
Pagi hari saat Azan subuh berkumandang, Fatma membuka matanya, terlihat Syaif yang tertidur terlentang nyenyak sekali , Fatma melihat wajah Syaif dan tersenyum.
" Kakak ku suamiku " Ujar Fatma dalam hati.
Fatma mengeleng geleng kan kepalanya merasa masih mimpi menikah dengan kakak angkat nya, tapi ini kah yang Allah tunjukkan kepada Fatma, setelah sekian lama hidup di panti asuhan karena tidak tahu dimana orang tua nya.
Fatma membangun kan Syaif, beberapa kali di bangunan tapi Syaif sulit bangun.
" Kak bangun sudah subuh "
Akhirnya Syaif pun bangun , dan melihat kearah Fatma.
" Kamu sudah sholat? "
" belum kak "
" Pergilah berwuduk dulu "
" Iya kak "
Lalu Nanda pergi berwuduk setelah itu di susul Syaif. Tak lama kemudian mereka sholat berjamaah subuh.
Seperti biasa, Syaif berdoa untuk kebahagiaan nya dan Fatma, selesai sholat Fatma menyalami Syaif.
" Kita bersiap siap pulang, kamu ganti baju terlebih dahulu, karena nanti malam kita akan resepsi "
" Iya kak " Jawab Fatma yang memang akan di rayakan besar besar di rumah Ibu Nafisah.
Di lain sisi Nanda sudah keluar dari hotel bersama Azam, mereka kembali ke rumah Ibu Nafisah .
Setelah itu di susul Syaif dan Fatma pulang kerumah .
Setelah mereka semua sampai mereka masuk bersamaan, rumah dan halaman rumah itu sudah di hias sangat indah sekali. dari arah ruang keluarga terdengar suara seseorang memanggil Syaif dan Nanda, Syaif pun menoleh begitu juga Nanda dan Fatma, Azam .
" Sandy " Ujar mereka berempat bersama
" Hei kalian yang sudah tidak peduli padaku " Ujar Sandy menghampiri Syaif dan yang lain lalu memeluk nya.
" Kak kapan datang ? " Tanya Syaif
" Baru saja sampai, wah hebat ya , Fatma Azam Nanda , kalian tidak menelfon ku , kalian anggap apa aku ini " ujar Sandy menarik telinga Nanda
" Auw sakit kak , maaf soalnya mendadak sih kak " Nanda tersenyum
" Iya kak Sandy, mama mintak kita merayakan secepatnya nya" Ujar Fatma
" Terimakasih kak sudah mau hadir kesini " Ujar Azam
" Yang penting bahagia, aku suka dengan perjodohan ini yang semua serba mendadak hahaha " Ujar Sandy tertawa.
" Kak kita mau ganti baju dulu " Pamit Nanda
" Pergilah pengantin baru "
" Aku suka hidup mu yang sekarang, Fatma hati hati dia kalau lagi kambuh bisa membuat mu di gigit Hahaha " Sandy tertawa sambil ledekin Syaif dan Fatma, Fatma pun tersenyum dan langsung ke atas
" Suka sekali godain , kasian dia masih pemalu "
" Ah sudah kak , bisa bisa aku akan stres dibuat, selalu di godain gini " Lalu Syaif Naik ke lantai atas dan masuk ke kamar nya.
Makan hari acara resepsi pun di mulai, Semua tamu datang memberikan selamat.
Tiba tiba Datang seseorang yang mereka harapkan, Yaitu Nando Kiai Jakfar dan Aisyah.
Fatma Nanda dan Azam meneteskan air mata, siapa tidak bangga jika di acara pernikahan nya di datangi Kiai yang sudah mengajari banyak hal tentang hidup menjadi manusia lebih baik, lebih lebih di dalam agama .
" Nak aku pesan kan pada kalian berempat, janganlah amanah pernikahan itu dengan baik. karena allah paling membenci pernikahan yang di buat hanya sebatas kepentingan sesaat ,semoga kalian menjadi keluarga sakinah mawaddah warrohmah "
" Amin amin amin " Jawab Nanda, Fatma , Azam juga Syaif
" Terimakasih Kiai sudah mau hadir " Ujar Syaif
" Selama yan Nanda , Kakak " Ujar Nando memeluk Nanda kemudian Syaif
" Kak semoga cepat menyusul " Ujar Nanda
" Insyaallah " Jawab Nando
" Fatma,Nanda selamat ya , ustad Abdullah titip Nanda ya " Aisyah tersenyum melihat mereka yang akhirnya bisa menemukan tujuan cinta dan kebahagiaan nya.
Nando menjauh dari Kiai Jakfar dan Aisyah karena merasa tidak sopan.
Tak lama kemudian Altaf dan Rahul juga Maya datang, begitu sampai di pelaminan Altaf dan Rahul juga Maya terkejut.
" Loh kan in Sekertaris mu yang kamu bilang Adik " Tanya Rahul heran
" Kamu yang membuatku harus menikahi nya , untung dia adik angkat ku, kamu tahu setelah aku ke mobil aku baru sadar pelayan itu salah naruk obat ternyata minuman kami yang di kasih tu obat " Bisik Syaif sambil memegang tangan Rahul. Akhirnya Rahul tertawa tampa di sadari semua melihat ke arah Rahul. dan Rahul pun menunduk malu sambil tertawa kecil.
" Diam kamu lihat semua melihat mu "
" He senjata makan tuan dan senjata tuan masuk lubang heheheh" Ledek Rahul sambil berbisik.
" Sudah sana pergi aku males berdebat dengan mu " Ujar Syaif Rahul pun pergi setelah mengucap selamat kepada Pasangan syaif dan Fatma, Nanda dan azam.
Altaf tidak tahu apa yang terjadi. sehingga hanya mengucap kan selamat dan langsung menuju ke tempat Rahul duduk .
" Kenapa kamu tertawa keras Rahul ? " Tanya Maya
." Tahu tidak Syaif itu lucu " Rahul pun menceritakan kejadian awal sampai akhir. tampa disadari mereka tertawa karena merasa lucu sekali kisah Syaif dan Fatma.
" Kamu jangan sekali kali menggoda Syaif lagi Kasian dia itu korban dari kesalahan mu "
" Ah tapi Syaif mendapatkan hikmah di balik kejadian ini , dan itu membuat nyonya Nafisah senang "
Acara demi acara selesai kini mereka sudah merasa sangat lelah.