
Sandy dan raesa sudah sampai di butik milik teman sandy , lalu sandy mempersilah raesa masuk di dalam sudah di tunggu karyawan butik itu dan pemilik nya.
" selamat sore tuan sandy dan nyonya cantik" sapa pemilik butik tersebut
" selamat sore ibu marlena" jawab sandy
" tuan sandy ini pesanan anda sudah kami siapkan" ujar pemilik butik
Sebuah gaun indah berwarna abu abu muda pas seperti warna favorit raesa . Dan hijab nya juga abu abu tapi motif bunga bunga
raesa sangat menyadari bahwa sandy sudah sangat jauh mengetahui kesukaan nya. dari makan dan kesukaan warna baju .
" sa bisa di coba dulu" ujar sandy mempersilah raesa mencoba nya.
" baik kak" jawab raesa yang memang mulai tadi tidak banyak bicara
" mari nyonya saya antar " kata sang karyawan
Raesa di antar ke ruang ganti baju. tak lama setelah itu raesa keluar semua karyawan dan pemilik butik mengeleng geleng kan kepalanya
" cantik " ujar pemilik butik
sedang sandy seperti patung saja melihat ke anggunan raesa dengan gaun itu.
" bagaimana kak apa mau pilih ini" tanya raesa
" iiiya iya pilih yang itu" jawab sandy masih terpesona dengan raesa.
lalu raesa masuk lagi keruang ganti. Setelah selesai membayar mereka langsung pergi. Di dalam mobil raesa tidak bicara apa apa lagi.
" ulang tahun zidan kenapa tidak di rayakan ? ini sudah hampir umur nya yang ke 2 tahun" sandy membuka pembicaraan
" raesa belum siap jika zidan ulang tahun tampa papa. lebih baik tidak ada ulang tahun cukup di ajak ajak jalan jalan zidan pasti suka" jawab raesa sambil melihat ke luar jendela mobil
" mulai sekarang kita harus merayakan nya. aku takut di tuntut oleh syaif jika aku tidak bisa membahagiakan anak nya dan istri nya, lebih baik aku tidak menikahi kamu jika aku harus membiarkan kalian tidak bahagia" ujar sandy serius dalam berbicara
" lakukan yang membuat kamu senang. tapi jangan lupa jaga kesehatan ya "
" terimakasih kak "
" semua kebutuhan zidan masih ada?"
" masih kak . Kapan tante sama om ke indonesia?" tanya raesa
" insyaallah minggu minggu ini. Tapi papa harus cepat cepat kembali. karena perusahaan mama yang baru masih harus di tangani langsung oleh mama"
" semoga tante sehat selalu "
" amiin mama senang ketika aku menyampaikan kabar bahwa kamu menerima aku. apalagi papa yang sangat suka masakan mu"
" ah masakan ku biasa saja . malah lebih pintar kakak"
" mau di antar ke rumah atau ke kantor?" tanya sandy
" ke kantor . mobil raesa ada disaat kan "
" baik lah, ini sudah sampai . Hati hati di jalan ya "
" baik kak terimakasih assalamualaikum "
" wa alaikum salam " jawab raesa
Sandy masih menatap kepergian raesa. setelah raesa masuk kedalam kantor nya baru
sandy menjalankan mobil nya.
Sandy yang dulu pendiam dan memilih sering di dalam kantor restoran nya sekarang sering aktif di dapur dan di kasir. sering membantu karywan nya. Padahal karyawan sandy lebih dari 50 orang tetapi sandy memilih ikut membantu di dapur . Semua karyawan merasa bahagian melihat nya karena yang dulu sering menyendiri sekarang menjadi ceria dan bahagia