
Keesokan harinya Sandy bersiap siap menjemput Ibu Nafisah dan keluarga, Sandy menghampiri Raesa yang sedang memasak di dapur, begitu sampai di dapur Sandy memeluk istrinya dari belakang.
" Umik sudah siap kan bertemu dengan Tante " Ujar Sandy pelan
" Insyaallah asal Abi tetap di sampingku Aku akan kuat menghadapi semua nya " Jawab Raesa meyakinkan Sandy.
" Serahkan semua kepada Allah , kita kan sudah janji akan melupakan masa lalu kita " ujar Sandy
" Iya Abi, makan lah dulu bukan kah kita tadi pagi tidak sarapan "
" Aku tidak ada selera untuk makan jika aku masih melihat istri ku dalam keadaan sedih "
" Aku sudah tidak sedih Abi, ayo sudah siap kita makan dulu "
Lalu mereka makan Sandy melahap habis makanan nya .
" Umik apa perlu kita panggil orang hotel untuk siap kan kamar untuk keluarga tante, biar Umik gak kecapean"
" Fitri saja suruh kesini Bi, telfon pak Wayan aku pinjam Fitri "
" Baiklah Nyonya Sandy "
Setelah berbicara dengan Pak wayan Sandy menutup telfon nya.
" Abi berangkat dulu? soalnya harus ganti mobil ke hotel, tidak mungkin cukup jemput mereka pakai mobil Alhpad ini "
" Oke, hati hati ya Bi "
" Aku akan bawa langsung mereka makan ke restoran biar tidak merepotkan mu Umik " Ujar Sandy sambil berteriak dari luar
Raesa mengangguk kan kepalanya dan melambaikan tangannya.
Raesa langsung menuju meja makan mencuci piring dan membersihkan meja, tak lama kemudian Fitri datang.
" Assalamualaikum Mbk Raesa "
" Waalaikum salam "
Raesa berlari ke arah pintu , dan membuka nya .
" Alhamdulillah kamu bisa datang kemari "
" Ya karena mbk bos ku , coba dulu aku suruh nemenin mbk pasti aku tolak karena takut di pecatu hahahaha "
" Sudah masuklah , kamu ini ada ada aja, cepat kamu bersihkan kamar yang mau di pakai keluarga suamiku "
" Berapa kamar mbk yang mau di bersih kan "
" 3 kamar tapi cukup ganti sprei saja kalau lantai bersih soalny kemaren yang kerja di sini udah bersih bersih "
" Sekarang mereka kemana mbk "
" Di pulangkan karena Bos mu bilang dia tidak mau ada orang lain kecuali kita , eh ternyata malah datang keluarga nya "
" Mmmm pasti nya merasa ada yang ganggu bulan madu mbk ya " Ledek Fitri
" Ah gak juga Fit, Tapi tahukah kamu siapa yang datang "
" Siapa mbk sepertinya mbk kurang senang "
Lalu Raesa menceritakan semuanya kepada Fitri, mendnegar cerita Raesa, fitri ikut sedih.
" Mbk yakin lah bahwa semua akan baik baik saja , dan Bos tidak akan membuat mbk terluka lagi " Ujar Fitri sambil menghapus air mata Raesa
" Terimakasih kamu mau mendengar kan semua keluh kesah ku "
" Iya mbk sama sama, oke sekarang bersihkan dulu kamar nya lalu aku bantu mbk mengerjakan yang lain"
" Ya udah aku mau kekamar dulu , semua sprei ada di lemari tempat barang paling ujung dekat kolam renang umum ya "
" Baik Nyonya Sandy " Jawab Fitri sambil membungkuk menggoda Raesa
" Fitri aku tidak gila untuk di hormati " Ujar Raesa sambil tersenyum
Lalu pergi , begitu juga Fitri bergi ke arah belakang.
Di sisi lain Sandy yang sudah berada di pintu kedatangan tamu domestik .
Tak lama kemudian keluarga Ibu Nafisah datang , terlihat Ibu Nafisah, Fatma , Nanda , Azam dan Syaif , tetapi tidak dengan Nando karena Nando harus mengurus pesantren nya .
" Assalamualaikum Sandy " Sapa Ibu Nafisah
" Waalaikum salam, bagaimana kabar Tante dan uang lain "
" Alhamdulillah kita sehat Kak "
" Fatma , Nanda kapan kalian mau kasik aku keponakan ? " Tanya Sandy sambil berjalan menuju mobil
" sekitar 6 bulan lagi " Jawab Fatma dan Nanda bersamaan
mereka pun masuk Sandy duduk bersama Ibu Nafisah sedang Azam dan Nanda paling belakang dan Syaif di belakang Sandy .
" Kak Sandy jujur Fatma baru pertama kali ke bali "
" Oke Nanti kita akan jalan jalan disini Biar anak mu tidak ileran" Ujar Sandy
"Ah tidak setuju aku Kak, Istriku belum boleh kecapean kandungan nya kurang kuat " Jawab Syaif sambil merangkul Fatma
" Oke oke cukup istirahat di villa saja "
" Nak Sandy kapan mau menyusul Syaif dan Nanda"
Tanya Ibu Nafisah yang belum mengetahui pernikahan nya dengan Raesa.
" Ah Nanti saja , belum waktunya " Jawab Sandy menunduk
" Apa masih menunggu Kak Raesa " Tanya Nanda
Membuat Syaif dan Fatma saling Pandang, meski tidak ada hubungan apa apa tapi siapapun jika harus bercerita mantan istri akan membuat luka istri keduanya begitu juga Syaif meski tidak ada cinta lagi tapi ada rasa bersalah kepada Raesa yang selama ini di pendam dan Ingin meminta maaf tapi tidak mengetahui keberadaan Raesa.
" Dia sudah pergi jauh mana mungkin datang kepada kak Sandy " Jawab Fatma pelan, hanya ingin membuat mengubah suasana biar tidak diam semua
" Eh sudah sampai kita makan dulu yuk , ini restoran yang enak banget aku suka sekali " ujar sandy mengalihkan pembicaraan
" Mmmmm waroeng Kampung " Ujar Nanda
" Iya , menunya pasti kalian suka , ayo turun "
Sandy pun turun , dan mereka semua menyusul turun.
" Kalian pesan apa "
" Aku sama Zuji pesan gurami asam pedas "
" Aku pesan opor ayam kampung sama Kak Syaif "
" Tante pesan apa "
" Tante soto ayam saja "
" Baik lah sebentar aku kekasih dulu "
Sandy pergi ke kasir mengantar kan pesanan dan langsung membayar nya .
Tak lama kemudian setelah pesanan datang mereka semua makan dengan lahap nya , selain menunya yang enak juga suasana nya yang sejuk membuat betah pengunjung.
Tapi tidak dengan Sandy , dia lebih memilih minum kopi saja.
Setelah semua selesai makan Sandy tidak cepat mengajak mereka pulang.
" Fatma Syaif, dan Tante juga Nanda , aku mau menyampaikan sesuatu yang mungkin kalian akan terkejut atau akan menilai ku apa, aku pasrah " Ujar Sandy masih berfikir untuk mengatakan bahwa sudah bertemu Raesa.
" Kenapa Kak " Tanya Fatma
" Ada Sandy " Tanya Ibu Nafisah heran
" Sebenarnya saya sudah bertemu Raesa "
Deg
Ibu Nafisah terkejut begitu juga yang lain, Tak terasa Ibu Nafisah menangis
" Sandy pertemukan tante dengan nya , aku mau mintak maaf atas apa yang keluarga ku perbuat selama ini "
" Kak Sandy izin kan Fatma bertemu " Ujar Fatma memohon
" Dan kita sudah menikah sah di Rusia " Ujar Sandy pelan
Semua terkejut mendnegar kabar pernikahan nya itu.
" Kakak tidak lagi bercanda " Tanya Nanda
" Tidak, dia ada di villa sekarang kami baru sampai 2 hari yang lalu "
" Kakak , Istriku , bolehkah aku bertemu dan berbicara berdua dengan nya " Pamit Syaif melihat ke arah Sandy dan Fatma
" Boleh , kalian harus menyelesaikan semuanya, aku ingin persaudaraan kita tidak bisa di tukar dengan apapun " Ujar Sandy
" Aku Izini Sayang " Jawab Fatma menatap Syaif
" Terimakasih kalian sudah memberi ku izin bertemu Raesa "
" Mari kita pulang, biar kalian bisa cepat istirahat "
Akhirnya mereka pulang menuju Villa, sekitar lima belas menit kemudian mereka sampai.
Sandy turun disusul Yang lain , mereka masuk kedalam villa .