
Pagi yang cerah selesai melakukan sholat shubuh berjamaah. Raesa masih bermanja manja dengan Sandy. Raesa tidur di pangkuan Sandy. Rambut yang terurai panjang, aroma nya sungguh membuat Sandy ingin melakukan lagi.
" Tidak perlu waktu yang baik jika harus berhubungan dengan Raesa, aku takut dia tidak lagi menginginkan nya lagi" Ujar Sandy dalam hati.
Sambil menatap Raesa, dan mencium bibir Raesa. Tiba tiba terdengar bunyi Bell yang begitu keras.
" Ah mengganggu saja " Ujar Sandy tersenyum
" Abi kemaren janji mau beli ikan di pasar kan" Ujar Raesa mengingat kan Sandy
" Iya Abi lupa kalau sedang buat Janji dengan Komang, Umik bersiap ya kita akan jalan jalan di pagi hari"
" Baik Bi"
" Abi mau buka pintu dulu sayang"
Lalu Raesa bangun dari baringnya, berdiri melangkah ke kamar mandi, sedang Sandy menuju pintu mebukakan pintu untuk Komang.
" Masuk Mang"
" Saya tunggu di mobil tuan"
" Baiklah saya ganti baju dulu ya"
Lalu Sandy masuk kembali , sedang Komang langsung menuju ke mobil .
Tak lama kemudian mereka berangkat menuju ke pasar ikan yang terletak Kedonganan di pinggir pantai.
Raesa menikmati suasana di pagi hari, berbagai macam pengunjung dari yang berkulit putih bersih sampai yang hitam sekali pun. Bali mempunyai ciri khas tertentu, memiliki ke indahan yang masih kental dengan budaya budaya nya.
Raesa tersenyum melihat keluar jendela, hatinya mantap sekali untuk memulai semua dengan yang baru, dan menerima Sandy disisi nya .
" Bismillahirohmannirrohim , kebuka hati ku untuk mu Abi Sandy di saksikan Indah nya Ciptaan Allah di Pulau Dewata ini. Yang kedua dan yang terakhir " Seru dalam hati Raesa dengan mata berkaca kaca.
Sandy menikmati kebersamaan nya bersama Raesa memeluk nya tampa berbicara apa apa. Raesa yang sejak tadi bersandar ke pundak Sandy tidak menyadari bahwa Raesa sedang menitis air mata, air mata bahagia.
" Tuan sudah sampai " Ujar Komang
Sandy turun dari mobil dan masuk ke dalam pasar ikan tersebut. Sedangkan Komang menunggu di parkiran mobil.
" Bi Raesa suka melihat ikan ikan disini" Ujar Raesa senang.
" Apa perlu Abi borong semua ikan nya " Ujar Sandy sambil menggandeng tangan Raesa.
" Trus di simpan di mana Biiii" Tanya Raesa pelan tapi manja
" Abi belikan kamu Frezer besar biar Umik bisa memilih ikan kesukaan Umik" Jawab Sandy
" Sudah Bi bercanda nya, Ayo belikan Raesa gurami sama Udang "
" hehehe Abi"
Setelah berputar putar melihat ikan ikan tersebut, Sandy Berhenti di penjual ikan gurami.
" Ibu gurami nya ya 4 kilo tapi di bungkus 2 kiloan ya bu , saya mintak di bersihkan langsung " Ujar Sandy
" Baik mas " jawab penjualan ikan
" Sama udang juga 3 kilo bagi dua bungkus ya bu "
" Iya mas " Jawab penjual yang sudah agak tua.
" Ibuk sudah lama di bali buk? " Tanya Sandy sambil mengajak Ibuk penjual ikan itu berbicara.
" Sudah 20 tahun mas "
" Kalau kota asal ibuk dimana ?"
Tanya Sandy, Raesa kagum melihat suaminya yang tidak memilih milih orang untuk berbicara.
" Ibu Asli dari Surabaya mas"
" Satu keluarga disini semua buk "
" Iya sudah menetap disini semua mas, Mbk sama mas nya dari mana "
" Dari rusia bu, tapi saya ikut istri tinggal di kota Xxx, dan menetap di sini " Jelas Sandy
Raesa tidak banyak bicara, buka gengsi tapi memang Raesa tidak banyak bicara .
Sesaat kemudian ikan yang di beli Sandy sudah Selesai di bersihkan.
" Berapa bu "
"700 ribu mas "
Sandy mengambil uang di Dompet nya dan memberikan uang itu pada penjual.
" mas lebih 300 " Ujar penjual
" Buat ibu,mari bu terimakasih " Ujar Sandy lalu pergi
" Terimakasih banyak mbk sama mas ganteng " Teriak ibuk penjual ikan
Sandy dan Raesa sudah keluar dari pasah tersebut langsung masuk ke mobil.