KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 144


Keesokan Harinya Ibu Nafisah, Raesa, Sandy dan juga Nando pergi menjemput Nanda di pesantren An najah. Tetapi Zidan tidak ikut serta, karena setelah imunisasi badannya agak panas.


Sandy mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang, karena perjalanan yang cukup jauh Sandy lebih memikirkan kenyamanan dan merasa tidak lelah jika mobil itu berjalan kencang sekali


" Ma kita berangkat ke rusia minggu depan ya ma" Ujar Nando memulai pembicaraan yang sepi dan sibuk dengan urusan masing masing.


" Boleh , nanti pesan tiket 6 ya "


" Mama kenapa tidak ikut ?"


" Mama lelah jika perjalanan jauh, biar kan mama di rumah di temani Bik Ijah dan yang lain, lagian mereka sudah seperti keluarga sendiri" Ujar Ibu Nafisah


" Tapi ma kita kefikiran sama mama, atau gini aja ma, Ibu dan Ayah temani mama di rumah" Ujar Raesa yang merasa hawatir terhadap Ibu Nafisah


" Terserah Kalian sudah yang pasti jangan ajak mama untuk ikut naik pesawat tubuh mama sudah kurang sehat jika harus naik pesawat"


" Baik ma. Terimakasih mama mau di jagain ibu dan ayah


" Tante lama sekali tidak berkunjung ke rusia, hampir 6 tahun loh tante" Ujar Sandy


" Iya , tapi tante memilih di rumah saja sekarang ya. "


" Kalau mau tante seperti itu, kita tidak bisa memaksannya"


" sekali lagi maafin tante ya"


Di pesantren Nanda dan Fatma sudah menyiapkan semua nya. hanya mukenah yang tidak masuk kedalam tas nya.


" Nan mulai kemren kamu tidak banyak bicara" Ujar Fatma cemas dengan keadaan Nanda


" Aku masih memikirkan perasaan Kiai Jakfar , neng Aisyah sampai sekarang tidak datang bercerita tentang pertemuan Ustad Azam dan Kiai "


" Tapi setidaknya kamu harus menjaga kesehatan kamu Nan, kamu loh hanya makan sedikit terus mulai kemaren "


" Aku tidak lapar Fatma "


Tiba tiba muncul Aisyah dari arah pintu


" Neng , Saya fikir Neng Aisyah tidak mau bertemu saya lagi"


" Iya Neng Nanda sampai tidak makan memikirkan semua masalah ini. Dia sangat takut Kiai marah Neng"


" Nanda Maafin aku ya. Tapi sampai saat ini tidak ada keputusan dari abah, saya tidak bisa berbuat apa apa Ya Nan" Ujar Aisyah sedih


" Neng kita hanya milik Allah bukan Jadi titipan cinta di hati kita, jika tidak di ridhoi Allah maka cinta itu akan di ambil oleh sang maha pemberi nya, yaitu Allah . Ikhlas atau pun tidak kita harus menerima nya, akan masa dimana hati akan terluka dan akan ada masa dimana hati akan bahagia" Ujar Nanda sambil menatap Aisyah


" Iya Nan aku menyadari hal itu, Kita hanya perlu berserah diri pada Sang Maha Pencipta , semoga cinta kita masih diridho oleh Allah." Jawab Aisyah lalu memeluk Nanda


Fatma jadi terharu melihat keduanya. tak terasa Fatma menagis melihat mereka menagis.


" Kamu akan pulang , jangan lupa untuk tetap menghubungi aku ya Nan"


" Iya Neng Insyaallah persahabatan ini akan tetap terjalin"


" Nanda Fatma aku permisi dulu ya ke kantor"


Pamit Aisyah pada Nanda dan Fatma


" Iya Neng "


Lalu Aisyah pergi dari kamar Nanda dan Fatma.


" Fatma bener bener kiai marah , apa yang harus aku lakukan"


" Kamu diam saja. biarkan Ustad Azam yang menjelaskan nya ke kiai, yang terpenting kamu tidak merampas ustad Azam dari Aisyah "


" ya aku tahu itu" Jawab Nanda pelan masih dengan wajah cemas


" Nanda ayo sholat dhuhur, nanti keburu sore"


" Oke ayok"


Jawab Nanda singkat