KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 43


Jam menunjukkan pukul sembilan malam, selesai sholat berjamaah Ibu Nafisah dan Nando juga Nanda langsung menuju ruang keluarga, karena Syaif dan Raesa sedang tidak ada di rumah Nando dan Nanda menemani Ibu Nafisah sambil menonton televisi.


" Mama kak Raesa tu kan gak pernah naik pesawat, semoga tidak mabok atau pusing " Ujar Nando hawatir


" Mama yakin tidak mungkin mabok "


" Iya mam soalnya dulu pertama kali Nanda naik pesawat langsung muntah muntah " Ujar Nanda sambil tertawa


" Hahahah kamu nan ada ada aja " Nando tertawa mendengarkan cerita Nanda.


" Tunggu kalian diam dulu " Ujar bu Nafisah yang serius melihat berita malam , Nanda dan Nando juga diam dan memperhatikan acara berita live itu.


Inu Nafisah memegang dadanya ,dan menyandarkan tubuhnya ke sofa . Nanda juga terperangah sedang Nando berdiri, ekspresi mereka tegang semua yang ternyata berita live itu menyiarkan siaran langsung tentang kecelakaan pesawat jakarta Rusia dengan pesawat XX nomer sekian jatuh di perairan Indonesia.


" Mama ini gak mungkin ma kecelakaan ini gak mungkin kakak " Ujar Nando gemetar


" Itu kakak mu Nando " Ujar bu Nafisah menangis tersedu sedu sambil memegang dadanya merasa sakit. Sedang Nanda berteriak


" Tidaaaaak kak Syaiiiiiif ini tidak mungkin ini pasti salah ma " Teriak Nanda yang di dengar bik Ijah dan yang lain. Mereka langsung berlari menuju keruang keluarga


" Ada apa nyonya ada apa nona " Bik Ijak panik melihat keluarga bos nya menangis semua apalagi Nanda histeris sekali.


" Bik Ijah telfon keluarga pak Anas suruh kesini ibu Ani juga " Ujar Ibu Nafisah lemas sambil menangis


" Baik nyonya " Jawab bik Ijah tetap cemas sedang bik Sumi mengambil air di suguhkan kepada Ibu Nafisah, Nando diam tetapi dia sok, sedangkan Nanda menangis keras. Bik Sumi duduk di dekat Nanda


" Non ada apa kenapa non " Tanya bik Sumi sedih, karena keluarga Ibu Nafisah sangat baik jadi setiap pembantu sudah merasa keluarga sendiri. Setelah menelepon buk Ani dan pak Anas bik Ijah kembali keruang keluarga lagi dan duduk di dekat Ibu Nafisah yang terbaring lemas di kursi sofa .


" Nyonya maaf lancang apa yang terjadi nyonya " Tanya bik Ijak cemas melihat keadaan keluarga Ibu Nafisah sedih semua.


" Bik pesawat Syaif kecelakaan " Ujar bu Nafisah singkat


" Ya Allah nyonya " Bik Ijah terkejut, yang akhirnya bik Ijah menangis juga .


Tak lama kemudian pak Anas datang dan memencet bel rumah itu, bik Ijak yang mendengar bunyi bel langsung bangun menuju ruang tamu dan membuka pintu.


" Assalamualaikum bik "


" Wa alaikum salam, masuk pak Anas dan bu Ani nyonya menunggu di ruang keluarga "


mereka pun masuk kedalam dan menemui ibu nafisah . pak anas merasa heran dengan bu ani melihat keluarga ibu nafisah menangis semua begitu juga pembantunya sudah berkumpul semua.


" Pak Anas dan ibu Ani duduklah "


" Iya buk , maaf ada apa Ibu Nafisah kenapa semua menangis ? " Ujar pak Anas


" Bu Ani , pak Anas kita sedang di uji oleh allah semoga kita tabah dengan kejadian ini " Ujar bu Nafisah sambil menangis


" Tapi ada apa bu Nafisah " Tanya ibu Ani cemas


" Syaif dan Raesa kecelakaan pesawat " Ujar bu Nafisah singkat .


Ibu Ani dan pak Anas yang mendengar itu langsung terkejut ,dan tidak bisa berkata apa apa kecuali menangis. Ibu Ani yang paling kehilangan karena Raesa anak satu satunya dari mereka. Bik ijah melangkah pergi dari ruangan itu menuju kamarnya mengambil Hpnya dan menelfon ustad Malik


"Assallamualaikum " Sapa bik Ijak


" Wa alaikum salam " Jawab ustad Malik dari sebrang


" Ustad mohon kehadiran nya ke rumah nyonya Nafisah bersama ustad Azam juga "


" Ada apa bik?"


" Keluarga nyonya sedang di rundung duka, den Syaif dan Raesa kecelakaan pesawat, keluarga disini butuh ustad biar bisa tenang menghadapi musibah ini dan ikhlas menerima nya "


" Ya Allah innalillahi wainailaihi rojiun, baik bik saya kesana sekarang " Jawab ustad Malik, dan langsung menemui Azam dan berangkat kerumah Ibu Nafisah.