
Setelah menghabiskan kue dan Makanan yang di bawa Nando dan Kaila mereka membereskan nya.
" Aisyah maafin kami sudah membuat kacau hari ini. Mungkin kamu akan membenci kita setelah ini " Ujar Nando yang berdiri di sebelah Aisyah
Sedang yang lain membereskan piring kotor dan menyapu bekas kertas di lantai.
" Mintak maaf untuk apa , justru aku yang minta maaf sudah hampir menyakiti adik mu"
" Kata kan padaku kenapa kamu tidak mencintai Azam " Tanya Nando
" Cinta itu tidak bisa di paksa. Aku hanya mengikuti alur hidup ini. Jika yang bersama ku itu jodohku maka aku akan menerima nya. Sebenarnya aku mencintai seseorang tapi aku tahu itu tidak mungkin. dari pada aku sakit hati lebih baik aku diam menunggu taqdir . Berdoa adalah cara ku untuk meminta petunjuk atas semua keinginan ku" Jelas Aisyah yang membuat Nando mengagumi nya.
" Orang cantik jika berbicara kenapa tambah cantik ya hehehe " Nando menggoda Aisyah
" Jangan sering mengoda ku karena aku takut kamu meninggal kan ku. Yang ada aku akan tersiksa dengan rayuan mu " Ujar Aisyah sambil tersenyum.
" Wah kata kata itu bikin jantung ku berdetak. hehe " Nando tertawa
" Baiklah ini sudah sore kita harus sholat Ashar dulu" Ujar Aisyah
" Sekali lagi maaf "
Aisyah mengangguk lalu meninggalkan Nando menuju Fatma dan Nanda juga Kaila
" Nan. Fatma Dan Kaila ini sudah sore kita harus sholat Ashar dulu"
" Baik neng . Oh iya neng tolong jangan matur ke kiai"
" Jangan hawatir semua aku atasi nanti "
" Terimakasih neng "
" Aisyah aku langsung pulang setelah ini. maaf ya membuat kacau "
" Nando aku sudah bilang tidak ada yang kacau. Kamu tidak bermalam dulu pulang besok saja "
" Maaf kita besok harus kesekolah "
" Baiklah hati hati di jalan ya. Kalau begitu aku masuk dulu. Nando Kaila Assalamualaikum "
" Waalaikum salam "
Lalu Aisyah pergi dari Aula itu .
" Kak mau langsung pulang?"
" Iya besok kita harus ke sekolah"
" Nan maafin aku ya " Ujar Kaila memeluk Nanda
" Gak apa apa mungkin ini yang di namakan petunjuk. Hanya menunggu waktu saja untuk di Panggil Kiai "
" Aku pulang ya. Fatma titip Nanda ya"
" Iya Kai. kalian hati hati"
Mereka pun pulang. sedang Nanda dan Fatma langsung masuk ke pesantren .
Hari sudah malam jam menunjukkan pukul sebelas malam. Raesa duduk di ruang tamu menunggu Sandy tapi tidak datang datang .
Tak lama kemudian ada suara pintu terbuka Raesa melihat kearah pintu yang ternyata Nando
" Kakak belum tidur ? " Tanya Nando terkejut melihat Raesa duduk sendiri di remang remang nya lampu
" Kakak menunggu kak Sandy "
" Ada Apa kak ?" Tanya Nanda cemas
" Tidak ada apa apa " Jawab Raesa menyembunyikan sesuatu dari Nando.
" Kakak ingin bertemu Kak Sandy ? "
" Apakah kamu tahu tempat nya?"
" Insyaallah Kak . Ayo kita kesana "
Raesa sangat senang karena Nando mau membantu Raesa mencari Sandy.
Mereka keluar dari Halaman Rumah mewah itu dengan mengendarai mobil Nando .
" Untuk apa ke masjid malam malam Nan? Kalau kamu belum sholat kita sholat di rumah saja " Ujar Raesa yang sangat hafal dengan jalan ke masjid tempat Ustad Malik.
" Kita lewat sana Kak " Jawab Nando
Nando menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setelah di depan Masjid Nando berhenti
" Apa Nando mau sholat dulu "
" Tidak kak . Tapi coba lihat di sebelah kanan Masjid itu " Nando menunjuk kearah parkiran
" Nando itu mobil kakakmu Nan " Ujar Raesa senang
Raesa tidak menyangka Sandy melarikan diri ke masjid ketika hati nya sedang sedih dan marah
" Kak Raesa saya tahu kak Sandy. sejak dia mencintai kak Raesa dia sering menghabiskan waktunya di masjid " Ujar Nando yang sebenarnya faham dengan keadaan keluarga Raesa.
" Kak lupakan semua . Hadapi Kehidupan yang baru bersama Kak Sandy " Ujar Nando lagi
" Terimakasih Nan kamu memahami kakak "
" Sama-sama kak. Sekarang temui kak Sandy biar Nando tunggu disini kak "
Raesa mengangguk kan kepalanya, lalu keluar dari mobil dan masuk ke area masjid .
Raesa melihat sepatu Sandy di Teras masjid . Lalu Raesa masuk ke dalam masjid. Terlihat jelas sosok lelaki yang sangat tekun dalam beribadah. Sandy duduk bersimpuh di tengah ruang masjid, tak terlihat satu pun orang di sana kecuali Sandy.
Raesa duduk di belakang Sandy mendengar kan lantunan Ayat ayat SUCI Al Quran. Hati Raesa menjadi tenang dan damai.