KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 174


Keesokan harinya Raesa , Pak Anas, Ibu Ani dan Ibu Ningsih pergi menuju ke kota, Raesa menemui pemilik Restoran yang sudah bangkrut untuk membeli nya. dengan mendapat Informasi dari teman Pak Anas.


Setelah satu jam kemudian mereka Sampai, Pak Anas dan Raesa turun sedangkan Ibu Ani dan Ibu Ningsih menunggu di mobil.


Tok tok tok Pintu terbuka


" Maaf mencari siapa ? " Tanya pemilik rumah tersebut


" Maaf bapak, saya mencari bapak Mario, mau membeli restoran nya yang mau di jual " Ujar pak Anas sopan


" Ooo mari silahkan masuk "


Mereka pun masuk dan duduk , setelah berbicara panjang lebar penawaran pun cocok mereka akhirnya sepakat membeli.


" Terimakasih Bapak sudah mau membantu saya " Ujar pemilik restoran itu.


" Sama sama bapak, kami mau permisi pulang dulu besok kita akan urus surat sertifikat nya "


" Baik bapak di tunggu " Jawab pemilik restoran itu


Lalu Raesa dan pak Anas menuju mobil, dan langsung kembali pulang, Keluarga Pak Anas benar benar ikhlas dengan kehidupan nya. meski duka yang di alami Raesa belum sembuh betul , tapi Raesa menghadapi dengan Sabar dan Ikhlas.mereka saling menguatkan Pak Anas dan Ibu Ani selalu memberikan semangat terhadap Raesa.


Waktu berjalan begitu cepat sudah 3 bulan Raesa meninggalkan kota kelahiran nya. Tampa di ketahui siapapun ternyata Fatma sering berhubungan kontak dengan Raesa dan sering menelfon Fatma dan Zidan lewat Video call.


Hari ini restoran Raesa sudah satu bulan resmi di buka, banyak pelanggan yang datang ke restoran itu, melihat harga yang sesuai dengan keadaan di kota itu, masakan Raesa memang sangat di suka oleh pengunjung. Tempat nya yang di buat senyaman mungkin membuat para pengunjung senang , karena ada pemandangan kolam dengan berbagai macam Ikan hias.


" Raesa tolong besok nambah karyawan, ibu kasian melihat mu nak" Ujar Ibu Ani yang membantu memasak di dapur bersama Raesa.


" kamu lihat ini sudah semakin rame nak "


" Baik lah tapi satu saja ya bu karena Raesa gak mau diam diri terus, Raesa harus tetap memasak "


" Ibumu benar nduk, kamu mulai tadi memasak pesanan pelanggan banyak sekali " Ujar Ibu Ningsih yang menjadi bagian cuci piring.


" Iya bibik saya akan mengikuti kemauan Ibuk "


" Nah gitu dong , kamu tahu nak kita tidak boleh kerja sampai tidak mengenal waktu, bukan kah kita harus berbagi dengan yang membutuhkan pekerjaan juga " Ujar ibu Ani menasehati


" Baik ibuku sayang "


" Ibu jam 1 kita belum sholat dhuhur "


" Ayo panggil Ayah, kita sholat dulu " Ujar Ibu Ani.


Raesa dan Pak Anas juga Ibu Ani sholat berjamaah, sedangkan yang lain menunggu dan bergantian untuk sholat.


Di sisi lain Sandy yang sudah lama tinggal di pesantren An najah menjadi santri di sana mengabdi kan dirinya untuk pesantren. Azam merasa kagum kepada Sandy di saat duka datang dia memilih meninggal kan segalanya dan mengabdi di pesantren, membantu mengajar di sekolah dan menjadi sopir Kiai Jakfar menggantikan Hamdan yang sudah menikah


Kiai Jakfar yang sudah mendengar semua cerita tentang Hubungan dengan Raesa, dan kembali nya Syaif,Kiai menjadi Iba dan merasa Sandy begitu menghormati keluaran ibu Nafisah yang memilih pergi dari hidup Raesa.


Kiai Jakfar sangat bangga kepada Sandy, karena dia bisa menghadapi Ujian nya dengan sabar dan mengikhlas kan semua yang terjadi.