
Surat Al Baqarah Ayat 223. Nisaokum harthun lakum fatoo harthakum anna shitum waqaddimoo lianfusikum waittaqoo Allaha waiAAlamoo annakum mulaqoohu wabashshiri almumineena
Yang Artinya : Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman.
Tapi hari ini Syaif sudah melakukan secara tidak baik, Raesa tidak berbuat apa apa , badan nya yang sudah di sakiti oleh Syaif tidak sesakit hati nya , karena merasa Syaif telah menyiksa batin Raesa. Syaif membuka ikatan di tangan dan Kak Raesa, setelah itu meninggal kan Raesa ke kamar mandi .
" Ya Allah apa hukuman ini yang memang pantas untuk hamba, hamba terima jika ini pantas , tapi berdosakah hamba jika ingin memulai dengan baik baik Hamba ikhlas kan yang menjadi taqdir mu, hamba ikhlas kan jika ini adalah jalan ku , hamba mohon ampun jika ini adalah hukuman atas dosa dosa hamba ya allah." Seru Raesa sambil terisak
Badan nya merasa sakit , pergelangan tangan dan kaki nya merah karena ikatan itu, Raesa memakai baju nya, saat ini yang Raesa mau hanya ingin bertemu anak dan kedua orang tuanya.
Syaif keluar dari dalam kamar mandi, menghampiri Raesa yang sedang duduk di lantai.
" Maaf kan aku , aku hanya butuh kehangatan dari tubuh mu" Ujar Syaif pelan seakan menyesal
" Jawab lah aku minta maaf jangan kamu diam, karena diam mu bisa aku berbuat lagi pada mu "
" Silahkan jika kamu mau, bukan kah kamu hanya merindukan tubuhku kamu hanya butuh raga ku , tampa berfikir jiwa ku sakit dengan perlakuan mu, lakukan sesukamu , mungkin ini bisa menembus kesalahan ku , yang kamu anggap aku berselingkuh, yang kamu anggap aku butuh laki laki lain, silahkan apapun yang kamu mau aku akan terima jika perlu bunuh aku , biar kamu puas dengan kejadian ini. Seandainya saja kamu bisa menerima dan mengikhlas kan apa yang Allah taqdir kan untuk hubungan kita, aku yakin Allah akan mengangkat derajat kita lebih baik lagi. Tapi aku salah kamu lebih senang dengan sikap egoismu seakan kamu tidak menyadari ini adalah teguran buat hamba hamba Allah, ini adalah peringatan kepada hamba hamba Allah agar semua di terima dengan lapang dada " Isak tangis Raesa semakin keras, Syaif memeluk nya tubuh yang lemah itu sudah diam saja tampa meronta, seakan sudah pasrah dengan apa yang di hadapi nya.
" Mandi lah kita akan pulang, aku akan pesan kan baju untuk mu " Ujar Syaif pelan
" Tidak perlu , aku butuh Zidan " Jawab Raesa singkat
"Tapi baju mu robek, Aku akan sangat bersalah jika harus melihat kamu seperti ini kerumah , apa yang akan di katakan Mama jika melihat mu seperti ini" Ujar Syaif pelan
Setelah beberapa menit kemudian datang seorang laki laki menemui Syaif dia mengetuk pintu kamar Hotel itu, dan memberikan baju itu kepada Syaif.
Syaif menghampiri Raesa dan memberikan baju itu, Raesa tahu bahwa memang tidak mungkin dia pulang dalam keadaan seperti ini, pasti ibu nafisah akan sok dan bisa meninggal jika tahu kelakuan kasar Syaif, ada apa tanggapan Fatma dan Nando jika Raesa pulang dalam keadaan seperti itu. Karena wanita atau suami yang sudah menikah itu berdosa jika membuka Aib di dalam rumah tangga nya sendiri.
Rasulullah SAW bersabda :
"Barang siapa menutupi (aib) seorang Muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat." (HR Muslim).
Rasulullah SAW bersabda :
"Tidaklah seorang hamba menutupi (aib) seorang hamba (yang lain) di dunia melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat." (HR Muslim).
Mereka keluar dari kamar hotel dan berjalan menuju mobil , Syaif memegang tangan Raesa seakan Syaif takut Raesa pergi lagi , Raesa tidak banyak berbicara bahkan memang memilih diam saat mobil sudah melaju cepat di atas jalan raya.
Tak lama kemudian mereka sampai, Raesa turun dan langsung masuk terlebih dahulu, sesampainya di ruang tamu Raesa melihat semua berkumpul disana.
" Assalamualaikum Mama Fatma bibik dan Zidan " Ucap Raesa
Mereka menoleh, betapa bahagianya mereka melihat kedatangan Raesa dan menghampiri Raesa memeluk Raesa.
" Waalaikum salam " Jawab mereka bersama , rumah itu seakan mendapat kebahagian nya kembali setelah 5 bulan Raesa pergi dari rumah rumah Ibu Nafisah menjadi sepi akan senyuman , tetap mereka berusaha tersenyum demi Zidan yang butuh kasih sayang