
Hari demi hari Nanda berusaha melupakan Azam, sedang Aisyah selalu mencari cara untuk tidak di jodohkan dengan Azam. Aisyah yang sudah bersahabat dengan Nanda tidak mengetahui sampai saat ini, bahwa Nanda mencintai Azam.
Sudah lima bulan lamanya Aisyah dekat dengan Nanda , setiap hari neng dan santri nya itu sering bersama. Tapi Nanda sangat menyimpan rahasia tentang perasaan nya ke Azam.
Dan di sisi lain Sandy sudah sangat tersiksa karena menahan perasaan cinta nya kepada Raesa, dan hari ini Sandy ingin berkata jujur pada Raesa.Sandy juga siap menerima Zidan sebagai anak . Sandy berjalan menuju ke ruangan Raesa, setelah sampai di depan ruangan Raesa, Sandy mengetuk pintunya
" Assalamualaikum " Suara Sandy agak keras
" Waalaikum salam, masuk" Jawab Raesa
Lalu Sandy masuk, rlRaesa sedikit terkejut dengan kedatangan Sandy
" Kak Sandy, ada apa kak ? "
" Aku mau bicara dengan mu "
" Mengenai apa kak ? silahkan duduk "
" Eeeee begini, aku sedang mencintai seseorang dia mirip sekali hidupnya seperti kamu tidak ada suami, aku bingung mau melamar nya ke siapa karena wanita yang saya cintai masih di rumah suaminya. saya ingin ta'aruf sama wanita itu , pokoknya saya niat baik , saya butuh saran kamu adik ipar " Cerita Sandy pada Raesa yang sebenarnya memang mencintai Raesa.
" Kak kalau niat kakak baik, apa tidak sebaiknya kakak ke mertua wanita yang kakak cintai itu. Raesa yakin kakak di terima nanti oleh keluarga mertua wanita,itu, asal kakak bener bener mau menerima wanita itu apa adanya . Karena wanita yang sudah pernah menikah dia tidak semudah waktu masih muda. Akan banyak pertimbangan kak, kalau dia tidak punya anak mungkin masih tidak apa apa, tapi kalau sudah punya anak kakak harus menerima anak wanita itu juga, kalau kakak sudah menerimanya dengan kekurangan dia insyaallah kakak akan bahagia membina rumah tangga kakak nanti nya"
Ujar Raesa meyakinkan Sandy, Sandy tersenyum dan merasa bahagia mendengar apa yang di katakan Raesa.
" Oke Raesa kakak akan menemui mertua wanita itu. doanya ya semoga wanita itu mau menerima kakak"
" Amiin kak, semoga di mudahkan " Jawab Raesa dengan senyum tulus nya
" Baik lah kakak permisi dulu "
" Waalaikum salam" Jawab Raesa raesa
Sandy keluar dari kantor raesa dengan senyum dan wajah berseri seri , Sandy berharap semua akan berjalan dengan mudah dan bisa di lanjutkan ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan.
Sore hari sebelum Raesa kembali Sandy pulang lebih awal dari restoran, dia langsung menemui Ibu Nafisah di taman belakang, karena setelah bertemu bik Ijah dan bertanya Ibu Nafisah dimana, ternyata Ibu Nafisah sedang di taman belakang
" Waalaikum salam Sandy, tumben pulang awal biasanya selalu malam datang nya" Tanya Ibu Nafisah
" Tante, Sandy mau ber bicara penting dengan tante semoga tante mau menerimanya "
" Mau bicara apa ? tumben kamu sampai pulang awal untuk bicara ke tante, ayo cerita kan mungkin tante bisa bantu kamu" Ibu Nafisah memegang pundak Sandy, lalu Sandy memegang tangan Ibu Nafisah, wanita tua yang selalu menyayangi nya seperti orang tua kandung nya sendiri.
" Tante apa tante menganggap aku seperti anak tante sendiri? " Tanya Sandy yang membuat Ibu Mafisah menatap Sandy dengan heran
" Sandy kapan tante membeda bedakan kamu dan anak tante yang lain, kamu tahu tante sangat sayang sama kamu seperti tante menyayangi anak tante, apa ada masalah dengan mu Sandy"
" Tante jangan marah ya , mungkin ini akan membuat tante terkejut dan bahkan tante akan membenci Sandy nanti kalau sandy jujur" Sandy seperti memohon pada Ibu Nafisah untuk tidak marah
" Ada apa nak, apa ada keluarga disini yang membuat kamu tersinggung "
" Ah tidak tante, tapi Sandy mencintai Ra Ra esa. .
.. sejak awal bertemu tante" Ujar Sandy pelan dan menunduk karena takut dengan Ibu Nafisah. Seketika Ibu Nafisah melotot terkejut dan tak percaya
" Apa nak? kamu mencintai Raesa? " Suara bu Nafisah pelan membuat Sandy merasa bersalah
" Iya tante. tapi kalau tante tidak mengizinkan 5sandy ikhlas melepaskan Raesa tante" Jawab Sandy
" Apa kamu benar benar mencintai Raesa?"
" Sangat mencintai nya tante, makanya Sandy menjauh dari Raesa karena Sandy takut Raesa mengetahui kalau Sandy mencintai Raesa sejak dia terpukul atas meninggal nya adik"
" Lantas apa kah Raesa tahu kalau kamu mencintainya ?"
" Tiidak tante , makanya Sandy mengatakan ini dulu dengan tante karena saya takut mengutarakan sendiri perasaan ini pada Raesa" Ujar Sandy.
Ibu Nafisah diam, sepertinya memikirkan semua yang di katakan Sandy.