ayo semangat untuk orang yang kamu sayangi, kamu berhak memilih di antar aku dan Syaif , Aku ikhlas, aku hanya ingin kamu bahagia dan tidak terluka dan sakit hati , Aku ingin Raesa ku tertawa lepas seperti lautan luas yang selalu menunjukkan pesona nya " Ujar Sandy memberi semangat meski sebenar nya dia sangat hancur dan sakit hati .