
Pagi hari selesai sholat subuh, bik Ijah dan bik Sumi juga Raesa sudah sibuk di dapur, mereka menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga Ibu Nafisah dan tamu istimewa nya om Sam.
Raesa selalu dengan ide ide terbaru masakan yang dia mesti berbeda beda , itu yang membuat semua keluarga betah makan di rumah.
Pagi ini Raesa menyiapkan roti tawar daging tuna Yang di panggang lalu di gulung dengan roti tawar, bik Ijah sangat suka jika Raesa memasak.
Setiap kali memasak selalu para pelayanan nya mendapat jatah , semua pelayanan merasa senang dan bersyukur bertemu majikan yang baik
" Bik Ijah sudah siap , sekarang panggil ya om Sam , Mama dan Nando juga Nanda, kalo tuan biar saya yang panggil soalnya tadi tidur lagi habis sholat subuh " Ujar Raesa.
Langsung bik Ijah pergi memanggil om Sam dan yang lain untuk sarapan bersama.
Raesa menuju kekamar nya memanggil Syaif , tapi Syaif masih tertidur pulas, Raesa membangun kan Syaif tapi Syaif tetap tidak mau bangun, hanya mengeliat saja, akhirnya Raesa membangun kan Syaif dengan cara lain, yaitu membangun kan dengan mencium bibir suaminya , dengan seketika Syaif terbangun dan langsung memeluk istrinya
" Mulai nakal ya sama aku " Ujar Syaif gemes pada istrinya Eaesa hanya tersenyum
" Mas sih gak mau bangun padahal aku sudah tadi bangunin . Kasian yang nunggu di bawa mas " Ujar Raesa lalu pergi tapi Syaif mengusulnya dan menahan nya di pintu.
" Tunggu temani aku mandi dulu ya " Pinta nya manja
" Mas gak enak sama om Sam" Ujar raesa sambil memegang pipi suaminya
" Kak mau temani dulu, terus turun bersama. Mereka faham kita masih ingin berdua " Ujar Syaif menarik Raesa ke kamar mandi nya, raesa tak bisa berkata apa apa dia langsung menemani Syaif mandi, setelah selesai mereka langsung turun kebawah bersama, karena hari ini hari minggu jadi Syaif ingin menghabiskan dirumah seharian bersama raesa, tapi Syaif ingat kalo hari ini ada om Sam di rumahnya.
" Selamat pagi semua " Sapa Syaif lalu duduk dekat om Sam
" Selamat pagi juga" Jawab om Jam
" Yang kamu lihat masih utuh di piring kita " Ujar om Sam tersenyum
" Maaf om barusan masih bersihkan kamar " Ujar Raesa bohong membuat Syaif tersenyum.
" Okee kita sarapan ya " Ujar om Sam
lalu makan bersama, seperti biasa om Sam sangat suka makanan yang di buat Raesa. dan memberikan pujian pada menantu nya itu.
" Kak Raesa.....ustad Malik nya besok ganti kak, sama putranya, soalny ustad Malik pulang ke kampung apa ada urusan katanya " Ujar Nanda pada kakanya Raesa
" Tidak apa apa, setau kakak putra ustad Malik baru saja pulang dari mekah beliau juga ustad terkenal dengan baca al qur an dan menguasai ilmu agama " Jawab Raesa
" Mama rasa Manda sudah lebih bagus ya ngaji , soalnya mama suka dengerin " ujar Ibu Nafisah seneng
" Siapa yang belajar mengaji disini ? " Tanya om Sam
" Nanda om karena ngajinya kurang fasih biar bisa mengajikan papa, karena orang yang sudah meninggal dia hanya ingin mendengarkan anak anak nya bisa mengaji kan orang tuanya " Ujar Raesa pada om Sam , yang membuat om Sam terharu dan menangis karena anak nya sandy tidak tahu mengaji, merasa kecewa tidak bisa mengenalkan agama pada anak anaknya. Raesa berdiri mendekati om Sam dan memeluknya
"Om jangan bersedih insyaallah masih ada jalan kok untuk mengubahnya " Ujar Raesa pada om Sam
" Syaif sungguh beruntung kamu punya istri seperti Raesa, jangan sampai kamu menghianati nya " Ujar om smSam pada Syaif .
Hari minggu itu mereka hanya di rumah saja, karena om Sam juga lebih betah tinggal di rumah di temani Raesa dan Syaif juga Ibu Nafisah.
Lain halnya dengan Manda dan Nando yang mempunyai acara di hari ulang tahun kerumah teman se kelasnya.