KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 72


" Neng ini bisa di pilih " Ujar Nanda membuka lemari bajunya Nanda, yang memang baju ber merk semua, neng aisyah sungguh kagum melihatnya, perempuan mana jika melihat tumpukan baju yang kualitas, dan harganya yang mehong alias mahal tidak tertarik, melihatnya baju yang banyak seperti di butik. jiwa shoping wanita lebih kuat dari pada laki laki, begitu juga koleksi sepatu dan sandal Nanda sungguh membuat neng Aisyah tak berkedip karena neng Aisyah juga pecinta baju mahal. tapi tak sebanyak milik Nanda yang memang putri orang kaya. Sedang di lemari satunya lagi berisi baju untuk di pesantren dengan harga di bawah 500 ribu.


" Mbk Nanda koleksi baju mu banyak sekali" Ujar Neng Aisyah sambil memilih baju yang mau di pakai


" Emm itu neng, saya semenjak di pesantren mama selalu membelikan branded butik zara neng, entah saya suka atau tidak mama selalu membeli nya. padahal saya di pondok, ya akhirnya tidak terpakai neng " Jawab Nanda , jelas saja neng Aisyah kagum siapa tidak kenal butik zara dengan harga selangit tapi baju yang di rancang sungguh luar biasa apalagi busana muslim nya .


" Maaf neng, kalau neng suka semua dari baju yang belum saya pakai itu boleh untuk neng, biar saya masukkan koper neng" Ujar Nanda sambil tersenyum


" Ah tidak mbk Nanda saya pinjam saja, yang ini ya" Ujar neng Aisyah sambil menunjukkan baju yang mau di pinjam


" Iya neng tapi dengan senang hati kalau neng suka boleh di pilih " Ujar Nanda lagi, fatma hanya diam seperti patung, setelah neng Aisyah selesai ganti baju neng Aisyah duduk di Sofa kamar Nanda, di mana ruangan kamar Nanda memang sangat besar .


" boleh aku panggil kamu Nanda saja" Tanya neng Ausyah


" Boleh neng " Jawab Nanda


" Neng mohon maaf,; kapan acara pertunangannya sama ustad Abdullah ?" Tanya Fatma yang memang ingin tahu. Nanda jadi terkejut mendengar pertanyaan Fatma pada neng Aisyah


" Saya sih manut abah saja , sebenarnya saya tidak mau di jodohkan saya masih ingin bebas, tapi abah sangat terburu buru, dan siapa yang tidak suka sama lelaki sholeh seperti ustad Azam " Ujar nya sambil tersenyum yang membuat hati Nanda terluka


" Semoga neng Aisyah berjodoh , ustad Abdullah orang baik neng , insyaallah neng pasti bahagia" Ujar Nanda dengan senyum terpaksa , Fatma yang melihat itu merasa bersalah bertanya tentang Azam pada neng aisyah sehingga membuat nanda cemburu dan sakit hati.


" Oh iya neng mari cepat turun ke bawah karena neng harus makan bersama Kiai di bawah neng" Ujar Fatma


" dengan senang hati neng saya akan menemani neng aisyah" Ujar Nanda


Lalu mereka keluar dari kamar nanda dan menuju ke lantai bawah. sepertinya kiai sepuh, ustad Malik ustad Azam sudah makan terlebih dahulu. lalu neng Aisyah di suruh makan bersama Fatma dan Nanda, setelah selesai makan neng Aisyah pamit ke depan bergabung dengan Kiai Jakfar


" Wah neng Aisyah cantik" Piuji Raesa


" Tapi lebih cantik mbk Raesa" Jawab neng Aisyah tersenyum


" Abah apa acaranya sudah selesai?, ini kan sudah jam 10 malam kita harus cepat pulang karena perjalanan kita sangat jauh Abah"


" Iyaa Aisyah kita akan pulang sekarang, baik lah Ibu Nafisah dan Raesa saya sebagai pengasuh pondok pesantren an najah mengucapkan terimakasih ya "


" Sama sama kiai " Kawab Ibu Nafisah


" Saya pamit yah " Ujjar Kiai Kakfar dan yang lain , Raesa Nanda dan Fatma langsung bersalaman kepada Kai Kakfar dan neng Aisyah


" Assalamualaikum " Ujar Kiai dan yang lain


" Waalaikum salam" Jawab keluarga Ibu Nafisah


Setelah Kiai Kakfar dan yang lain pulang. Nanda langsung berlari kekamar nya , perasaan nya sakit seperti di tusuk pisau yang tajam saja. berusaha melupakan tapi tidak bisa. itu yang nNnda lakukan berusaha dan berusaha lupa kepada Azam