
Keesokan hari, Ibu Nafisah pergi mengantar Nanda ke mall untuk belanja kebutuhan di pesantren, tak lupa Raesa sudah mencatat apa Yang harus di beli Nanda.
" Mam kak Raesa itu memang hebat, sampai sampai dia hafal apa yang harus Nanda bawa"
" Kak Raesa itu penyejuk di rumah kita ,kakak mu memang sudah tiada, tapi melihat Raesa dan bayi yang di kandung nya mama seakan terobati " Ujar Ibu Nafisah sambil memilih belanjaan nya dan memasukkan ke dalam troli.
Setelah cukup lama belanja keperluan Nanda mereka langsung pulang kerumah, sesampainya di rumah ada ustad Malik yang sudah menunggu nya.
" Assalamualaikum Ibu Nafisah"
" Wa alaikum salam ustad " Jawab Ibu Nafisah juga Nanda.
" Bagaimana ustad apa bisa mengantar kan saya ke pesantren besok ? "
" Bisa Ibu Nafisah, besok pagi kita akan berangkat , rencana dua hari lagi ternyata pendaftaran besok di bukanya "
" Baik ustad kalau begitu semua akan saya siapkan"
" Saya pamit pulang Ibu Nafisah karena harus mempersiapkan untuk kelas diniyah saya di masjid"
" Iya pak ustad "
" Mari assalamualaikum "
" Wa alaikum salam " Jawab Ibu Nafisah juga Nanda yang tidak berkomentar apa apa.
Sore hari Kaila datang kerumah Nanda ,seperti biasa satpam yang menjaga rumah Nanda sudah hafal dengan kedatangan Kaila.
" Pak, Nanda ada gak "
" Seperti nya ada non "
" Saya masuk ya"
" Monggo silahkan non"
Kaila langsung masuk kedalam rumah mewah itu, dan sudah hafal langsung membuka pintu dan masuk ke kamar Nanda.
Di dalam kamar Nanda sibuk mempersiapkan semua yang akan di bawa nya, tiba tiba Nanda terkejut dengan kedatangan kaila.
" Heeeei " Ujar Kaila dari belakang
" Ya Allah Kaila, kebiasaan ya " Ujar Nanda dan Kaila langsung duduk di dekat Nanda yang sibuk memasukkan baju ke dalam koper.
" Kamu bener ingin meninggalkan aku ya ? "
" Iya Kai, maaf aku stres dirumah saat kehilangan kak Syaif aku perlu mendekat kan diri pada Allah dengan cara ngaji di pesantren memperdalam ilmu agama itu saja"
" Bukan karena Azam kan?"
" Aku banyak belajar dari kak Raesa jadi aku harus seperti kak Raesa , menjadi wanita penyabar dan sholeha "
" Aku kagum sama kamu, doakan aku ya bisa berubah juga"
" Amiiin"
" Kalau kak Azam tinggal dimana?"
" Aku tidak tahu,cuma setahu aku kak Azam di jawa tengah, tapi nama pesantren nya aku tidak tau "
" Siapa tahu kalian akan bertemu nanti nya?"
" Aku belum siap jika harus bertemu dengan kak Azam, jika dia jodohku insyaallah kita akan bertemu "
" Jangan bilang kamu berharap jadi istrinya, haha"
" Kaila mulai deh "
Tiba tiba ada suara ketukan pintu tok tok tok
" Masuk " Ujar Nanda. pintu terbuka ternyata yang datang Sandy
" Nan besok kamu sama aku ya , nando biar sekolah saja"
" Boleh kak, kan cuma ber empat"
" Apa kak Raesa mu mau ikut?"
" Tidak kak, kakak Sandy kan tahu kalo masa iddah nya masih lama selesai nya "
" Bener juga ya" Ujar Sandy sedang Kaila melirik kearah Sandy yang merasa terkejut karena wajahnya sama dengan almarhum Syaif.
" Kaila kenapa melihat seperti itu ke kak Sandy"
" Bukan kak Syaif nih ? "
" Bukan lah dia kak Sandy lihat saja berbeda rambutnya agak pirang"
" Apa aku benar benar sama dengan syaif ? " Tanya Sandy sambil berkaca
" Ah sudah kak jangan di bahas, sana keluar ini kamar perempuan "
" Okee aku keluar, tapi untuk Nanda yang sok genit besok mau mintak berapa uang jajan nya"
" Sepuluh juta bole "
" Ya tuhan Nanda itu tidak boleh menurut kak Raesa berfoya foya itu tidak boleh " Ujar Sandy sambil tersenyum.